Stres Bisa Membuat Tubuh Sakit, Ini Penjelasan Medisnya
Ilustrasi stres. (freepik.com)
14:05
19 Januari 2026

Stres Bisa Membuat Tubuh Sakit, Ini Penjelasan Medisnya

- Merasa tertekan karena tuntutan sehari-hari adalah hal yang wajar, meskipun tidak menyenangkan. Namun, kamu juga perlu waspada karena stres yang berlangsung terus-menerus tanpa jeda, bisa membuatmu jatuh sakit.

Dikutip dari Verywell Mind, Senin (19/1/2026), stres berkepanjangan bisa membuat kita jatuh sakit karena tubuh terus memproduksi hormon kortisol.

“Kortisol adalah hormon stres yang dapat menyebabkan peradangan jika dilepaskan terlalu sering ke dalam tubuh,” kata psikolog dengan latar belakang neuropsikologi, Dr. Julia Kogan, PsyD.

Dalam jumlah berlebihan, kortisol memicu peradangan yang berdampak buruk pada sistem kekebalan tubuh. Produksi sel darah putih, yang berperan penting melawan infeksi, bisa menurun, sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap penyakit.

Ilustrasi kurang tidur. Kurang tidur dan minim cahaya matahari bisa melemahkan sistem imun karena sel imun ternyata bekerja lebih efektif di siang hari.Pexels/cottonbro studio Ilustrasi kurang tidur. Kurang tidur dan minim cahaya matahari bisa melemahkan sistem imun karena sel imun ternyata bekerja lebih efektif di siang hari.

Ditambah lagi, stres juga dapat mengganggu kualitas tidur dan memperburuk kondisi medis yang sudah ada. Cara sebagian orang menghadapi stres, seperti makan berlebihan, konsumsi alkohol, atau kebiasaan tidak sehat lainnya, juga dapat meningkatkan risiko sakit dalam jangka panjang.

Dengan kata lain, stres memang benar-benar bisa membuat manusia jatuh sakit, dan ini tertera dalam sebuah penelitian pada tahun 2013 yang dipublikasi dalam JAMA Internal Medicine.

Stres bisa menurunkan daya tahan tubuh

Kogan menjelaskan bahwa stres berkepanjangan dapat menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan frekuensi sakit karena beberapa alasan.

Kortisol yang diproduksi secara terus-menerus bisa menyebabkan peradangan. Dalam jangka pendek kortisol sebenarnya membantu tubuh melawan kuman dan penyakit. Namun, jika stres berlangsung terus-menerus, justru dapat mengganggu sistem imun dan memperparah penyakit kronis seperti radang sendi, IBS, dan fibromyalgia.

Ilustrasi sakit kepala. Tanda-tanda radang otak.Freepik/jcomp Ilustrasi sakit kepala. Tanda-tanda radang otak.

“Sel darah putih (limfosit) dalam tubuh yang membantu melawan infeksi, juga menurun saat kita mengalami stres kronis. Hal ini membuat kita lebih rentan terhadap pilek, flu, dan infeksi lainnya,” ujar Kogan.

Selain itu, stres sering kali mengganggu tidur. Padahal, tidur memegang peran penting dalam menjaga sistem imun tetap sehat. Jika pola tidur terganggu secara rutin, daya tahan tubuh pun ikut melemah.

Mengacaukan keseimbangan hormon seks

Dokter spesialis rehabilitasi medis dan praktisi kedokteran fungsional, Dr. Patricia Mills, MD, menambahkan, kadar kortisol yang terlalu tinggi juga dapat mengacaukan keseimbangan hormon seks.

“Bahan dasar untuk memproduksi kortisol sama dengan bahan yang digunakan untuk memproduksi estrogen, progesteron, dan testosteron," kata Mills.

"Kekurangan ini menyebabkan penurunan kadar hormon seks, dan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti gangguan menstruasi, infertilitas, dan menopause pada perempuan, testosteron rendah pada pria, serta kondisi medis seperti PCOS, fibroid, endometriosis, dan disfungsi ereksi,” sambung dia.

Bisakah mengetahui apakah penyakit disebabkan oleh stres?

Menentukan apakah suatu penyakit sepenuhnya disebabkan oleh stres bukanlah hal mudah. Tubuh setiap manusia berbeda-beda, dengan banyak sistem bekerja sama untuk menjaga tubuh berfungsi dengan baik.

Stres juga bisa memperparah masalah kesehatan yang sudah ada. Jadi, meskipun stres bukan penyebab utama suatu penyakit, kondisinya bisa menjadi lebih berat akibat tekanan berkepanjangan.

Menurut Mills, tidak ada cara pasti untuk memastikan apakah stres adalah satu-satunya penyebab seseorang jatuh sakit.

Jika seseorang mengalami stres kronis disertai gangguan fisik, emosional, perilaku, atau kognitif, penting untuk meninjau kembali bagaimana tingkat stres itu memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.

Ilustrasi depresi. Empati tinggi membuat sebagian pembaca Broken Strings Aurelie Moeremans merasakan emosi yang lebih intens.Unsplash/Carolina Ilustrasi depresi. Empati tinggi membuat sebagian pembaca Broken Strings Aurelie Moeremans merasakan emosi yang lebih intens.

Gejala penyakit yang berkaitan dengan stres

Memang sulit untuk memastikan apakah stres menjadi satu-satunya penyebab seseorang sakit.

Namun, ada sejumlah gejala yang sering muncul akibat stres kronis, dan berbeda dari gejala flu atau pilek biasa, antara lain:

  • Detak jantung lebih cepat
  • Tekanan darah tinggi
  • Gangguan kontrol gula darah
  • Lebih mudah terserang pilek dan flu
  • Penurunan gairah seksual
  • Sakit kepala
  • Ketegangan otot
  • Kualitas tidur yang menurun

Kunci utama untuk melawan stres dan mencegah dampak fisiknya adalah dengan menangani sumber stres itu sendiri. Jika hal tersebut sulit dilakukan, menerapkan teknik pengelolaan stres yang sehat menjadi langkah terbaik berikutnya.

Tag:  #stres #bisa #membuat #tubuh #sakit #penjelasan #medisnya

KOMENTAR