Ramai Disebut “Pick Me”, Apa Arti Istilah yang Dikaitkan ke Prilly Latuconsina?
Baru-baru ini, nama Prilly Latuconsina ramai dibicarakan setelah unggahannya di LinkedIn memicu pro dan kontra di media sosial.
Tak hanya soal langkahnya mengaktifkan badge #OpenToWork, sebagian warganet juga menempelkan istilah “pick me” kepada aktris 29 tahun itu, sebuah label yang kini jadi perbincangan di kalangan netizen.
Baca juga: Prilly Luncurkan Koleksi Perhiasan, Simak 3 Tips Padu Padan Berikut
Kronologi polemik #OpenToWork
Prilly mulai menjadi sorotan setelah memasang status #OpenToWork di LinkedIn pada akhir Januari 2026, beberapa hari setelah mengumumkan pengunduran dirinya dari rumah produksi Sinemaku Pictures.
Ia menyatakan ingin mencoba tantangan baru di luar industri hiburan dan memperluas jejaring profesional.
Unggahan itu kemudian dibanjiri ribuan permintaan koneksi serta beragam respons dari pengguna media sosial.
Sebagian warganet memuji keterbukaan Prilly untuk mencari pengalaman baru.
Namun, tak sedikit pula yang menilai langkah itu sebagai gimik untuk keperluan branding pasta gigi di mana ia didapuk sebagai brand ambassador.
Di tengah diskusi itu, istilah “pick me” muncul sebagai salah satu kritik terhadap tindakan tersebut.
Baca juga: Belajar dari Prilly Latuconsina, Jangan Remehkan Istirahat dan Tidur Cukup
Prilly Latunsina di konferensi pers film Danur: The Last Chapter, Setiabudi, Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2025).
Prilly meminta maaf
Ta berselang lama, Prilly Latuconsina mengunggah video klarifikasi di Instagram, dan meminta maaf kepada semua pihak, termasuk warganet.
"Aku paham kalau situasi ini memunculkan banyak reaksi dan emosi. Aku juga mengerti kenapa sebagian dari kalian merasa marah, kecewa, atau enggak nyaman," ujar Prilly dikutip Kompas.com, Rabu (4/2/2026).
Baca juga: Prilly Latuconsina Makan Biskuit Bayi, Bagaimana Nutrisinya Bagi Orang Dewasa
Apa arti istilah “pick me”?
Istilah pick me diketahui berasal dari budaya internet dan sering dipakai sebagai istilah slang dalam media sosial.
Secara umum, pick me menggambarkan seseorang yang berusaha tampil berbeda dari orang lain, sering kali dengan cara yang dianggap menarik perhatian atau mendapatkan validasi sosial.
Lebih spesifik lagi, menurut Dr. Ike Herdiana, M.Psi., Psikolog dari Universitas Airlangga (Unair), perilaku yang dikaitkan dengan fenomena pick me girl adalah ketika seseorang berusaha menonjol dengan menyatakan bahwa dirinya “berbeda” dari stereotip gender umum, atau menunjukkan sikap yang dianggap mampu menarik perhatian lawan jenis.
“Termasuk pula keinginan berkompetisi untuk mendapatkan kebutuhan-kebutuhan itu,” jelas Ketua Kelompok Kajian Gender dan Anak Fakultas Psikologi UNAIR itu, dikutip dari laman Unair, Rabu (4/2/2026).
Dalam beberapa kasus, perilaku itu juga dapat disertai dengan merendahkan orang lain demi terlihat unik atau unggul dalam hubungan sosial.
Dengan kata lain, istilah ini bukan merupakan label psikologis resmi, melainkan istilah budaya populer yang sering dipakai di ranah digital untuk menggambarkan perilaku sosial tertentu.
Baca juga: Prilly Latuconsina Disebut Gimik usai Nyalakan Open to Work di Linkedln, Ini Perjalanan Kariernya
Istilah pick me dan respons publik
Label pick me yang dilekatkan kepada Prilly bukan berarti dia secara klinis mengalami kondisi tertentu, tetapi lebih mencerminkan persepsi sebagian netizen terhadap cara dia memposisikan diri di media sosial.
Kritikan itu berkaitan dengan pandangan bahwa langkahnya dalam Open to Work dianggap terlalu “menonjolkan diri” atau tidak peka terhadap realitas para pencari kerja lain.
Di sisi lain, banyak pula yang menilai bahwa istilah tersebut terlalu sederhana dan tidak tepat digunakan untuk menilai motivasi seseorang, terutama ketika konteksnya adalah mencari pengalaman baru atau memperluas jaringan profesional.
Tag: #ramai #disebut #pick #arti #istilah #yang #dikaitkan #prilly #latuconsina