Pemerintah Mau Valuasi Harga Saham Murni Dibentuk Pasar
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, ketika ditemui di Menara IDN HQ, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026)(KOMPAS.com/SUPARJO RAMALAN)
18:16
1 Februari 2026

Pemerintah Mau Valuasi Harga Saham Murni Dibentuk Pasar

Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani berharap valuasi harga saham di pasar modal Indonesia bisa terus meningkat secara murni atau bukan gorengan.

Pernyataan itu Rosan sampaikan dalam konferensi pers usai Dialog Pelaku Pasar Modal di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Minggu (1/2/2026).

“Kita mengharapkan tentunya nilai dari market kapitalisasi kita, market kita ini terus berkembang. Valuasi dari pasar dari harga saham kita juga terus meningkat, tetapi murni benar-benar dari pembentukan harga pasar,” kata Rosan, Minggu.

Baca juga: DPR Tegaskan Stabilitas OJK dan BEI di Tengah Dinamika Pasar

Isu yang mengguncang pasar modal Indonesia beberapa hari terakhir menjadi perhatian utama pemerintah.

Menurutnya, pemerintah ingin semua pihak betul-betul menjaga pasar modal Indonesia agar tidak hanya menjadi tempat transaksi yang besar namun juga berkualitas. transparan, dan bisa dipercaya dengan akuntabilitas tinggi.

“(Kita menjaga) semua harga pembentukan di dalam pasar modal ini murni adalah pembentukan dari demand dan supply yang ada yang masuk ke dalam pasar modal kita,” ujar Rosan.

Menurut Rosan, berapapun valuasi harga saham selama nilai itu terbentuk dari pasar secara murni tidak akan pernah menjadi masalah.

Sebab, ketika harga saham dibentuk pasar, likuiditas tidak akan menjadi persoalan atau isu dalam waktu kedepan.

Investor dalam negeri maupun luar negeri bisa mengetahui harga saham yang naik dan turun secara murni dan dibentuk oleh pasar sehingga bisa mengambil sikap untuk berinvestasi atau menarik kembali sahamnya.

“Mereka bisa keluar juga pada saat knowing bahwa likuiditas kita adalah likuiditas yang ada karena harga-harga yang dibentuk adalah harga-harga yang murni dari demand dan supply,” tutur Rosan.

Untuk mewujudkan pasar modal yang baik sangat membutuhkan peran penting Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).

Ia menegaskan, menjaga iklim bursa agara bisa terus tumbuh dari sisi kualitas merupakan kepentingan semua pihak.

“Nah oleh sebab itu kami melihat justru dengan adanya perkembangan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini, ini menjadi momentum yang sangat baik untuk kita meningkatkan sekarang kualitas, transparansi, akuntabilitas dari bursa kita, yang memang saya bilang is long overdue,” tutur Rosan.

Sebelumnya, pasar modal Indonesia terguncang setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rontok hingga diterapkan trading halt.

MSCI atau Morgan Stanley Capital International, sebagai lembaga penyedia indeks global menerbitkan regulasi baru dan mengoreksi IHSG Indonesia.

Selain itu, struktur kepemilikan saham di Indonesia dinilai kurang transparan hingga muncul dugaan praktik perdagangan terkoordinasi yang mengganggu pembentukan harga wajar.

Temuan itu menjadi dasar peringatan MSCI. Indonesia lalu diberi waktu hingga Mei untuk membenahi persoalan tersebut.

Peringatan MSCI tersebut membuat status Indonesia berisiko turun dengan skenario terburuk dari pasar negara berkembang menjadi pasar negara perbatasan.

Hal ini membuat pasar panik dan IHSG anjlok hingga 16,7 persen.

Di tengah gonjang ganjing itu, Direktur Utama BEI, Iman Rachman dengan alasan bentuk tanggung jawab.

Selang beberapa waktu kemudian, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK) Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon I. B. Aditya Jayaantara juga mengundurkan diri.

Baca juga: Di Balik Aksi Mundur Serentak Bos BEI-OJK, Perbaikan IHSG Diharap Tak Bermuatan Politis

Tag:  #pemerintah #valuasi #harga #saham #murni #dibentuk #pasar

KOMENTAR