Hasto: Survei Bisa Jadi Alat Ukur Hanya Jika Pers Bebas dan Ada Penyeimbang
Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto ditemui di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (11/2/2026).(KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA)
15:10
15 Februari 2026

Hasto: Survei Bisa Jadi Alat Ukur Hanya Jika Pers Bebas dan Ada Penyeimbang

- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Hasto Kristiyanto menilai survei-survei politik hanya bisa dipercaya apabila survei itu digelar di iklim politik yang sehat.

Hasto menilai survei pada dasarnya hanya berfungsi sebagai instrumen untuk mengukur persepsi publik, bukan sebagai pembenaran kekuasaan atau alat propaganda politik.

“Survei ini kan alat untuk mengukur persepsi rakyat. Tetapi apakah sistem politik kita itu memang menjadi representasi bagi hadirnya suara-suara kebenaran?” kata Hasto di kawasan Senayan, Jakarta, Minggu (15/2/2026).

Baca juga: Hasto: Koalisi Permanen PDI-P adalah dengan Rakyat

Menurut dia, survei baru memiliki makna apabila dijalankan dalam ekosistem demokrasi yang sehat, yakni ketika pers bebas menjalankan fungsi check and balances serta terdapat kekuatan penyeimbang yang efektif di parlemen.

“Survei baru bisa dijadikan alat apabila pers-nya itu bebas, ya, menjadi kekuatan check and balances. Kemudian ada kekuatan efektif penyeimbang yang ada di parlemen,” kata Hasto.

Ia mengingatkan bahwa dalam praktik di sejumlah negara, survei justru kerap digunakan untuk membangun hegemoni kekuasaan dan menciptakan legitimasi semu.

“Di banyak negara, survei itu dijadikan sebagai alat dogmatisme kekuasaan,” ujarnya.

Baca juga: Bamsoet Nilai Prabowo Rangkul Lawan, Tom Lembong dan Hasto Jadi Contoh

Hasto juga menekankan pentingnya memadukan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dalam membaca realitas sosial.

Ia mencontohkan, pengukuran kemiskinan tidak cukup hanya melalui angka statistik.

“Kemiskinan itu bukan hanya diukur dari angka-angka statistik, tapi bagaimana seseorang mendapatkan akses pendidikan, apakah ada kehidupan yang layak secara kemanusiaan,” kata Hasto.

PDIP memperlakukan hasil survei

Karena itu, ia menegaskan PDI Perjuangan tidak pernah menjadikan survei sebagai dasar untuk membangun narasi kemenangan politik, melainkan sebagai bahan evaluasi kerja partai di lapangan.

“Kami tidak pernah menggunakan survei itu sebagai alat untuk membangun bandwagon effect, efek ikut pemenang. Tapi survei itu sebagai suatu instrumen di dalam mengukur setiap persepsi dari rakyat,” ujar Hasto.

Tag:  #hasto #survei #bisa #jadi #alat #ukur #hanya #jika #pers #bebas #penyeimbang

KOMENTAR