Kolaborasi Roche dan Siloam Hospital Tingkatkan Standar Perawatan Kanker 
Bulan Oktober adalah bulan Kepedulian Kanker Payudara.(Pexels/Anna Tarazevich)
14:05
15 Februari 2026

Kolaborasi Roche dan Siloam Hospital Tingkatkan Standar Perawatan Kanker 

- Kolaborasi antara Siloam Hospitals dan Roche Indonesia memasuki babak baru. Jika selama ini kerja sama rumah sakit dan perusahaan farmasi kerap identik dengan transaksi obat, kini pendekatannya diperluas menjadi kemitraan strategis yang berfokus pada peningkatan standar perawatan kanker payudara, dengan kebutuhan pasien sebagai pusatnya.

CEO MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, dr.Edy Gunawan menjelaskan bahwa titik awal kolaborasi ini lahir dari kesamaan visi: patient first. 

Kedua pihak melihat bahwa pasien kanker membutuhkan dukungan yang jauh lebih komprehensif, tidak hanya akses terapi, tetapi juga sistem layanan yang terintegrasi dari awal hingga akhir perjalanan pengobatan.

"Kalau kita bandingkan sistem kesehatan di Indonesia dengan di negara-negara lain,  kualitas individu per individu mungkin kita tak kalah jauh. Tetapi secara sistem kita melihat gap yang cukup besar," ujarnya di acara penandatanganan MoU antara Siloam International Hospital dan PT Roche Indonesia di Jakarta (13/2/2026). 

Baca juga: Wajah Baru Pengobatan Kanker Payudara Tingkatkan Peluang Kesembuhan

Ia menjelaskan, kolaborasi ini diarahkan untuk membangun ekosistem perawatan yang lebih rapi, terstruktur, dan mudah dinavigasi pasien.

"Perjalanan pasien kanker bisa sangat panjang, mulai dari deteksi dan diagnosis, biopsi, tindakan operasi, kemoterapi, hingga terapi lanjutan. Di setiap tahapan itu yang perlu kita perhatikan adalah apakah pasien sudah mendapatkan layanan yang paling baik," katanya.

Ditambahkan oleh Edy, bukan hanya soal apakah pasien menerima kemoterapi atau radiasi, tetapi apakah terapi tersebut sudah diberikan sesuai protokol dan standar terbaik. Selain itu, aspek navigasi pasien juga menjadi sorotan, memastikan pasien memahami tahapan yang harus dijalani, persiapan sebelum tindakan, serta tindak lanjut setelah terapi.

Baca juga: Curiga Gejala Kanker Payudara, Tes Apa Saja yang Perlu Dilakukan

Presiden Direktur PT Roche Indonesia Sanaa Sayagh (kiri) dan  Presiden Direktur Siloam International Hospitals David Utama (kanan), melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama di Jakarta (13/2/2026).Dok Roche Indonesia Presiden Direktur PT Roche Indonesia Sanaa Sayagh (kiri) dan Presiden Direktur Siloam International Hospitals David Utama (kanan), melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama di Jakarta (13/2/2026).

Pemberian training perawat onkologi

Bentuk kerjasama lainnya adalah pemberian pelatihan bagi semua yang menangani pasien kanker, mulai dari tenaga keperawatan, apoteker, dan tenaga profesional medis. 

Diungkapkan oleh Edy bahwa jumlah tenaga perawat khusus kanker di Indonesia sangat terbatas, bahkan tak lebih dari 10 orang.

"Nah karena itu kami bekerja sama untuk membuat fast track supaya perawat-perawat kita ini lebih banyak lagi yang mendapatkan pelatihan-pelatihan khusus spesifik untuk di bidang onkologi, serta nurse navigator," ujarnya.

Baca juga: Mulailah Cek Mamografi untuk Kanker Payudara di Usia 40 Tahun

Head of Communication and Public Policy Roche, Lucia Erniawati menegaskan bahwa kemitraan ini memiliki tujuan akhir untuk meningkatkan angka harapan hidup pasien.

"Dibandingkan negara tetangga, dalam hal kesintasan pasien kanker payudara itu masih sangat rendah, baru sekitar 54 persen. Sementara seperti Malaysia, mereka sudah 70 persen, Vietnam bahkan sudah sekitar 70 persen, dan Singapura 80 persen," kata Lucia di acara yang sama.

Ia menambahkan, melalui kemitraan ini, Siloam dan Roche akan memetakan perjalanan pasien kanker secara lebih detail dengan cara memahami apa masalahnya. 

"Tujuan akhirnya adalah memperbaiki kesintasan dan kualitas hidup pasien," katanya.

Baca juga: Dokter Jelaskan 4 Cara Mendeteksi Kanker Payudara Secara Mandiri

Tag:  #kolaborasi #roche #siloam #hospital #tingkatkan #standar #perawatan #kanker

KOMENTAR