Pola Hidup Tak Sehat Turunkan Testosteron Pria, Risiko Kesehatan Meningkat
Ilustrasi ejakulasi dini, efek ejakulasi dini(Medical news today)
20:35
16 Januari 2026

Pola Hidup Tak Sehat Turunkan Testosteron Pria, Risiko Kesehatan Meningkat

Penurunan hormon, terutama pada pria, tidak hanya memengaruhi fungsi seksual, tetapi juga berkaitan dengan energi, massa otot, suasana hati, kualitas tidur, hingga risiko penyakit kardiovaskular.

Meski penurunan hormon testosteron merupakan bagian alami dari penuaan, tapi gaya hidup tidak sehat membuat banyak pria muda tanpa sadar memiliki kadar hormon yang rendah.

"Masih muda pun, usia belum 30 tahun tapi kalau gaya hidupnya tidak sehat bisa saja mengalami premature aging. Hormonnya turun," kata Founder Klinik Pratama Steros dr. Ivonne Andriani Santoso, M.Biomed (AAM) dalam temu media di Jakarta (15/1/2026).

Gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi alkohol berlebihan, obesitas, stres, tidak pernah olahraga, hingga penggunaan steroid, bisa jadi penyebab penurunan hormon testosteron.

Ditambahkan oleh Prof.Wimpie Pangkahila Sp.And, penurunan kadar testosteron dapat menimbulkan sejumlah gejala. Misalnya saja gampang lelah, libido turun, penurunan massa otot, perubahan mood, hingga meningkatnya risiko penyakit. 

“Penurunan kadar testosteron pada pria mengakibatkan pula gangguan terhadap kenyamanan hidup, seperti kelelahan depresi, kebingungan, perasaan panas, dan keringat pada malam hari,” kata Prof. Wimpie. 

Kadar Testosterone rendah pada pria dapat pula mengakibatkan peningkatan lemak visceral, gangguan kolesterol dan gula darah, tekanan darah tinggi, dan inflamasi kronis.  

Bisa pengaruhi kesuburan pria

Testosteron merupakan hormon yang penting dalam kesuburan pria. Testosteron dibutuhkan dalam konsentrasi tinggi di dalam testis untuk mendukung pematangan sel sperma.

Menurut Prof.Wimpie, testosteron juga berperan dalam fungsi seksual, seperti gairah seks, terjadinya ereksi, dan performa seksual. 

"Pria yang kadar testosteronnya normal biasanya akan mengalami ereksi spontan pada pagi hari," ujarnya.

Pada pasangan yang mengalami gangguan kesuburan, pemeriksaan pada pihak pria mencakup pemeriksaan sperma dan juga hormon testosteron.

Meski tidak sedang menjalani program kehamilan, pria muda yang mengalami gejala seperti libido turun, lelah kronis, atau sulit berotot, disarankan untuk melakukan pemeriksaan kadar testosteron.

"Pria yang selalu merasa kurang energi, gampang capek, tiap hari olahraga atau makan protein tapi pertumbuhan otot tidak ada, gangguan tidur, itu juga salah satu tanda penurunan testosteron," ujar dr.Ivonne.

Terapi untuk penurunan hormon

Penurunan testosteron pada usia muda adalah sesuatu yang tidak normal dan perlu investigasi menyeluruh untuk menemukan akar penyebabnya.

Ditekankan oleh dr.Ivonne, pengobatan untuk testosteron rendah harus di bawah pengawasan dokter.

"Tidak bisa sembarangan atau main asal suntik. Hormon ini tetap perlu disesuaikan dan dimonitoring secara ketat," imbuhnya.

Terapi pengganti hormon termasuk dalam layanan yang tersedia di Steros Men`s Health & Anti-Aging Clinic Jakarta. 

Terapi pengganti hormon testosteron (testosterone replacement therapy) merupakan terapi medis untuk menormalkan kadar testosteron pria yang didiagnosis rendah.

Dijelaskan oleh dr.Donny Firdaus, sebagai klinik yang menawarkan fasilitas antiaging pria, Steros menyediakan beberapa pilihan terapi TRT.

Walau begitu, terapi ini bukan tanpa efek samping. Menurut dr.Ivonne, penggunaan hormon testosteron tanpa pengawasan dokter bisa meningkatkan risiko keganasan atau kanker.

"Harus diberikan pada indikasi yang tepat, dengan dosis yang tepat, dan pemantauan ketat oleh dokter yang berpengalaman," katanya.

Tag:  #pola #hidup #sehat #turunkan #testosteron #pria #risiko #kesehatan #meningkat

KOMENTAR