PSI Menanti Efek Ekor Jas Jokowi, Optimistis Juara 3 di 2029
- Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali mengatakan, setelah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) diumumkan sebagai tokoh PSI, efek ekor jas (coattail effect) dari figur Jokowi akan langsung bekerja.
Meski demikian, Ali menyebut Jokowi mengingatkan bahwa satu figur saja tidak cukup untuk menggerakkan mesin partai hingga ke tingkat paling bawah. Oleh karena itu, PSI diminta memperkuat struktur organisasi sebagai kunci kemenangan pada Pemilu 2029.
Baca juga: Jokowi Mati-matian untuk PSI, Golkar: Harus Lolos Verifikasi Pemilu Dulu
"Jadi ketika Pak Jokowi dideklarasikan sebagai Ketua Dewan Pembina umpamanya, maka dia efek ekor jasnya langsung. Tapi kenapa Pak Jokowi mewanti-wanti selalu mengenai struktur? Beliau sadar betul, satu figur tidak bisa mengaktifkan struktur partai yang ada di tiap-tiap desa. Maka kemudian beliau berpesan kepada kami, kalau ingin menang, bangunlah struktur," ujar Ali di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (1/2/2026).
Ali menjelaskan, kehadiran Jokowi dalam Rakernas PSI hanyalah bonus, sekaligus vitamin bagi kader. Apalagi, Jokowi telah menyatakan akan mati-matian untuk memenangkan PSI, sehingga membesarkan hati kader.
Menurut dia, lewat pernyataan itu, Jokowi seolah menyampaikan pesan kepada para loyalisnya bahwa dirinya berada di PSI.
"Itu adalah pernyataan tokoh sekaligus petinggi daripada partai. Artinya bahwa, lewat pernyataan tadi kita harapkan bahwa semua dari seorang Jokowi itu adalah sinyal pemberitahuan kepada loyalis beliau bahwa saya ada di sini. Saya ada di PSI," jelasnya.
Ali melanjutkan, pernyataan Jokowi tidak hanya ditujukan kepada kader PSI. Ia menilai, dengan kekuatan jejaring relawan yang dimiliki, Jokowi sebenarnya tidak perlu turun bekerja secara langsung.
“Karena dia tinggal memencet tombol relawannya itu sudah berjalan dengan baik. Beliau sudah memiliki mesin,” ujar Ali.
Baca juga: Jokowi “All Out”: Siap Mati-matian dan Turun Gunung untuk PSI
Di sisi lain, dia menegaskan, jiwa Jokowi sudah di PSI meski belum dinyatakan bergabung. Ali menyebut, tinggal bagaimana PSI menempatkan Jokowi di posisi tertentu nantinya.
"Tapi sebetulnya Pak Jokowi itu memiliki sistem, mesin yang terawat kurang lebih 10 tahun selama beliau jadi Presiden. Pernyataan tadi itu sangat membesarkan hati, selain membangun optimistisme, bagi PSI," kata Ali.
Ali pun meyakini, dengan kehadiran Jokowi, target PSI menembus tiga besar pada Pemilu 2029 bukan hal yang mustahil.