Di Forum Indonesia Economic Outlook, Prabowo Sebut Capaian Cadangan Pangan Tertinggi Sepanjang Sejarah
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan capaian penting sektor perberasan nasional dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026)/(Istimewa).
16:09
15 Februari 2026

Di Forum Indonesia Economic Outlook, Prabowo Sebut Capaian Cadangan Pangan Tertinggi Sepanjang Sejarah

Komitmen pemerintah untuk menjaga momentum swasembada beras yang telah tercapai terus diperluas dan diarahkan menuju swasembada pangan. Untuk itu, peningkatan produksi dalam negeri yang signifikan serta penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menjadi indikator utama dalam menjaga keberlanjutan ketahanan pangan Indonesia.   Dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan capaian penting sektor perberasan nasional. Produksi beras nasional pada 2025 mengalami lonjakan signifikan, sekaligus memperkuat posisi Cadangan Pangan Pemerintah.   "Kita juga buktikan bahwa kita sekarang sudah swasembada beras, kita menuju swasembada pangan. Saudara-saudara, produksi beras kita tahun 2025 adalah 34,7 juta ton, naik 13 persen dari 2024," papar Prabowo.   Presiden juga menegaskan bahwa CBP berada pada titik tertinggi sepanjang sejarah.    "Sekarang, cadangan beras di Bulog bulan Juli 2025 adalah 4,2 juta ton adalah tertinggi sepanjang sejarah bangsa kita. Dan sampai sekarang pun cadangan yang sudah ada masih sangat tinggi," tambah Kepala Negara.  

  Mengamini arahan tersebut, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian menyampaikan optimisme terhadap kinerja perberasan nasional. Ia menilai tren produksi dan serapan yang meningkat akan semakin memperkuat CBP yang dikelola Perum Bulog.   "Stok cadangan beras kita, tertinggi sepanjang sejarah 4 juta ton. Kami prediksi, Kemungkinan tiga bulan ke depan (bisa) 6 juta ton. Jadi sekarang ini, ada 3,5 juta ton. (Sampai akhir) bulan ini kemungkinan 3,9 juta ton," beber Amran saat menjadi pembicara sesi kedua dalam Indonesia Economic Outlook 2026.   Berdasarkan laporan yang disusun Bapanas per 13 Februari 2026, total stok beras nasional di Bulog telah mencapai 3,53 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3,34 juta ton merupakan stok CBP. Sementara 188,5 ribu ton merupakan stok beras komersial.   Di sisi pengadaan, realisasi setara beras dari produksi dalam negeri telah menyentuh 293,6 ribu ton. Rinciannya, 287,6 ribu ton untuk memperkuat CBP dan 6 ribu ton untuk stok beras komersial. Capaian ini menunjukkan lonjakan progresivitas yang sangat signifikan.   Realisasi serapan 293,6 ribu ton tersebut meningkat lebih dari 600 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada minggu pertama Februari tahun lalu, serapan Bulog tercatat hanya 38,7 ribu ton setara beras.   Kinerja perberasan nasional juga tercermin dari posisi stok awal tahun yang menjadi titik kulminasi baru dalam sejarah pengelolaan pangan nasional. Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa stok beras nasional yang berada di hotel, restoran, dan perumahan juga menunjukkan tren peningkatan tajam.   "Ini juga perlu dipahami bahwa stok beras nasional yang ada di hotel, restoran, dan perumahan itu tertinggi sepanjang sejarah, 12 juta ton. Dulu 7 juta sampai 8 juta ton. Kemudian sekarang posisi 12 juta ton. Ini naik 47 persen," papar Amran.   Dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional yang disusun Bapanas, stok beras di awal tahun 2026 tercatat sebesar 12,4 juta ton. Angka ini melonjak 202,4 persen dibandingkan stok awal tahun 2024 yang berada di level 4,1 juta ton. Kemudian jika dibandingkan stok awal tahun 2025 yang sebesar 8,4 juta ton, terjadi kenaikan 47,6 persen.  

  Penguatan stok dan produksi tersebut turut berkontribusi terhadap stabilitas harga. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi beras bulanan di tingkat eceran pada Januari 2026 berada di level 0,16 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan Desember 2025 yang sebesar 0,18 persen, sekaligus menjadi inflasi beras terendah dalam tiga tahun terakhir menjelang Ramadan.   Sebagai perbandingan, inflasi beras pada Februari 2022 tercatat 2,63 persen dan pada Februari 2024 mencapai 5,32 persen. Sementara inflasi beras bulanan pada Februari 2025 berada di 0,26 persen.   Capaian produksi yang meningkat, penguatan cadangan pangan pemerintah, serta inflasi yang tetap terkendali menjadi indikator bahwa ketahanan pangan nasional semakin solid. Pemerintah memastikan momentum ini terus dijaga agar ketersediaan dan stabilitas beras tetap terjamin bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Editor: Mohamad Nur Asikin

Tag:  #forum #indonesia #economic #outlook #prabowo #sebut #capaian #cadangan #pangan #tertinggi #sepanjang #sejarah

KOMENTAR