Orang yang Tidak Pernah Membagikan Detail Pribadi di Media Sosial Biasanya Menampilkan 9 Perilaku Khusus Ini Menurut Psikologi
ilustrasi seseorang yang tidak pernah membagikan detail pribadi di media sosial/Freepik
08:01
23 Oktober 2024

Orang yang Tidak Pernah Membagikan Detail Pribadi di Media Sosial Biasanya Menampilkan 9 Perilaku Khusus Ini Menurut Psikologi

Media sosial telah menjadi bagian integral dalam kehidupan modern, dengan banyak orang yang membagikan kehidupan sehari-hari mereka secara terbuka di platform seperti Instagram, Facebook, dan Twitter.

Namun, ada sebagian orang yang cenderung menahan diri untuk tidak berbagi detail pribadi di media sosial.

Mereka tidak memposting momen pribadi, menghindari diskusi tentang kehidupan pribadi mereka, dan menjaga identitas mereka tetap tertutup.

Dilansir dari Geediting pada Rabu (23/10), ada beberapa alasan dan perilaku khusus yang sering terlihat pada orang-orang seperti ini. Berikut adalah sembilan perilaku yang biasanya mereka tampilkan:

1. Kebutuhan Tinggi Akan Privasi

Orang yang tidak pernah membagikan detail pribadi di media sosial sering kali memiliki kebutuhan privasi yang sangat tinggi.

Mereka merasa bahwa informasi pribadi mereka adalah sesuatu yang sangat berharga dan hanya boleh diakses oleh orang-orang yang sangat dekat dengan mereka.

Dalam psikologi, kebutuhan akan privasi dapat berasal dari berbagai faktor, termasuk pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan, trauma, atau sekadar preferensi untuk mengontrol siapa yang dapat mengakses informasi mereka.

Orang dengan kebutuhan privasi yang tinggi sering kali merasa lebih aman ketika mereka dapat menjaga jarak dari perhatian publik.

2. Keinginan untuk Menjaga Batasan

Orang yang tidak aktif membagikan detail pribadi di media sosial sering kali memiliki batasan yang jelas antara kehidupan pribadi dan kehidupan publik.

Mereka memilih untuk tidak mengungkapkan terlalu banyak informasi karena mereka ingin menjaga batasan yang sehat antara diri mereka sendiri dan orang lain.

Dalam konteks psikologi, ini dikenal sebagai konsep boundary management.

Mereka mungkin merasa bahwa membagikan terlalu banyak informasi pribadi dapat mengaburkan batasan ini dan menyebabkan stres atau kecemasan.

3. Introspeksi dan Refleksi Diri yang Tinggi

Individu yang jarang membagikan detail pribadi di media sosial sering kali lebih introspektif.

Mereka cenderung memikirkan dan merefleksikan hidup mereka secara mendalam sebelum memutuskan untuk berbagi sesuatu.

Mereka mungkin bertanya pada diri sendiri: "Apakah informasi ini penting untuk dibagikan?", "Apakah ini akan membawa manfaat bagi orang lain?"

Sifat reflektif ini sering dikaitkan dengan tingkat kecerdasan emosional yang lebih tinggi, di mana seseorang lebih sadar akan emosi mereka sendiri dan bagaimana tindakan mereka dapat mempengaruhi orang lain.

4. Ketidaknyamanan dengan Eksposur Publik

Bagi sebagian orang, berbagi detail pribadi di media sosial bisa menjadi pengalaman yang sangat tidak nyaman.

Mereka mungkin merasa cemas atau tidak aman tentang bagaimana orang lain akan menilai mereka.

Rasa takut terhadap kritik atau penilaian negatif dapat membuat mereka memilih untuk menghindari berbagi secara publik.

Psikologi menyebut ini sebagai social anxiety atau kecemasan sosial, di mana seseorang merasa takut terhadap interaksi sosial atau situasi yang berpotensi menarik perhatian orang banyak.

5. Penghindaran Terhadap Validasi Eksternal

Banyak pengguna media sosial yang secara tidak sadar mencari validasi dari orang lain melalui likes, komentar, dan interaksi.

Namun, orang yang jarang membagikan detail pribadi cenderung tidak merasa perlu mendapatkan validasi eksternal ini.

Mereka lebih mengandalkan diri sendiri dan tidak membutuhkan pengakuan publik untuk merasa baik tentang diri mereka.

Psikologi menyebut perilaku ini sebagai tanda dari internal locus of control, di mana seseorang merasa bahwa mereka memiliki kendali penuh atas hidup mereka dan tidak terlalu dipengaruhi oleh pendapat orang lain.

6. Fokus pada Hubungan Nyata

Orang yang tidak aktif di media sosial dalam hal berbagi detail pribadi biasanya lebih fokus pada hubungan interpersonal yang nyata, bukan hubungan online yang dangkal.

Mereka mungkin merasa bahwa ikatan yang lebih dalam dan bermakna terjadi dalam interaksi langsung, daripada melalui layar.

Mereka cenderung lebih menghargai percakapan tatap muka dan interaksi yang autentik dibandingkan dengan komunikasi digital.

Dalam psikologi, ini mencerminkan preferensi untuk hubungan yang lebih intim dan bermakna, daripada hubungan yang superfisial.

7. Keamanan Digital yang Tinggi

Banyak orang yang tidak berbagi detail pribadi di media sosial memiliki kesadaran yang tinggi terhadap keamanan digital.

Mereka khawatir tentang risiko pencurian identitas, peretasan, atau penyalahgunaan informasi pribadi.

Orang dengan kecemasan terkait keamanan digital mungkin memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang bagaimana informasi online dapat digunakan secara negatif, sehingga mereka memilih untuk melindungi diri mereka dengan tidak memposting informasi sensitif.

Fenomena ini sering disebut sebagai cybersecurity awareness, dan ini semakin penting di era digital saat ini.

8. Kesadaran Akan Dampak Negatif Media Sosial

Beberapa orang yang tidak aktif berbagi detail pribadi memiliki kesadaran yang mendalam tentang dampak negatif media sosial terhadap kesehatan mental.

Mereka mungkin telah membaca atau mengalami sendiri bagaimana media sosial dapat memicu perasaan cemas, stres, atau depresi.

Psikologi modern banyak menyoroti bagaimana doomscrolling atau konsumsi berlebihan konten negatif di media sosial dapat merusak kesejahteraan mental seseorang.

Oleh karena itu, mereka memilih untuk menjaga jarak dan hanya menggunakan media sosial untuk hal-hal yang benar-benar penting atau bermanfaat.

9. Kecenderungan untuk Menghargai Momen secara Pribadi

Orang yang jarang membagikan detail pribadi sering kali lebih memilih untuk menghargai momen-momen penting dalam hidup mereka secara pribadi.

Mereka tidak merasa perlu untuk mempublikasikan setiap pencapaian atau momen bahagia di media sosial.

Dalam psikologi, ini dikenal sebagai savoring, yaitu kemampuan untuk menikmati dan menghargai momen tanpa merasa perlu untuk berbagi atau memvalidasinya melalui pandangan orang lain.

Mereka lebih fokus pada pengalaman emosional internal daripada validasi sosial eksternal.

Kesimpulan

Orang yang tidak membagikan detail pribadi di media sosial sering kali menunjukkan sejumlah perilaku yang mencerminkan preferensi mereka untuk menjaga privasi, batasan, dan kesejahteraan mental mereka.

Dari kebutuhan akan privasi hingga kesadaran akan dampak negatif media sosial, perilaku ini mencerminkan pandangan yang lebih berhati-hati dan reflektif tentang bagaimana mereka mengelola identitas mereka di dunia digital.

Meskipun tidak semua orang memiliki alasan yang sama, banyak dari mereka yang cenderung lebih introspektif, memiliki batasan yang jelas, dan berfokus pada hubungan dan momen yang lebih nyata dalam hidup mereka.

Editor: Hanny Suwindari

Tag:  #orang #yang #tidak #pernah #membagikan #detail #pribadi #media #sosial #biasanya #menampilkan #perilaku #khusus #menurut #psikologi

KOMENTAR