Eks Mendikbud Ristek Nadiem Makarim Sebut Harga Laptop Chromebook, Bukan Rp 10 Juta Tapi Rp 5 Jutaan per Unit
Terdakwa kasus dugaan korupsi dalam digitalisasi pendidikan pengadaan laptop Chromebook Nadiem Makarim mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (19/1/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
17:56
30 Januari 2026

Eks Mendikbud Ristek Nadiem Makarim Sebut Harga Laptop Chromebook, Bukan Rp 10 Juta Tapi Rp 5 Jutaan per Unit

Dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook, mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim mengungkap fakta harga laptop Chromebook. Dia meluruskan informasi yang beredar soal harga per unit laptop tersebut.

Menurut Nadiem narasi harga laptop Chromebook Rp 10 juta per unit tidak benar. Dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), dia sempat bertanya kepada saksi Gogot Suharwoto yang bertugas sebagai Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan.

Kepada Gogot, Nadiem menanyakan ihwal pembeliaan laptop Chromebook yang dilakukan sebelum dirinya bertugas sebagai mendikbud ristek. Yakni pada era kepemimpinan Muhadjir Effendy. Berdasar keterangan yang disampaikan oleh Gogot, harga yang dibayarkan oleh pemerintah saat itu jauh di bawah Rp 10 juta. Harganya Rp 5,2 juta per unit tanpa paket Chrome Device Management (CDM​).

”Bapak ingat harga (per unit laptop Chromebook) berapa yang bapak beli?” tanya Nadiem.

”Lima juta dua ratus,” kata Gogot menjawab pertanyaan tersebut.

Mendengar jawaban itu, Nadiem kemudian memastikan bahwa harga tersebut belum termasuk paket CDM. Menurut Nadiem, komponen CDM bernilai sekitar USD 30. Dia pun mengasumsikan nilai tersebut setara Rp 500 ribu untuk setiap unit laptop Chromebook. Bersama-sama dengan Gogot sebagai saksi, dia menghitung angka tersebut.

”Yang benar-benar dibayar tiga puluh dollar, kita bisa asumsi itu lima ratus ribu (rupiah) mungkin. Kira-kira lima koma dua juta jadinya berapa pak kalau ditambah CDM?” Nadiem kembali bertanya.

”Lima juta tujuh ratus,” jawab Gogot.

Berdasar pada jawaban itu, Nadiem menyimpulkan bahwa total harga laptop Chromebook per unit dengan paket CDM berada pada angka Rp 5,7 juta-Rp 5,8 juta. Menurut dia, angka tersebut mendekati nilai pengadaan barang serupa pada periode 2020-2021 ketika dirinya bertugas sebagai mendikbud ristek.

Dalam persidangan itu, Nadiem juga menyinggung soal beredarnya narasi di media massa dan media sosial yang menyebut harga per unit laptop Chromebook mencapai Rp 10 juta. Dia menegaskan bahwa narasi itu tidak sesuai dengan data yang tercantum dalam katalog elektronik atau e-katalog.

”Banyak sekali narasi sesat di media dan lain-lain mengenai harga laptop ini sepuluh juta, tapi kenyataannya ya harga rentang yang dibelinya di katalog itu sekitar lima koma lima sampai lima koma delapan juta,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nadiem juga sempat bertanya kepada Gogot terkait dengan pengadaan laptop Chromebook pada 2019. Dia menekankan pertanyaan terkait dengan pengadaan itu pernah atau tidak pernah dipersoalkan oleh aparat penegak hukum maupun lembaga audit negara.

”Bapak pernah diperiksa nggak oleh Kejaksaan sebelumnya mengenai pengadaan di tahun 2019?” ucap Nadiem.
”Tidak,” jawab Gogot

Nadiem pun melanjutkan pertanyaannya ihwal langkah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) saat itu. Dia ingin tahu apakah harga laptop Chromebook tersebut dinilai terlalu mahal atau tidak. Gogot pun menyampaikan, audit dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh satuan kerja, namun tidak ada temuan ketidakwajaran harga dalam pengadaan itu. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan

Tag:  #mendikbud #ristek #nadiem #makarim #sebut #harga #laptop #chromebook #bukan #juta #tapi #jutaan #unit

KOMENTAR