Gejala Virus Nipah Sering Samar, IDAI Ingatkan Waspada sejak Demam Awal
Ilustrasi demam. IDAI mengingatkan gejala awal virus Nipah kerap menyerupai penyakit ringan sehingga mudah terlewat.(Shutterstock/all_about_people.)
14:40
30 Januari 2026

Gejala Virus Nipah Sering Samar, IDAI Ingatkan Waspada sejak Demam Awal

Gejala virus Nipah kerap tidak dikenali pada tahap awal karena menyerupai penyakit ringan.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. Dominicus Husada, mengatakan banyak pasien awalnya hanya mengalami demam dan keluhan umum.

“Pada fase awal, Nipah sangat sulit dibedakan dari infeksi virus lain,” ujar Dominicus dalam webinar “Mengenal dan Mewaspadai Nipah” Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), yang diikuti Kompas.com, Kamis (29/1/2026).

Keterlambatan mengenali gejala berisiko memperburuk kondisi karena penyakit ini dapat berkembang cepat dan berakibat fatal.

Baca juga: Gejala Virus Nipah Sulit Dikenali, Dokter Tegaskan Pentingnya Pemeriksaan Laboratorium

Demam dan keluhan umum jadi gejala awal

Dominicus menjelaskan bahwa gejala awal virus Nipah menyerupai infeksi virus pada umumnya.

Pasien dapat mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, serta rasa tidak nyaman pada tubuh.

“Keluhan awalnya mirip flu atau penyakit ringan, sehingga sering tidak dianggap serius,” katanya.

Kondisi ini membuat banyak pasien datang ke fasilitas kesehatan ketika penyakit sudah berkembang lebih berat.

Baca juga: Mengapa Saat Demam Suka Bermimpi Aneh? Para Ahli Ungkap Sebabnya

Gangguan kesadaran menjadi tanda bahaya

Tangkapan layar webinar IDAI, Kamis (29/1/2026). IDAI mengingatkan gejala awal virus Nipah kerap menyerupai penyakit ringan sehingga mudah terlewat.Tangkapan layar webinar IDAI Tangkapan layar webinar IDAI, Kamis (29/1/2026). IDAI mengingatkan gejala awal virus Nipah kerap menyerupai penyakit ringan sehingga mudah terlewat.

Seiring perjalanan penyakit, virus Nipah dapat menyerang sistem saraf pusat. Pasien dapat mengalami penurunan kesadaran, kebingungan, hingga kejang.

“Jika virus sudah menyerang otak, pasien bisa tampak seperti orang mabuk, linglung, bahkan tidak sadar,” ujar Dominicus.

Menurutnya, kondisi ini menandakan radang otak atau ensefalitis yang menjadi salah satu penyebab utama kematian pada pasien Nipah.

Baca juga: Apakah Boleh Memandikan Anak Saat Demam? Ini Penjelasan Dokter

Gejala pernapasan bisa memburuk cepat

Selain menyerang sistem saraf, virus Nipah juga dapat memicu gangguan pernapasan. Pasien dapat mengalami sesak napas akibat infeksi paru yang berkembang cepat.

“Pada sebagian pasien, sesak napas bisa memburuk dan memerlukan bantuan pernapasan,” kata Dominicus.

Ia menegaskan bahwa keterlambatan penanganan pada fase ini dapat meningkatkan risiko kematian secara signifikan.

Baca juga: 3 Cara Efektif Menurunkan Demam pada Anak

IDAI: Segera ke dokter jika gejala memburuk

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A., Subsp.Kardio(K), mengingatkan masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan medis jika mengalami gejala yang tidak biasa.

“Jika demam disertai penurunan kesadaran, kejang, atau sesak napas, segera ke fasilitas kesehatan,” ujar Piprim dalam webinar yang sama.

Ia menekankan bahwa riwayat kontak dengan hewan, konsumsi buah yang berisiko, atau paparan lingkungan tertentu perlu disampaikan kepada tenaga kesehatan.

Gejala berlaku pada anak dan dewasa

IDAI menegaskan bahwa pola gejala virus Nipah dapat terjadi pada semua kelompok usia. Anak-anak tetap berisiko mengalami gejala berat meski jumlah kasus pada kelompok ini lebih sedikit.

“Anak dengan daya tahan tubuh rendah atau penyakit penyerta perlu mendapat perhatian lebih,” kata Piprim.

Baca juga: Tubuh Demam, Apakah Harus Langsung Minum Obat Penurun Panas?

Kewaspadaan dini jadi kunci

IDAI menilai kewaspadaan dini terhadap gejala virus Nipah penting untuk menekan risiko komplikasi dan kematian.

Pemahaman masyarakat mengenai tanda awal penyakit dinilai sama pentingnya dengan langkah pencegahan.

“Waspada sejak gejala awal jauh lebih efektif daripada menangani kondisi yang sudah berat,” ujar Dominicus.

Tag:  #gejala #virus #nipah #sering #samar #idai #ingatkan #waspada #sejak #demam #awal

KOMENTAR