IDAI: Kebiasaan di Rumah dan Sekolah Jadi Kunci Mencegah Penyebaran Virus Nipah
Ilustrasi keluarga. IDAI menilai kebiasaan di rumah dan sekolah menjadi kunci utama mencegah penularan virus Nipah pada anak.(Freepik/Lifestylememory)
17:50
30 Januari 2026

IDAI: Kebiasaan di Rumah dan Sekolah Jadi Kunci Mencegah Penyebaran Virus Nipah

Pencegahan virus Nipah perlu dimulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga dan sekolah.

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A., Subsp.Kardio(K), menegaskan bahwa kebiasaan sehari-hari di rumah dan sekolah sangat menentukan perlindungan anak dari penyakit infeksi berisiko tinggi.

“Pencegahan paling efektif dimulai dari kebiasaan sederhana di keluarga dan diperkuat di sekolah,” ujar Piprim dalam webinar “Mengenal dan Mewaspadai Nipah” Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), yang diikuti Kompas.com, Kamis (29/1/2026).

IDAI menilai keterlibatan dua lingkungan ini krusial karena virus Nipah belum memiliki obat maupun vaksin.

Baca juga: Gejala Virus Nipah Sering Samar, IDAI Ingatkan Waspada sejak Demam Awal

Keluarga jadi benteng pertama pencegahan

Piprim menegaskan bahwa keluarga memiliki peran paling awal dalam membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat pada anak.

Orangtua bertanggung jawab memastikan anak terbiasa mencuci tangan, memilih makanan yang bersih, dan tidak mengonsumsi buah yang berisiko terkontaminasi.

“Kebiasaan di rumah akan menentukan perilaku anak di luar rumah,” kata Piprim.

Ia menambahkan bahwa orangtua juga perlu mengawasi aktivitas anak, agar tidak berinteraksi dengan hewan liar atau hewan yang tampak sakit.

Baca juga: Gejala Virus Nipah Sulit Dikenali, Dokter Tegaskan Pentingnya Pemeriksaan Laboratorium

Keamanan pangan perlu diawasi di rumah

Tangkapan layar webinar IDAI, Kamis (29/1/2026). IDAI menilai kebiasaan di rumah dan sekolah menjadi kunci utama mencegah penularan virus Nipah pada anak.Tangkapan layar webinar IDAI Tangkapan layar webinar IDAI, Kamis (29/1/2026). IDAI menilai kebiasaan di rumah dan sekolah menjadi kunci utama mencegah penularan virus Nipah pada anak.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI sekaligus Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Prof. Dr. Dominicus Husada, dr., DTM&H., MCTM(TP)., Sp.A., Subsp.IPT., CTH, menekankan pentingnya peran keluarga dalam menjaga keamanan pangan.

“Buah harus dicuci dan dikupas sebelum dikonsumsi, serta daging harus dimasak hingga matang,” ujar Dominicus.

Ia mengingatkan, konsumsi buah yang sudah tergigit kelelawar menjadi salah satu jalur penularan virus Nipah yang perlu diwaspadai sejak dari rumah.

Baca juga: Apakah Boleh Memandikan Anak Saat Demam? Ini Penjelasan Dokter

Sekolah berperan memperkuat kebiasaan sehat

Dominicus menyebut sekolah memiliki peran strategis dalam memperkuat kebiasaan hidup bersih dan sehat yang telah dibangun di rumah.

Lingkungan sekolah menjadi tempat anak menghabiskan waktu cukup lama setiap hari.

“Sekolah perlu memastikan fasilitas cuci tangan tersedia dan kebiasaan kebersihan diterapkan secara konsisten,” katanya.

Ia menambahkan bahwa edukasi sederhana mengenai kebersihan dan keamanan makanan dapat membantu anak memahami risiko penyakit infeksi.

Baca juga: 3 Cara Efektif Menurunkan Demam pada Anak

Guru dan tenaga pendidikan perlu terlibat

IDAI menilai guru dan tenaga pendidikan memiliki peran penting sebagai pengawas sekaligus teladan bagi siswa.

Pengawasan terhadap kebiasaan jajan dan kebersihan siswa di sekolah dinilai menjadi bagian dari pencegahan.

“Peran guru bukan hanya mengajar, tetapi juga membentuk kebiasaan sehat anak,” ujar Dominicus.

Sekolah juga diminta waspada terhadap kondisi kesehatan siswa dan segera menyarankan pemeriksaan medis jika ditemukan gejala yang tidak biasa.

Baca juga: Tubuh Demam, Apakah Harus Langsung Minum Obat Penurun Panas?

Kolaborasi rumah dan sekolah jadi kunci

Piprim menegaskan, pencegahan virus Nipah tidak dapat berjalan efektif jika hanya dilakukan oleh satu pihak. Kolaborasi antara keluarga dan sekolah dinilai menjadi kunci keberhasilan pencegahan.

“Kalau di rumah sudah dibiasakan, lalu diperkuat di sekolah, perlindungan anak akan jauh lebih optimal,” katanya.

Baca juga: Tumbuh Gigi Sebabkan Anak Demam, Mitos atau Fakta?

IDAI ingatkan waspada tanpa panik

IDAI kembali mengingatkan, upaya pencegahan perlu dilakukan secara rasional tanpa menimbulkan kepanikan.

Menurut Piprim, pemahaman yang benar akan membantu keluarga dan sekolah bersikap tenang dan sigap.

“Waspada itu perlu, tetapi panik tidak membantu,” ujarnya.

Baca juga: Keramas Saat Demam, Aman atau Berbahaya? Ini Penjelasan Medisnya

Tag:  #idai #kebiasaan #rumah #sekolah #jadi #kunci #mencegah #penyebaran #virus #nipah

KOMENTAR