Tanda dan Gejala Peter Pan Syndrome yang Perlu Diwaspadai, Cenderung Menghindari Tekanan
- Menjalani kehidupan sebagai orang dewasa memang tidak selalu mudah. Tuntutan pekerjaan, hubungan, hingga tanggung jawab finansial kerap memicu stres dan kelelahan emosional.
Namun, pada sebagian orang, tantangan tersebut bukan sekadar terasa berat, melainkan seperti sesuatu yang terus dihindari. Kondisi ini kerap dikaitkan dengan Peter Pan Syndrome (PPS), sebuah istilah untuk menggambarkan orang dewasa yang kesulitan untuk tumbuh dewasa.
Istilah Peter Pan Syndrome diambil dari tokoh fiksi Peter Pan, anak laki-laki ajaib yang tidak pernah menua, ciptaan J.M. Barrie pada tahun 1902, disadur dari Cleveland Clinic, Minggu (1/2/2026).
Baca juga: Mengenal Peter Pan Syndrome, Ketika Orang Dewasa Menolak Menjadi Dewasa
"Seperti Peter Pan, individu-individu ini mengalami kegagalan untuk meluncur ke fase dewasa, atau penolakan untuk tumbuh dewasa," kata psikoterapis di Cleveland Clinic Kanada, Natacha Duke, RP.
Orang-orang dengan PPS cenderung menolak tanggung jawab, menghindari komitmen, dan kesulitan bersikap dewasa dalam berbagai aspek kehidupan. Mereka juga cenderung menampilkan berbagai perilaku sosial, pola pikir, dan sifat yang dianggap tidak matang.
Dalam banyak kasus, mereka kesulitan berkomitmen, mempertahankan pekerjaan, menjalankan tanggung jawab sehari-hari, serta menentukan arah hidup yang jelas dan bermakna.
Salah satu cara mengenalinya adalah dengan memahami tanda peringatan dan gejala yang muncul dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hubungan dan dunia kerja.
Belum lama ini, setelah lepas dari rehabilitasi, Onadio Leonardo atau yang kerap disapa Onad mengakui dirinya memiliki Peter Pan Syndrome.
Tanda peringatan dan gejala Peter Pan Syndrom
Pola asuh permisif dan terlalu protektif bisa menjadi faktor yang berkontribusi pada PPS, menurut sebuah penelitian berjudul "Overprotecting Parents Can Lead Children to Develop 'Peter Pan Syndrom'", dipublikasi pada tahun 2007.
Pola asuh permisif bisa membuat anak kesulitan mempelajari tentang pentingnya batasan yang sehat, sedangkan pola asuh terlalu melindungi atau helicopter parenting bisa membuat anak kesulitan mengurus diri sendiri di beberapa aspek saat dewasa nanti.
Baca juga: Lansia Rentan Terkena Post Power Syndrome, Apa Itu?
Terlepas dari faktor penyebabnya, inti dari pola perilaku ini adalah kesulitan dalam toleransi terhadap tekanan emosional, atau kemampuan untuk menahan perasaan tidak nyaman.
“Perasaan tidak nyaman ini bisa berkaitan dengan kecemasan, kesedihan, kesepian, atau bahkan ketika kita sedang dikritik,” ungkap Duke.
Pada orang dengan Peter Pan Syndrome, toleransi terhadap tekanan sangat rendah. Inilah yang membuat mereka menghindari situasi tertentu karena ada kecenderungan tidak mampu menahan, atau mentoleransi, perasaan sulit tersebut.
Masalah perilaku yang terkait Peter Pan Syndrome juga sering muncul dalam hubungan pribadi dan lingkungan kerja.
Tanda dalam hubungan
Pada tahap awal hubungan, orang-orang dengan Peter Pan Syndrome bisa menarik banyak perhatian karena karisma, semangat petualangan, dan pola hidup spontan tanpa rencana.
Mereka menyenangkan untuk diajak bergaul, dan seru untuk diajak mencoba aktivitas baru. Sifat kekanak-kanakan mereka juga terasa menggemaskan.
Di permukaan, terasa wajar membantu mereka saat sedang kesulitan, atau mendukung mereka ketika mereka mengalami masalah dengan pekerjaan, keluarga, atau tanggung jawab orang dewasa lainnya.
Sering kali, orang dengan sindrom ini memang meminta bantuan untuk hal-hal tersebut karena toleransi tekanan mereka rendah.
Namun, jika seseorang membiarkan perilaku itu dengan mengambil alih tanggung jawab tersebut, hubungan bisa berubah menjadi saling ketergantungan.
“Tetapi, yang biasanya terjadi seiring waktu dalam hubungan ini adalah orang yang mendukung individu dengan PPS, sampai pada titik di mana mereka berkata, ‘cukup sudah,’” kata Duke.
“Orang dengan PPS terlalu bergantung pada pasangannya untuk menangani tugas-tugas sulit seperti menulis resume, membayar tagihan, atau mencari pekerjaan. Itu bisa dengan cepat membuat pasangan pendukung merasa lelah," sambung dia.
Saat konflik muncul, atau orang dengan Peter Pan Syndrome ditegur soal kurangnya kedewasaan mereka, bahkan percakapan yang sehat dan produktif pun bisa sulit terjadi.
Duke mengungkapkan, ada banyak kecenderungan untuk menyalahkan orang lain atas kekurangan atau perilaku mereka, dan kurangnya wawasan diri.
Baca juga: Fenomena From Zero to Hero Syndrome, Ketika Perempuan Menemani dari Nol Lalu Dilupakan
"Tanpa kemampuan mentoleransi tekanan, sangat sulit bagi mereka untuk mendengar kritik. Dan karena itu, menjadi sangat sulit untuk mereka melakukan penyelesaian konflik secara dewasa," ujar dia.
Karena hal ini, kamu mungkin melihat orang dengan Peter Pan Syndrome berpindah dari satu hubungan ke hubungan lain dalam waktu singkat. Menghilang begitu saja dari hubungan juga umum terjadi.
Tanda di tempat kerja
Karena kurangnya komitmen, orang dengan Peter Pan Syndrome sering bermasalah dalam pekerjaan, dan kesulitan menghadapi otoritas. Bahkan memulai proses lamaran kerja pun bisa terasa sulit.
Jika mereka sudah bekerja, lalu menghadapi konflik, mereka mungkin meninggalkan pekerjaan begitu saja dan pindah ke pekerjaan berikutnya tanpa mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka.
“Bagian dari menjadi dewasa adalah menerima bahwa ada hal-hal dalam hidup yang sangat membosankan. Terkadang, kamu harus pergi bekerja meskipun kamu tidak mau. Orang dengan sindrom ini tidak menerima hal tersebut,” ungkap Duke.
Kapan perlu mencari bantuan
Jika kamu diberi tahu bahwa kamu kesulitan tumbuh dewasa atau memikul tanggung jawab, atau kamu merasa hubunganmu meregang, mungkin sudah waktunya berbicara dengan terapis.
Terapis dapat membantumu menavigasi area kehidupan ini, serta meningkatkan pemahaman diri, keterampilan interpersonal, dan kemampuan berpikir kritis.
Baca juga: Depleted Mother Syndrome, Saat Ibu Terlihat Kuat tapi Sebenarnya Kelelahan
Tag: #tanda #gejala #peter #syndrome #yang #perlu #diwaspadai #cenderung #menghindari #tekanan