Tak Mau Ulangi Jejak Obama, Trump Perketat Tawaran Damai dengan Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan gestur bersulang saat menghadiri jamuan makan malam bersama Presiden China Xi Jinping di Aula Besar Rakyat, Beijing, Kamis (14/5/2026).(AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
11:36
31 Mei 2026

Tak Mau Ulangi Jejak Obama, Trump Perketat Tawaran Damai dengan Iran

- Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan telah memperketat persyaratan dalam draf kesepakatan potensial untuk mengakhiri perang di Iran. 

AS bahkan telah mengirimkan usulan perubahan klausul tersebut agar dipertimbangkan oleh Teheran.

Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran Trump terkait konsesi finansial yang mungkin menguntungkan Iran

Dua pejabat AS mengungkapkan, Trump sangat prihatin dengan beberapa poin kesepakatan yang mencakup pencairan dana Iran yang dibekukan.

Namun, belum diketahui secara pasti perubahan apa saja yang telah dilakukan pada kerangka perjanjian tersebut.

Baca juga: Trump Klaim AS Sengaja Ampuni Militer Iran, Sebut Bukan Target Utama

Ogah tiru jejak perjanjian nuklir Obama

Dikutip dari New York Times, Minggu (31/5/2026), keengganan Trump untuk mencairkan dana milik Iran dilatarbelakangi oleh kritik kerasnya terhadap kebijakan masa lalu. 

Trump berkali-kali mengecam mantan Presiden Barack Obama yang melakukan langkah serupa saat menandatangani perjanjian pembatasan program nuklir Iran lebih dari satu dekade lalu.

Selain masalah dana, seorang pejabat AS lainnya menuturkan, Trump merasa frustrasi dengan lamanya waktu yang dibutuhkan pihak Iran untuk merespons proposal perdamaian dari Washington.

Sebagai informasi, proposal-proposal kesepakatan tersebut selama ini dirumuskan dengan melibatkan pihak ketiga sebagai perantara, termasuk Pakistan.

Baca juga: AS Temukan Cara Murah Lawan Drone, Tak Perlu Rudal Rp 17,8 Miliar

Tekan pemimpin tertinggi Iran

Pejabat itu menambahkan, perubahan yang dilakukan Trump berpotensi dimaksudkan untuk mempercepat proses dengan menekan Iran agar menerima kerangka kerja yang telah dikirim kepada pemimpin tertinggi Mojtaba Khamenei untuk disetujui.

Karena sulitnya berkoordinasi dengan pemimpin tertinggi saja Iran, setiap perubahan pada dokumen yang dikenal sebagai nota kesepahaman ini dapat berarti penundaan tambahan.

Pada Jumat (29/5/2026), Trump bertemu selama dua jam di Ruang Situasi dengan para pembantu utamanya untuk membahas pengakhiran perang, tetapi meninggalkan pertemuan tanpa pengumuman apa pun.

Kerangka kerja tersebut secara efektif akan mengakhiri kampanye militer AS-Israel terhadap Iran sebagai imbalan atas pencabutan blokade Iran terhadap Selat Hormuz.

Beberapa isu yang paling pelik, seperti masa depan program nuklir Iran, akan ditunda hingga putaran pembicaraan selanjutnya.

Baca juga: Sempat Dibantah AS, Iran Kini Klaim Aset Rp 214 Triliun Segera Cair

Tak terburu-buru capai kesepakatan dengan Iran

Sebelumnya, Trump menuturkan, AS tidak terburu-buru untuk mencapai kesepakatan dengan Iran, karena ia mengharapkan hasil yang besar.

Politisi Partai Republik ini menggambarkan kepemimpinan Iran sebagai negosiator yang sangat tangguh.

Namun, ia mengeklaim AS mendapatkan apa yang diinginkannya secara perlahan.

“Ini membutuhkan waktu lama. Saya tidak terburu-buru. Jika Anda terburu-buru, Anda tidak akan mendapatkan kesepakatan yang baik," tegasnya, dikutip dari Al Jazeera, Minggu.

"Perlahan tapi pasti, saya pikir kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Jika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, kita akan menyelesaikannya dengan cara yang berbeda,” tambahnya.

Menurutnya, AS akan kembali mengerahkan militer jika kesepakatan besar gagal dicapai.

Tag:  #ulangi #jejak #obama #trump #perketat #tawaran #damai #dengan #iran

KOMENTAR