5 Bahasa Cinta, Mana yang Paling Penting dalam Hubungan?
Ilustrasi pasangan. Konsep love language memang membantu pasangan saling memahami, tetapi jika disalahartikan justru bisa memicu kesalahpahaman dalam hubungan.(Freepik/Freepik)
16:05
15 Februari 2026

5 Bahasa Cinta, Mana yang Paling Penting dalam Hubungan?

Konsep love language sering dianggap sebagai kunci hubungan yang harmonis. Namun para ahli menegaskan, lima bahasa cinta bukan solusi cepat untuk memperbaiki hubungan yang bermasalah.

Melansir People (14/2/2026), konsep ini hanya membantu pasangan memahami bagaimana masing-masing merasa dicintai.

Tanpa komunikasi dan komitmen yang sehat, teori ini tidak cukup menjaga hubungan tetap kuat.

Baca juga: Bikin Hubungan Awet, Begini Menerapkan Love Language Saat LDR

Asal-usul konsep lima bahasa cinta

Teori lima bahasa cinta diperkenalkan oleh Dr. Gary Chapman melalui bukunya The Five Love Languages pada 1992.

Ia menyusun konsep ini berdasarkan pengalamannya mendampingi pasangan, bukan dari penelitian ilmiah formal.

“Setiap orang memiliki bahasa cinta utama. Dalam pernikahan, hampir tidak pernah suami dan istri memiliki bahasa yang sama. Kuncinya adalah belajar berbicara dengan bahasa pasangan,” ujar Chapman.

Menurut Chapman, hubungan yang sehat bergantung pada kemampuan pasangan untuk memahami cara satu sama lain menerima dan menunjukkan cinta.

Baca juga: Tak Melulu Bernuansa Seksual, Ini 5 Cara Menerapkan Love Language Physical Touch

Lima jenis love language

Ilustrasi pasangan. Konsep love language memang membantu pasangan saling memahami, tetapi jika disalahartikan justru bisa memicu kesalahpahaman dalam hubungan.Freepik/jcomp Ilustrasi pasangan. Konsep love language memang membantu pasangan saling memahami, tetapi jika disalahartikan justru bisa memicu kesalahpahaman dalam hubungan.

Chapman membagi bahasa cinta menjadi lima jenis:

  • Words of Affirmation (kata-kata afirmasi)

Karina F. Daves, pelatih pernikahan dari podcast The Relationship Reset, menjelaskan arti masing-masing bahasa cinta kepada People.

Tentang words of affirmation, Daves mengatakan bahwa ini adalah bentuk dukungan lewat kata-kata.

“Anggap seperti guru taman kanak-kanak yang menyirami muridnya dengan kata-kata baik. Itulah cara kerja afirmasi,” ujarnya.

Baca juga: 5 Salah Kaprah tentang Love Language, Apa Saja?

Bahasa cinta berupa hadiah, Daves menekankan bahwa yang terpenting adalah niat.

“Ada perbedaan antara hadiah yang tidak disengaja dan yang disengaja. Hadiah yang disengaja menunjukkan Anda benar-benar mendengarkan pasangan,” katanya.

  • Acts of Service (tindakan pelayanan)

Acts of service berarti melakukan sesuatu untuk pasangan tanpa diminta.

“Membuatkan kopi sebelum rapat pagi, mengisi bensin mobil, atau membantu tugas kecil adalah contoh sederhana,” jelasnya.

  • Quality Time (waktu berkualitas)

Untuk quality time, Daves menekankan bahwa yang penting adalah kualitas, bukan lamanya waktu.

“Saya tidak peduli seberapa sering Anda kencan. Yang penting adalah saat itu benar-benar bermakna,” ujarnya.

  • Physical Touch (sentuhan fisik)

Sentuhan fisik juga berperan penting dalam membangun kedekatan.

“Kita sering lupa kekuatan berpegangan tangan atau pelukan singkat,” tambahnya.

Baca juga: 4 Cara Menerapkan Love Language Physical Touch Saat LDR

Bahasa cinta mana yang paling penting?

Daves menilai acts of service sangat kuat karena membutuhkan kemampuan mendengar secara aktif.

“Itu berarti saya mendengarkan, lalu melakukan tindakan yang menunjukkan saya peduli,” ujarnya.

Namun dalam hubungan yang baru dimulai, ia menilai quality time lebih penting karena menunjukkan keseriusan dan komitmen.

Baca juga: 5 Cara Menerapkan Love Language Quality Time, Tak Selalu Jalan-jalan

Cara mengetahui love language

Untuk mengetahui bahasa cinta pasangan, Daves menyarankan bertanya langsung.

“Jika Anda ingin membangun masa depan bersama, bersikaplah langsung dan jujur,” katanya.

Chapman juga menyediakan kuis daring untuk membantu pasangan memahami preferensi masing-masing.

Sementara untuk mengetahui bahasa cinta diri sendiri, Chapman menyarankan memperhatikan cara paling sering seseorang menunjukkan cinta kepada orang lain.

Daves menambahkan bahwa mengenali diri sendiri sangat penting.

“Anda harus tahu siapa diri Anda dan apa yang diinginkan. Tanpa itu, sulit membangun hubungan,” ujarnya.

Baca juga: Apa Itu Love Language Words of Affirmation? Ini Manfaatnya dalam Hubungan

Jika bahasa cinta tidak sama

Perbedaan bahasa cinta bukan alasan untuk menilai pasangan secara negatif.

“Hubungan Anda unik. Jangan terlalu fokus pada teori hingga melupakan pribadi pasangan,” kata Daves.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap orang akan berubah seiring waktu.

“Selama bertahun-tahun bersama, kita akan terus berubah. Pasangan jarang saling mengenal kembali satu sama lain. Itu nasihat terbesar saya,” tutupnya.

Baca juga: Love Language Pacarmu Words of Affirmation? Jangan Bicara Sembarangan!

Tag:  #bahasa #cinta #mana #yang #paling #penting #dalam #hubungan

KOMENTAR