Stres Orangtua Pengaruhi Penyerapan Nutrisi Anak saat MPASI
- Fase pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI) saat anak berusia 6 bulan kerap dipandang sebatas urusan menu dan kandungan gizi.
Padahal, suasana emosional di sekitar anak saat makan juga berperan besar dalam membentuk hubungan anak dengan makanan, termasuk nafsu makan dan responsnya terhadap asupan nutrisi.
Psikolog anak dan keluarga Rika Kristina, M.Psi., menyoroti bagaimana stres dari lingkungan, terutama yang dirasakan orangtua, dapat menciptakan pengalaman makan yang tidak nyaman bagi anak.
“Stres dari lingkungan ini juga berpengaruh, misalnya ibunya stres kenapa anaknya makannya dilepeh, kenapa anaknya menolak makanan tertentu,” ujar Rika dalam acara “1000 Hari Cinta – Ibu Sehat, Anak Cerdas” di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Minggu (25/1/2026).
Kondisi ini dinilai dapat memengaruhi cara anak memandang aktivitas makan hingga berdampak pada berat badan.
Reaksi orangtua membentuk suasana makan
Rika menjelaskan, momen pemberian MPASI sering kali diwarnai kekhawatiran orangtua ketika anak tidak makan sesuai harapan.
Anak yang mengemut makanan, memuntahkannya kembali, atau menolak jenis makanan tertentu dapat memicu stres pada siapapun yang sedang menyuapinya, entah itu ayah atau ibu. Bisa pula kakek atau nenek.
Dalam situasi tersebut, reaksi emosional orangtua dapat memengaruhi suasana makan secara keseluruhan. Ketika orangtua merespons dengan kemarahan atau tekanan, anak ikut merasakan ketegangan di sekitarnya.
Ia menggambarkan kondisi ketika ibu yang sudah tertekan, kemudian meluapkan emosinya kepada anak saat waktu makan berlangsung.
MPASI Tak Sekadar Memberi Makanan, Ini Saran Dokter
“Ibunya marah ke anaknya karena enggak mau makan, atau makannya diemut atau dilepeh, sehingga menciptakan suasana makan yang sangat stressful,” kata Rika.
Menurut dia, suasana makan yang penuh tekanan bukan hanya membuat momen makan menjadi tidak menyenangkan, dan anak jadi ikut tertekan.
Pengaruhi nafsu makan anak
Tekanan emosional yang terjadi berulang kali saat makan, lanjut Rika, dapat memengaruhi nafsu makan anak. Anak yang berada dalam suasana tidak nyaman cenderung sulit menikmati makanan yang diberikan.
Kondisi psikologis sang buah hati saat makan, berkaitan dengan bagaimana ia memaknai aktivitas tersebut. Jika makan identik dengan ketegangan, anak bisa membangun asosiasi negatif terhadap proses makan.
“Hal ini akan mempengaruhi nafsu makannya, akan mempengaruhi pandangannya terkait makan,” tutur dia.
Dampaknya tidak berhenti pada momen makan saja, tetapi dapat berlanjut pada kondisi fisik anak. Ketika anak tidak menikmati proses makan, asupan nutrisi yang masuk bisa menjadi tidak optimal.
“Bisa saja ketika akhirnya dia tidak menikmati saat makan, bisa berpengaruh ke berat badan. Padahal sebenarnya bukan karena anaknya suka atau enggak suka makanan, tapi lingkungan makannya yang tidak suportif karena stres memengaruhi anak,” pungkas Rika.
Tag: #stres #orangtua #pengaruhi #penyerapan #nutrisi #anak #saat #mpasi