3 Cara Memulihkan Skin Barrier Rusak Menurut Dokter Estetika
- Gunakan facial wash yang lembut dan tidak membuat kulit terasa ketarik.
- Pilih moisturizer sesuai tipe kulit, gel untuk berminyak dan krim untuk kering.
- Pakai sunscreen rutin dan ulangi pemakaian di siang hari.
Skin barrier rusak sering ditandai dengan kulit terasa perih, kering, mudah berjerawat, hingga kemerahan. Pada sebagian orang, kondisi ini juga membuat kulit terasa lebih sensitif dari biasanya, bahkan saat menggunakan produk yang sebelumnya terasa aman.
Kerusakan skin barrier bisa dipicu oleh banyak hal, mulai dari terlalu sering eksfoliasi, penggunaan skincare yang kurang sesuai, hingga paparan sinar matahari tanpa perlindungan yang cukup. Jika tidak segera ditangani, lapisan pelindung kulit yang terganggu dapat membuat kulit semakin reaktif dan sulit menerima produk perawatan apa pun.
Lalu, bagaimana cara memulihkan skin barrier rusak? Dokter estetika, dr Kamila Jaidi MARS Dipl AAAM, membagikan langkah-langkah dasar yang bisa dilakukan untuk membantu memperbaiki kondisi lapisan pelindung kulit tersebut.
PerbesarIlustrasi Skin Barrier Rusak (Unsplash)1. Gunakan Facial Wash yang Gentle
Langkah pertama yang ditekankan adalah memilih pembersih wajah yang tepat. Membersihkan wajah memang penting, tetapi penggunaan sabun yang terlalu keras justru bisa memperparah kerusakan skin barrier.
"Kamu gunakan facial wash yang tepat yang gentle gak bikin kulit kamu berasa ketarik," terang dr Kamila di salah satu konten YouTube-nya, dikutip Minggu, 15 Februari 2026.
Artinya, hindari facial wash dengan kandungan yang membuat kulit terasa kering atau tertarik setelah dibilas.
Sensasi kencang pada wajah sering kali menjadi tanda bahwa kelembapan alami kulit ikut terangkat. Pilih pembersih dengan formula lembut dan sesuai jenis kulit agar proses pemulihan berjalan optimal.
2. Jangan Lewatkan Moisturizer
Selain pembersih wajah, penggunaan moisturizer menjadi kunci utama dalam memperbaiki skin barrier. Pelembap membantu mengunci hidrasi sekaligus memperkuat lapisan pelindung kulit yang sedang terganggu.
"Yang kedua moisturizer. Nah, moisturizer itu penting banget nih. Pilih yang kandungannya dan teksturnya tepat untuk jenis kulit kamu ya," jelas dr Kamila.
Pemilihan tekstur pelembap harus disesuaikan dengan tipe kulit. Kulit berminyak dan kulit kering tentu membutuhkan pendekatan berbeda agar hasilnya maksimal tanpa menimbulkan masalah baru.
"Nah kalau kamu tipe kulitnya berminyak, pilih yang teksturnya watery dan ringan seperti air dan teksturnya gel," terangnya.
Tekstur gel atau watery cenderung lebih ringan dan cepat meresap, sehingga tidak menambah rasa lengket atau berat di wajah.
Sementara itu, untuk kulit kering, pilih formula yang lebih kaya.
"Kalau tipe kulit kamu kering kamu bisa bisa pilih yang teksturnya krim. Jadi lebih kuat dalam menghidrasi kulit kamu," jelasnya.
Tekstur krim umumnya lebih oklusif dan mampu membantu mempertahankan kelembapan lebih lama, sehingga mendukung proses pemulihan skin barrier yang rusak.
3. Rutin Menggunakan Sunscreen
Langkah ketiga yang tidak kalah penting adalah penggunaan sunscreen secara disiplin. Paparan sinar UV dapat memperburuk kondisi skin barrier yang sedang lemah. Oleh karena itu, perlindungan dari matahari wajib menjadi bagian dari rutinitas harian.
"Dan kemudian yang ketiga sunscreen-nya juga harus kencang dong. Sunscreen harus kamu gunakan secara rutin setiap pagi jam 08.00 pagi," paparnya.
"Kemudian kamu ulangi jam 10.00 pagi kalau kamu lagi di luar rumah atau kalau kamu di dalam rumah ulangi aja kalau habis salat zuhur tuh dan wajib lagi dipakai lagi di jam habis jam 02.00 siang ya," tandasnya.
Penggunaan ulang sunscreen menjadi poin penting, terutama jika beraktivitas di luar ruangan. Re-apply membantu memastikan perlindungan tetap optimal sepanjang hari.
Tag: #cara #memulihkan #skin #barrier #rusak #menurut #dokter #estetika