Semua Unsur NU Bakal Hadir di Harlah ke-100, Gus Yahya: Kami Sudah Guyub
- Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf mengatakan, seluruh unsur NU sudah atau rukun kembali sehingga akan sama-sama menghadiri Puncak Peringatan Harlah ke-100 NU di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
“Insya Allah besok, insya Allah semua akan berpartisipasi. Secara terbuka juga sebetulnya semuanya sudah menyatakan sudah kembali, guyub lagi, ya,” ujar Yahya, dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Yahya mengatakan, kondisi internal PBNU sudah kembali rukun sejak pertemuan di Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, pada 25 Desember 2025 lalu.
Kerukunan itu semakin dikuatkan pada pertemuan semalam di mana Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar mengembalikan status Yahya sebagai Ketua PBNU.
Baca juga: PBNU Undang Prabowo dan Seluruh Menteri ke Acara Harlah ke-100 Besok
“Seperti saya kutip tadi, Pak Muhammad Nuh di dalam pertemuan kemarin sore di sini sudah menyerukan supaya semua ikut hadir di dalam resepsi puncak Harlah besok pagi. Insya Allah,” kata Yahya.
Dia menyinggung, islah NU ini merupakan aspirasi dari seluruh jajaran dan kader NU, termasuk yang paling bawah.
Aspirasi para kader agar NU kembali bersatu juga telah digaungkan jauh sebelum pertemuan kemarin.
“Bahkan, sebelum pertemuan kemarin berlangsung. Jadi, memang aspirasinya kuat sekali supaya kita kembali lagi bersama, bersatu, menyelesaikan apapun yang menjadi tantangan kita ke depan bersama-sama,” ujar Yahya.
Peringatan Harlah
PBNU akan mengadakan Peringatan Harlah ke-100 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Harlah ke-100 NU mengusung tema "Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia".
Baca juga: PBNU Gelar Harlah ke-100 di Istora Senayan pada 31 Januari 2026, Prabowo Bakal Hadir
Yahya mengatakan, tema ini sejalan dengan visi NU yang selaras dengan visi proklamasi Indonesia, yaitu memperjuangkan peradaban bagi seluruh umat manusia.
“Bahwa, visi proklamasi ini adalah visi untuk peradaban dunia. Bukan hanya untuk kepentingan bangsa Indonesia sendiri, untuk kepentingan rakyat Indonesia sendiri, tetapi untuk seluruh umat manusia,” kata Yahya.
Selain itu, internal PBNU sendiri akan hadir lengkap dalam acara besok.
Mulai dari jajaran pimpinan pusat hingga perwakilan dari daerah.
“Alhamdulillah persiapan sudah lengkap. Akan hadir sebagai partisipan nanti seluruh segenap jajaran pengurus besar Nahdlatul Ulama, Tanfidziyah, Syuriyah, lembaga-lembaga, Mustasyar, A’wan, dan juga akan hadir seluruh badan-badan otonom yang ada,” lanjut Yahya.
Baca juga: Harlah Ponpes Ora Aji, Gibran Ajak Masyarakat Doakan Prabowo
Adapun pimpinan pondok pesantren dari seluruh Indonesia dan para kiai juga akan hadir dalam acara yang akan dimulai pukul 09.00 WIB.
Pihaknya mengantisipasi 8.000-10.000 umat ikut hadir dalam acara peringatan besok.
Presiden Prabowo Subianto bersama segenap menteri dalam kabinetnya telah diundang untuk hadir dalam acara tersebut.
Islah PBNU
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima permohonan maaf Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atas kelalaian dan ketidakcermatan dalam mengundang narasumber dalam sebuah acara NU.
Penerimaan permohonan maaf tersebut dibacakan usai Rapat Pleno yang dipimpin Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan diikuti jajaran Syuriyah, Tanfidziyah, Mustasyar, dan A'wan serta Pimpinan Badan Otonom dan Lembaga PBNU.
"PBNU menerima permohonan maaf Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, atas kelalaian dan ketidakcermatan dalam mengundang narasumber AKNNU, serta terkait tata kelola keuangan PBNU yang dinilai tidak memenuhi kaidah akuntabilitas," kata Miftachul, saat membacakan hasil keputusan pleno, dikutip dari keterangan pers, Jumat (30/1/2026).
Baca juga: Gus Yahya Pastikan PBNU Tak Terlibat Kasus Korupsi KPK
Rapat pleno menghasilkan sejumlah keputusan strategis terkait kepemimpinan, tata kelola organisasi, serta agenda besar NU ke depan.
"Menerima pengembalian mandat KH. Zulfa Mustofa dari jabatan Penjabat Ketua Umum PBNU," ujar Miftachul.
Demi menjaga keutuhan organisasi Nahdlatul Ulama dan kemaslahatan yang lebih besar, rapat pleno memutuskan untuk meninjau kembali sanksi pemberhentian Yahya Cholil Staquf yang telah ditetapkan dalam Rapat Pleno tanggal 9 Desember 2025.
"Dengan keputusan tersebut, posisi KH. Yahya Cholil Staquf dipulihkan sebagai Ketua Umum PBNU," ucap Miftachul.
Tag: #semua #unsur #bakal #hadir #harlah #yahya #kami #sudah #guyub