Melasma Tak Kenal Usia, Bukan Hanya Dialami Usia 40 Tahun ke Atas
Ilustrasi penyakit melasma(Shutterstock)
18:20
30 Januari 2026

Melasma Tak Kenal Usia, Bukan Hanya Dialami Usia 40 Tahun ke Atas

– Flek hitam di wajah sering kali dianggap sebagai tanda penuaan dan identik dengan usia 40 tahun ke atas. Padahal, tidak semua flek hitam berkaitan dengan usia. Salah satu kondisi yang kerap muncul lebih dini adalah melasma.

Dokter research Eva Mulia Clinic, dr. Lie Man, menjelaskan bahwa flek yang sudah terlihat cukup besar dan tebal umumnya termasuk dalam kategori melasma.

“Flek kalau sudah agak besar dan tebal, biasanya kita bilangnya melasma,” ujar dr. Lie Man di Eva Mulia Clinic Tebet, Jakarta Selatan.

Baca juga: Penjelasan Dokter Kulit Soal Perbedaan Melasma dan Flek Hitam

Adapun melasma tidak hanya dialami oleh kelompok usia 40 tahun ke atas. Kondisi ini juga cukup banyak ditemukan pada usia produktif, mulai dari 20 tahun.

Penyebab melasma, bukan sekadar faktor usia

Dr. Lie menyebutkan bahwa penyebab melasma tidak tunggal. Aktivitas sehari-hari dan faktor lingkungan turut berperan besar dalam memicu munculnya flek hitam ini.

Beberapa pemicu melasma antara lain paparan sinar matahari berlebih, aktivitas luar ruangan yang intens, hingga pengaruh hormonal, termasuk penggunaan program KB.

Baca juga: Benarkah Salicylic Acid Bisa Memudarkan Flek Hitam? Ini Penjelasan Dokter Kulit

Ia menambahkan, kondisi geografis dengan paparan sinar matahari yang kuat membuat melasma menjadi masalah kulit yang cukup menantang untuk ditangani di Indonesia.

“Matahari kita memang kuat. Apalagi kalau aktivitasnya banyak di luar, apalagi ke pantai. Matahari memang salah satu penyebab utama melasma,” kata dr. Lie.

Baca juga: 5 Manfaat Lidah Buaya untuk Kulit Usia 50 Tahun ke Atas, Samarkan Flek Hitam

Perawatan melasma kini lebih beragam

Seiring berkembangnya teknologi perawatan kulit, kini tersedia berbagai metode untuk membantu mengendalikan melasma. Salah satunya melalui perawatan injeksi yang dikombinasikan dengan tindakan lain.

Dr. Lie menjelaskan bahwa terdapat perawatan khusus yang dikenal sebagai melasma booster injection. Perawatan ini dilakukan dengan menyuntikkan serum tertentu ke area kulit yang bermasalah.

Baca juga: 6 Manfaat Retinol untuk Wajah, Lawan Penuaan hingga Samarkan Flek Hitam

“Kalau namanya booster injection, artinya kita suntik. Jadi pakai serum, kita suntikkan, dan sering kali kita gabungkan dengan treatment lain,” jelasnya.

Beberapa tindakan yang bisa dikombinasikan antara lain DNA salmon, injeksi asam hialuronat, hingga metode microneedling seperti PRP atau dermapen.

Berdasarkan penjelasan dr. Lie, sebelum tindakan dilakukan, pasien terlebih dahulu menjalani proses anestesi untuk meminimalkan rasa tidak nyaman.

Setelah itu, barulah prosedur penyuntikan dilakukan sesuai area kulit yang membutuhkan perawatan.

Baca juga: Rahasia Makeup untuk Menyamarkan Melasma agar Terlihat Natural

Perawatan pascatindakan perlu diperhatikan

Selain jenis perawatan, perawatan pascatindakan juga memegang peranan penting dalam mengendalikan melasma. 

Dr. Lie Man menekankan pentingnya menghindari paparan sinar matahari langsung setelah tindakan. 

Jika harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan tabir surya menjadi hal yang wajib. Perawatan kulit dasar seperti pelembap masih diperbolehkan.

Baca juga: Mengapa Harus Pakai Sunscreen Saat Cuaca Mendung dan Hujan? Ini Kata Dokter

“Bagaimana pun setelah tindakan, sebaiknya hindari matahari, terutama matahari langsung. Pasti harus tetap proteksi dengan sunscreen. Moisturizer boleh,” jelasnya.

Untuk penggunaan riasan wajah, ia menyarankan agar ditunda sementara selama dua sampai tiga hari. 

Meski terdapat bekas luka kecil akibat injeksi, dr. Lie memastikan kondisi tersebut umumnya aman dan tidak mengganggu aktivitas.

“Bagaimana pun itu ada luka kecil bekas injeksi, tapi aman. Sangat bisa untuk kembali kerja,” tutup dr. Lie.

Tag:  #melasma #kenal #usia #bukan #hanya #dialami #usia #tahun #atas

KOMENTAR