Jangan Keliru, Ini Makna Child Grooming yang Tepat
Istilah child grooming semakin sering muncul di ruang publik setelah buku memoar berjudul Broken Strings karya Aurelie Moeremans viral di media sosial. Meski demikian istilah ini tidak jarang digunakan secara keliru hingga mengaburkan makna aslinya.
Para ahli mengingatkan bahwa kesalahan memahami istilah grooming bukan skadar masalah bahasa, melainkan berpotensi membahayakan upaya perlindungan anak dari kekerasan seksual.
Definisi child grooming menurut ahli
Jurnal Child Abuse & Neglect mendefinisikan child grooming sebagai proses manipulasi yang dilakukan secara sengaja dan bertahap untuk mempersiapkan anak agar mudah dieksploitasi, sekaligus mencegah korban mengungkapkan apa yang dialaminya.
Manipulasi tersebut menyaru dalam berbagai bentuk, seperti bujuk rayu, kemudian memberikan iming-iming kepada anak, oleh pelaku kekerasan seksual di berbagai lingkungan.
Proses ini mencakup pemilihan anak yang rentan, pembangunan kedekatan emosional, penciptaan kepercayaan, hingga dorongan perlahan terhadap batas fisik dan emosional korban.
Dengan kata lain, grooming bukan satu tindakan tunggal, melainkan rangkaian perilaku yang saling berkaitan.
Kenapa istilah grooming sering keliru dipahami?
Media Today mencatat bahwa istilah grooming kerap digunakan dalam konteks politik atau ideologi yang tidak berkaitan dengan kekerasan seksual anak.
Penggunaan istilah tersebut, menurut para ahli dan penyintas, justru berisiko mengaburkan makna grooming yang sebenarnya.
Grace French, penyintas kasus Larry Nassar, mengatakan kepada Today bahwa grooming adalah proses nyata yang berdampak panjang bagi korban, sehingga tidak bisa disamakan dengan perbedaan pandangan atau identitas.
Dampak dari penyalahgunaan istilah
Ilustrasi anak. Kesalahan memahami istilah grooming dapat mengaburkan tanda bahaya dan merugikan upaya perlindungan anak.
Psikolog klinis Jessica January Behr menjelaskan bahwa penggunaan istilah grooming secara sembarangan dapat membuat masyarakat kehilangan kepekaan terhadap tanda-tanda grooming yang sesungguhnya.
Ketika istilah ini dipakai untuk hal-hal yang tidak relevan, perhatian publik justru menjauh dari pola manipulasi yang benar-benar berbahaya.
Akibatnya, pelaku grooming bisa lebih mudah bersembunyi di balik relasi yang tampak normal dan tidak mencurigakan.
Grooming berbeda dari kedekatan yang sehat
Cleveland Clinic menegaskan bahwa tidak semua kedekatan antara orang dewasa dan anak merupakan grooming.
Relasi yang sehat bersifat terbuka, transparan, dan tidak mengisolasi anak dari lingkungan sekitarnya.
Sebaliknya, grooming selalu melibatkan unsur rahasia, ketimpangan kuasa, serta dorongan perlahan untuk melanggar batas.
Kenapa pemahaman yang tepat sangat penting?
GoodRX menekankan bahwa sebagian besar pelaku pelecehan seksual anak berasal dari lingkungan terdekat korban, bukan orang asing.
Kesalahan memahami grooming dapat membuat orang dewasa salah fokus, terlalu curiga pada relasi yang aman, tetapi justru mengabaikan pola manipulasi yang nyata.
Pemahaman yang tepat membantu orang dewasa mengenali tanda bahaya sejak awal tanpa menciptakan kepanikan atau stigma yang tidak perlu.
Perlindungan anak dimulai dari istilah yang benar
Para ahli sepakat bahwa child grooming adalah isu perlindungan anak, bukan alat untuk menyerang kelompok atau pandangan tertentu.
Menggunakan istilah grooming secara tepat menjadi langkah awal untuk melindungi anak, mendukung korban, dan mencegah manipulasi berkembang menjadi kekerasan.
Memahami makna grooming yang sebenarnya membantu masyarakat lebih waspada, lebih empatik, dan lebih siap bertindak ketika tanda-tanda bahaya mulai terlihat.