Hati-hati, Sering Scrolling Media Sosial Bisa Picu Mimpi Buruk
- Sebagian besar masyarakat punya kecenderungan untuk menggunakan media sosial kapanpun dan di manapun, entah itu sesaat setelah bangun tidur, saat buang air besar (BAB) di kamar mandi, atau di sela-sela jam kerja.
Sebuah studi berjudul "Digital 2024: Global Overview Report" dari wearesocial.com pada 2024 menemukan, pengguna media sosial menghabiskan rata-rata 1 jam 49 menit setiap hari untuk scrolling di media sosial, disadur dari Stylist.co.uk, Minggu (18/1/2026).
Di sisi lain, banyak penelitian yang membahas bagaimana kebiasaan ini bisa berdampak negatif pada kesehatan mental.
Salah satunya adalah studi bertajuk "Reduction in Social Media Usage Produces Improvements in Physical Health and Wellbeing: An RCT", yang dipublikasi dalam Journal of Technology in Behavioral Science pada 2023.
Studi itu menemukan, mengurangi penggunaan media sosial hanya 15 menit per hari memberi dampak positif yang nyata bagi kesehatan mental.
Studi lain juga menunjukkan berbagai cara media sosial dapat merusak kesehatan mental, mulai dari menurunnya rentang perhatian dan terkikisnya rasa percaya diri, hingga munculnya rasa bersalah terkait produktivitas dan hubungan romantis yang kurang memuaskan.
Media sosial memicu mimpi buruk
Sebuah studi baru menemukan bukti bahwa media sosial juga dapat memicu mimpi buruk. Studi ini bertujuan melanjutkan penelitian sebelumnya yang meneliti bagaimana media sosial berdampak negatif pada pola tidur, khususnya bagaimana pengaruhnya terhadap jenis mimpi yang dialami seseorang.
Para peneliti menemukan bahwa penggunaan media sosial yang lebih tinggi berkaitan dengan frekuensi mimpi buruk yang lebih sering, yang pada akhirnya dapat memicu kecemasan serta menurunkan kualitas tidur.
Kenapa media sosial bisa memicu mimpi buruk?
Pendiri pusat kebugaran holistik MADE, Penny Weston, menjelaskan bahwa media sosial bersifat adiktif dan akhirnya menggangu tidur.
Selain itu, menatap ponsel juga dapat mengganggu ritme sirkadian, yang berujung pada siklus tidur yang tidak teratur. Ini berkaitan dengan cahaya biru (blue light) yang dipancarkan oleh gawai. Cahaya ini diyakini dapat menekan produksi melatonin, yakin hormon yang mengatur ritme sirkadian.
Menurut Weston, apa yang kita lihat di media sosial sepanjang hari, bisa terbawa ke dalam mimpi dan memicu mimpi buruk.
“Media sosial bisa menjadi ruang yang cukup negatif, dan hal ini dengan mudah 'merembes' ke dalam kehidupan dan mimpi seseorang jika tidak berhati-hati, terutama jika kamu mengonsumsi media sosial pada malam hari sebelum tidur,” jelas dia.
Orang-orang juga cenderung scrolling unggahan apapun di media sosial dengan cepat.
Kecenderungan ini dapat merangsang otak dengan konten baru setiap beberapa detik secara terus-menerus. Otak akan bekerja dalam ritme yang lebih cepat dan kacau.
Pada akhirnya, kondisi ini bisa memicu mimpi yang akan membuatmu lebih gelisah, seperti mimpi saat demam.
Cara membuat tidur lebih berkualitas
Menciptakan rutinitas sebelum tidur
Semakin sedikit kamu menggunakan media sosial, semakin baik pula kuailtas tidur, dan mungkin juga mimpi yang hadir.
Kuncinya adalah moderasi. Weston menyarankan untuk membentuk kebiasaan sehat sebelum tidur guna menghindari sesi scrolling larut malam.
“Membuat rutinitas sebelum tidur membantu otak mengenali kapan waktunya beristirahat, sekaligus menjaga pikiran tetap fokus pada aktivitas lain dan mendorong tubuh untuk rileks, alih-alih cemas,” tutur dia.
Misalnya dengan mandi air hangat, dan tentukan waktu tidur yang konsisten agar tubuh tahu kapan harus bersiap tidur.
Meditasi
Weston juga merekomendasikan sesi meditasi singkat di malam hari untuk menenangkan pikiran dan menghentikan ritme otak yang terlalu sibuk akibat scrolling.
“Meditasi bisa dilakukan hampir di mana saja tanpa biaya, dan manfaatnya bagi kesehatan mental serta kesehatan secara keseluruhan, sangatlah besar," ucap dia.
Letakkan gawai di tempat lain
Terakhir, pertimbangkan untuk meletakkan ponsel jauh dari tempat tidur pada malam hari. Aktifkan mode senyap, lepaskan smartwatch jika menerima notifikasi, dan nikmati waktu tanpa koneksi digital.
Tag: #hati #hati #sering #scrolling #media #sosial #bisa #picu #mimpi #buruk