MSCI 'Sentil' BEI, Purbaya: Sudah Saya Ingatkan soal Saham Gorengan
- Menkeu sebut anjloknya IHSG hanya faktor teknis MSCI dan koreksi saham gorengan.
- OJK berkomitmen perbaiki transparansi bursa demi pertahankan status indeks global.
- Fondasi ekonomi solid, Menkeu optimis Indonesia mampu tumbuh hingga 6 persen.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi santai koreksi tajam yang menimpa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama dua hari terakhir.
Menurutnya, pelemahan tersebut bukan mencerminkan kondisi ekonomi nasional, melainkan murni akibat masalah teknis terkait pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) serta eksistensi saham "gorengan" yang masih menghantui bursa.
Purbaya memastikan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di bawah kepemimpinan Mahendra Siregar akan segera membenahi catatan kritis dari MSCI. Sebagaimana diketahui, MSCI menyoroti isu transparansi dan penilaian free float pada saham-saham di Indonesia.
"Kekurangan yang disebutkan MSCI akan diperbaiki Pak Mahendra. Saya yakin kita tidak akan turun kelas ke frontier level karena fondasi ekonomi kita sangat bagus," ujar Purbaya di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (29/1/2026).
Di tengah tekanan pasar modal, Menkeu tetap percaya diri terhadap ketahanan ekonomi domestik. Ia menegaskan bahwa guncangan ini bersifat sementara (shock temporer). Bahkan, Purbaya optimistis ekonomi Indonesia mampu menyentuh level pertumbuhan 6%.
Meski optimistis, Purbaya memberikan peringatan keras kepada otoritas bursa untuk lebih tegas dalam membersihkan pasar dari praktik saham gorengan. Ia menilai, kejatuhan saham-saham spekulatif seharusnya tidak membuat investor panik selama mereka memegang saham dengan fundamental kuat.
"Kalau yang jatuh saham-saham gorengan, kan sudah saya ingatkan dari dulu. Bersihkan bursa! Tapi untuk saham bluechip, kenaikannya kan belum terlalu tinggi. Kalau Anda takut, lari saja ke situ (bluechip)," tuturnya memberikan saran bagi para investor.
Tag: #msci #sentil #purbaya #sudah #saya #ingatkan #soal #saham #gorengan