8 Keunggulan Generasi 70 hingga 80-an yang Jarang Dimiliki oleh Generasi Sekarang
Ilustrasi generasi 70 hingga 80-an (freepik )
11:28
13 Januari 2026

8 Keunggulan Generasi 70 hingga 80-an yang Jarang Dimiliki oleh Generasi Sekarang

 - Generasi kelahiran tahun 70 hingga 80-an tumbuh dalam dunia yang sangat berbeda dengan kehidupan saat ini.

Mereka menghadapi segala hal dengan cara yang lebih sederhana, tanpa bantuan teknologi modern yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup kita.

Setiap pengalaman, tantangan, dan keputusan yang mereka jalani membentuk dari cara pandang dan karakter mereka secara unik.

Tidak ada jalan pintas atau jawaban instan, karena semuanya harus dihadapi dan diselesaikannya secara mandiri.

Kondisi kehidupan yang seperti inilah yang membedakan mereka dari generasi sekarang, sekaligus meninggalkan jejak kepribadian yang kuat.

Dilansir dari laman Global English Editing pada Selasa (13/1), berikut merupakan 8 keunggulan yang dimiliki oleh generasi 70 hingga 80-an yang jarang dimiliki oleh generasi sekarang.

1. Belajar Mandiri Sejak Kecil

Orang-orang yang tumbuh pada era 1970 sampai 1980-an cenderung terbiasa menghadapi berbagai situasi tanpa bantuan instan.

Pada masa itu, anak-anak sering diberi tanggung jawab sederhana namun nyata, seperti pergi ke toko, mengurus keperluan sendiri, atau menyelesaikan masalah tanpa langsung bergantung pada orang tua.

Kebiasaan ini membentuk kemandirian yang kuat karena mereka belajar berpikir, mengambil keputusan, dan menanggung akibat dari pilihannya sendiri.

Tanpa sadar, hal ini menanamkan rasa percaya diri bahwa mereka mampu menghadapi tantangan hidup secara mandiri, bahkan dalam kondisi yang tidak ideal sekali pun.

2. Belajar Bersabar dan Menunggu

Di masa tersebut, hampir semua hal membutuhkan waktu dan proses. Untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan, seseorang harus menabung, menunggu, dan berusaha secara konsisten.

Tidak ada fasilitas serba cepat seperti saat ini. Kondisi inilah yang melatih kesabaran dan ketekunan, karena mereka terbiasa memahami bahwa hasil yang baik tidak datang secara instan.

Kebiasaan menunda kepuasan ini sangat berpengaruh dalam kehidupan dewasa, terutama dalam membangun karier, menjaga hubungan, dan mencapai tujuan jangka panjang.

3. Membangun Hubungan yang Tulus

Interaksi sosial pada masa itu dilakukan secara tatap muka dan penuh keterlibatan emosional.

Pertemuan dengan teman atau keluarga dilakukan secara langsung, tanpa perantara teknologi digital. Hal ini membuat setiap percakapan terasa lebih bermakna dan mendalam.

Generasi 70 hingga 80-an cenderung belajar membaca ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan intonasi suara, sehingga kemampuan berkomunikasi mereka cenderung berkembang dengan baik.

Selain itu, komitmen terhadap janji menjadi hal yang penting karena membatalkan pertemuan bukanlah perkara yang mudah. Hubungan yang terjalin pun cenderung lebih kuat dan berlandaskan pada kepercayaan.

4. Mental yang Kuat dari Pengalaman Nyata

Anak-anak pada masa itu cenderung terbiasa menghadapi kritik, kegagalan, dan ketidaknyamanan secara langsung. Tidak ada upaya yang berlebihan untuk melindungi perasaan mereka dari kenyataan hidup.

Saat gagal, mereka harus menerima dan belajar dari pengalaman tersebut. Pola asuh dan lingkungan seperti inilah yang membentuk mental mereka yang kuat dan tahan banting.

Mereka memahami bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses belajar. Sikap inilah yang membuat mereka lebih siap menghadapi tekanan dan tantangan di dunia nyata.

5. Kemampuan Fokus dan Konsentrasi yang Tinggi

Tanpa gangguan dari perangkat digital, orang-orang yang terlahir di tahun 70 hingga 80-an cenderung terbiasa melakukan satu aktivitas dalam satu waktu dengan penuh perhatian.

Kegiatan seperti belajar, membaca, atau mengerjakan tugas dilakukan dengan fokus yang utuh. Kondisi lingkungan yang minim distraksi ini melatih kemampuan konsentrasi mereka dalam jangka waktu yang panjang.

Akibatnya, mereka memiliki kebiasaan bekerja secara mendalam dan teliti, yang sangat berguna dalam menyelesaikan pekerjaan dan mengambil keputusan penting di kemudian hari.

6. Belajar Memecahkan Masalah Sendiri

Karena keterbatasan akses informasi, setiap masalah harus dihadapi dengan usaha sendiri.

Individu kelahiran tahun 70 hingga 80-an terbiasa mencoba berbagai cara, belajar dari kesalahan, dan terus berusaha hingga menemukan solusi.

Proses ini akan melatih kreativitas, ketekunan, dan kemampuan berpikir kritis mereka. Pengalaman memecahkan masalah secara langsung juga membuat mereka jadi lebih menghargai proses, bukan hanya hasil akhirnya saja.

Hal ini akan membentuk pribadi mereka yang tidak mudah menyerah dan mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi.

7. Mengenal Diri dan Percaya Diri

Tanpa adanya media sosial, penilaian terhadap diri sendiri tidak bergantung pada pengakuan publik atau validasi dari orang lain.

Generasi 70 hingga 80-an cenderung belajar mengenali diri sendiri melalui pengalaman nyata dan interaksi sosial sscara langsung. Kesalahan, kekurangan, dan kelebihan diterima sebagai bagian dari diri sendiri.

Proses ini membentuk identitas yang lebih stabil dan kepercayaan diri yang tidak mudah goyah oleh pendapat orang lain. Mereka cenderung lebih nyaman dengan dirinya sendiri apa adanya.

8. Bijak Mengatur Uang Sejak Dini

Keterbatasan ekonomi yang nyata mengajarkan pentingnya mengatur keuangan dengan bijak.

Uang dipahami sebagai sesuatu yang bernilai dan terbatas, sehingga setiap pengeluaran perlu dipertimbangkan dengan matang.

Kebiasaan menabung, hidup sederhana, dan membedakan antara kebutuhan dan keinginan cenderung tertanam sejak dini dalam diri mereka.

Pola pikir ini membentuk sikap finansial yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan hingga usia dewasa.

Editor: Novia Tri Astuti

Tag:  #keunggulan #generasi #hingga #yang #jarang #dimiliki #oleh #generasi #sekarang

KOMENTAR