Kenapa Bulu Mata Rontok Lebih Banyak? Ini 5 Penyebabnya Menurut Dokter Kulit
- Sama seperti rambut di kepala, bulu mata juga memiliki siklus tumbuh, istirahat, dan rontok. Masalah muncul ketika kerontokan terasa berlebihan dan berlangsung terus-menerus.
Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari stres hingga masalah kesehatan tertentu.
Para dokter kulit menekankan bahwa kerontokan bulu mata tidak boleh diabaikan, terutama jika disertai gejala lain seperti kemerahan, nyeri, atau area yang tampak botak.
“Bulu mata yang hilang bisa menjadi tanda penyebab internal maupun eksternal, seperti penyakit autoimun atau trauma,” kata Heidi Prather, dokter kulit bersertifikat di Austin, Texas, seperti disadur dari Allure, Sabtu (17/1/2026).
Kerontokan bulu mata sebaiknya dievaluasi oleh dokter kulit, baik secara langsung maupun melalui online, untuk memastikan apakah ada penyebab yang dapat diobati.
5 Penyebab Bulu Mata Rontok lebih Banyak
Menurut pakar, ada beberapa alasan mengapa bulu mata bisa rontok lebih banyak dari biasanya.
1. Stres dan trauma emosional
Stres tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga pada rambut, termasuk bulu mata.
Dokter kulit bersertifikat di Westport, Connecticut, Deanne Mraz Robinson menjelaskan, lonjakan stres dapat memicu kondisi yang disebut telogen effluvium.
“Ini umum terjadi ketika seseorang mengalami stres berat. Stres memicu lebih banyak rambut masuk ke fase telogen atau fase istirahat, sehingga rambut di kulit kepala, alis, dan bulu mata terlihat lebih menipis,” ujarnya.
Selain secara biologis, stres juga memengaruhi perilaku. Saat stres, kita cenderung lebih sering menggosok mata atau bahkan menarik bulu mata tanpa sadar. Kebiasaan ini membuat bulu mata semakin rentan rontok.
2. Masalah kesehatan tertentu
Meski trauma fisik adalah penyebab paling umum, Prather menegaskan, kerontokan bulu mata juga bisa menandakan masalah medis.
“Jika kamu melihat adanya area kosong pada bulu mata, itu bisa disebabkan oleh kondisi autoimun bernama alopecia areata, yang memicu peradangan pada folikel rambut,” ungkap Prather.
Robinson menambahkan, perubahan hormon juga dapat berperan. Namun, dokter biasanya akan menyingkirkan kemungkinan penyakit seperti lupus atau lichen planopilaris.
“Jika kerontokan tidak berkaitan dengan stres atau kebiasaan tertentu dan terasa terus-menerus, bicarakan dengan dokter untuk mengevaluasi kemungkinan gangguan hormonal atau endokrin,” ujarnya.
3. Peradangan, infeksi, atau iritasi
Peradangan di area mata menjadi penyebab umum lainnya. Infeksi di garis bulu mata, seperti bintitan, dapat menimbulkan peradangan signifikan yang menyebabkan bulu mata rontok.
Tak hanya infeksi, produk perawatan dan riasan mata juga bisa memicu iritasi.
“Area mata sangat sensitif. Bahkan orang yang jarang alergi pun bisa mengalami reaksi di area ini,” ujar Robinson.
Bahan tertentu dalam pembersih wajah atau makeup bisa menimbulkan peradangan ringan yang berujung pada kerontokan.
4. Penggunaan eyelash extension dan lem yang tidak tepat
Lem bulu mata palsu dikenal sebagai salah satu penyebab alergi kontak yang paling sering terjadi.
Namun, Prather menyebutkan, masalah justru sering datang dari jenis extension yang digunakan.
“Extension yang lebih kecil dan halus jauh lebih aman untuk bulu mata alami. Extension yang tebal dan berat bisa membebani bulu mata dan sulit dilepas,” jelasnya.
Ia mengingatkan, melihat bulu mata palsu jatuh sering kali menimbulkan kepanikan.
“Bulu mata memiliki siklus alami. Kemungkinan besar bulu mata itu memang sudah waktunya rontok, hanya saja dengan adanya extension, kerontokannya jadi lebih terlihat.”
5. Cara membersihkan wajah yang terlalu kasar
Kebiasaan mencuci wajah dengan menggosok area mata terlalu keras bisa memperparah kerontokan.
“Tarikan berlebih dapat membuat rambut yang sudah rapuh atau hampir rontok terlepas lebih cepat,” kata Robinson.
Ia menyarankan untuk menepuk area mata dengan lembut menggunakan handuk, bukan menggosoknya.
Prather juga mengimbau pentingnya pembersih berbasis minyak untuk menghapus riasan mata.
“Minyak kelapa atau baby oil bisa membantu melonggarkan lem bulu mata palsu. Tepuk perlahan di garis bulu mata, lalu pijat lembut. Tambahkan kompres hangat agar lem lebih mudah terurai tanpa merusak bulu mata,” katanya.
Kerontokan bulu mata memang bisa terasa mengganggu secara emosional dan estetika. Namun, para ahli sepakat bahwa kunci utamanya adalah mengenali penyebabnya terlebih dahulu.
“Jika kamu mengalami perubahan baru pada rambut atau kulit, sebaiknya segera diperiksa oleh dokter kulit. Terkadang hanya bersifat sementara, tapi bisa juga menjadi tanda masalah kesehatan yang lebih dalam,” tutup Robinson.
Tag: #kenapa #bulu #mata #rontok #lebih #banyak #penyebabnya #menurut #dokter #kulit