6 Ciri Kepribadian Seseorang yang Selalu Adu Argumen di Kolom Komentar Media Sosial, Apa Saja?
Ilustrasi orang yang suka adu argumen di kolom komentar media sosial. (freepik.com/freepik)
08:52
21 November 2024

6 Ciri Kepribadian Seseorang yang Selalu Adu Argumen di Kolom Komentar Media Sosial, Apa Saja?

 

Setiap manusia memiliki akal dan pendapat yang berbeda dengan manusia lainnya, maka wajar saja bila diantara mereka sering terjadi konflik atau adu argumen.

Terlebih ketika adu argumen ini dilakukan di kolom komentar media sosial yang merebutkan pendapat satu sama lain yang pada akhirnya meluas pada kebencian. Apalagi perdebatan ini terjadi ketika sedang ramai-ramainya isu politik.

Mengutip dari laman Klik Dokter, faktanya bahwa media sosial sangat mengganggu kesehatan mental setiap orang, karena mereka cenderung adu argumen dengan sengit dan tidak berdiskusi secara baik.

Melansir dari laman Personal Branding pada (21/11) inilah 6 ciri kepribadian seseorang yang selalu adu argumen di kolom komentar media sosial, diantaranya:

1. Suka mencari validasi dan perhatian

Jujur saja bahwa adu argumen di kolom komentar tidak selalu membuktikan suatu hal. Tidak masalah apakah orang setuju atau tidak, selama seseorang terlibat, mereka merasa diakui.

Semakin panas perdebatannya, semakin bersemangat. Bagi mereka, perhatian yang positif maupun negatif adalah imbalan terbesar, dan kolom komentar adalah ajang pertunjukkannya.

2. Terlalu keras kepala

Mereka mempunyai sesuatu untuk dikatakan tentang segala hal, tidak peduli seberapa besar atau kecil topiknya. Mulai dari politik global hingga cara mengisi mesin pencuci piring yang benar, mereka merasa terdorong untuk berbagi perspektif dan ingin menunjukkan bahwa itu benar.

Bahkan ketika tidak ada yang menanyakan pendapatnya, mereka akan memberikan penjelasan panjang lebar atau bantahan yang berapi-api. Sepertinya memang tidak bisa menahan diri dan orang lain harus mendengar suaranya.

3. Tak mau mengakui kesalahan

Bahkan ketika dihadapkan dengan fakta dan data ilmiah, mereka tidak mau bergeming, menepis semua sumber yang kredibel sebagai ‘berita hoax’. Tidak peduli berapa banyak orang yang mencoba berunding dengannya, pendiriannya tetap tidak tergoyahkan.

Ini adalah ciri umum di kalangan orang yang suka adu argumen di media sosial. Mereka memiliki penolakan yang keras untuk mengakui kesalahannya.

4. Berkembang dalam konflik

Bagi orang yang suka adu argumen di kolom komentar media sosial, konflik bukanlah sesuatu yang harus dihindari tapi harus dicari.

Pertengkaran menyulut mereka, memberi tujuan dan kegembiraan. Ini bukan tentang memecahkan masalah atau menemukan titik temu tapi tentang adrenalin yang muncul dari perdebatan sengit.

Orang-orang ini akan membedah setiap kalimat, meneliti setiap kata, dan selalu menemukan sudut pandang baru untuk berdebat. Mereka tidak tertarik pada penyelesaian atau pemahaman tapi mengejar adrenalin yang muncul bersamaan dengan perdebatan sengit.

5. Tidak mempertimbangkan manusia dibalik layar

Salah satu pemberi komentar, khususnya, tampaknya senang menghancurkan setiap postingan yang dibuat. Argumen yang diajukan tidak pernah membangun, hanya serangan kejam dan bersifat pribadi. Seolah-olah tidak menganggap respon manusia lain.

Penghalang layar membuat mereka lebih berani, atau mungkin lebih ceroboh, dalam berkata-kata. Sehingga bisa seenaknya berbicara bahkan dengan tidak menampilkan keaslian dirinya.

6. Berjuang dengan regulasi emosi

Hal ini sering kali terjadi karena mereka kesulitan mengelola emosi, terutama saat merasa tertantang atau dikritik. Perjuangan ini mengakibatkan perilaku maladaptif, seperti trolling dan adu mulut online, misalnya.

Alih-alih mengambil waktu sejenak untuk memikirkan semuanya, mereka malah bereaksi secara impulsif. Perbedaan pendapat terasa seperti serangan pribadi dan meresponsnya dengan tepat.

Hal yang membuat frustrasi adalah ketidakmampuan mereka mengatur emosi sering kali menggagalkan percakapan yang bermakna. Perdebatan yang tadinya sehat berubah menjadi adu argumen.

***

Editor: Novia Tri Astuti

Tag:  #ciri #kepribadian #seseorang #yang #selalu #argumen #kolom #komentar #media #sosial #saja

KOMENTAR