Zulhas Sebut Perkembangan Otak dan Tubuh Penerima MBG Bakal Diukur
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zukifli Hasan saat memimpin rapat koordinasi di kantornya, Jakarta, Kamis (29/1/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
15:08
29 Januari 2026

Zulhas Sebut Perkembangan Otak dan Tubuh Penerima MBG Bakal Diukur

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut, pemerintah bakal mengukur pertumbuhan otak hingga fisik anak penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG).

Zulhas mengatakan, pengukuran itu akan dilakukan satu tahun setelah anak-anak menerima MBG dari pemerintah.

“Nanti setelah satu tahun makan bergizi kita ukur ya, kita ukur kalau sebelum makan bergizi bagaimana fisiknya pertumbuhannya termasuk tentu pertumbuhan otak gitu,” kata Zulhas dalam Rapat Koordinasi di kantornya, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Baca juga: Dukung MBG, BNI Kucurkan Pinjaman Rp 1,5 Triliun untuk 577 Debitor

Pengukuran hasil manfaat MBG terhadap tumbuh kembang anak itu rencananya bakal dilakukan dalam waktu setiap tahun.

“Setelah satu tahun bagaimana, 2 tahun bagaimana, 3 tahun seperti apa, 4 tahun seperti apa dan seterusnya dan seterusnya,” lanjut Zulhas.

Ditemui usai rapat, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengkonfirmasi pemerintah bakal mengukur output atau dampak dari pemberian MBG kepada anak.

Pengukuran dampak MBG itu harus dilakukan lembaga independen.

Ia mencontohkan, pemerintahan Jepang mengukur fisik penerima manfaat program makan gratis.

Hasilnya, rata-rata tinggi badan orang Jepang dari tahun 1940 ke 2000-an mengalami perbedaan yang sangat signifikan.

“Akibat peningkatan kualitas gizi Jadi bukan hanya potensi genetik, tapi juga kualitas gizi Nah Indonesia akan seperti itu,” ujar Dadan.

Baca juga: Ultrajaya Tanam Investasi Rp 1,14 Triliun untuk Pasokan Susu MBG

Tidak hanya fisik, pemerintah juga akan mengukur dampak MBG terhadap perkembangan otak melalui tes potensi akademik maupun tes intelligence quotient (IQ).

“Pasti (ada tes IQ),” tutur Dadan.

60 Juta Penerima MBG

Program MBG menjadi salah satu program andalan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Zulhas melaporkan, sampai hari ini MBG telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat.

“Penerima manfaat sudah lebih dari 60 juta, lebih sedikit. 60 juta jadi sudah tembus angka 60 juta,” kata Zulhas.

Zulhas juga memamerkan program MBG dari Prabowo telah membuka 22.091 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

MBG juga telah mempekerjakan hampir satu juta orang dengan rincian 32.000 pegawai SPPG yang kini tengah diproses menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan 924.424 tenaga kerja langsung.

“Supplier 68.551. Saudara tahu dong satu supplier itu kan UMKM berapa itu yang kerja di situ? Paling nggak 20, 30 (orang) lagi kan,” tutur Zulhas.

Tag:  #zulhas #sebut #perkembangan #otak #tubuh #penerima #bakal #diukur

KOMENTAR