Mengenal Apa Itu Lucid Dream dan Bagaimana Mendapatkannya?
Ilustrsi mimpi(iStockphoto/Khosrork)
09:25
12 Januari 2026

Mengenal Apa Itu Lucid Dream dan Bagaimana Mendapatkannya?

- Banyak orang pernah mengalami momen unik ketika mereka menyadari sepenuhnya bahwa peristiwa yang sedang dialami hanyalah sebuah mimpi, alias bunga tidur.

Fenomena bernama lucid dream ini dipercaya tidak hanya membuat seseorang sadar bahwa dirinya sedang bermimpi, tetapi juga mengendalikan bagaimana mimpi itu berjalan.

Fenomena ini sudah ada sejak lama, tetapi mulai naik daun ketika film horor besutan James Wan, Insidious 1, tayang di layar lebar secara global 16 tahun lalu.

Lucid dream dikaitkan dengan astral projection, yaitu kemampuan seseorang untuk "memisahkan" jiwa dari tubuh fisiknya saat tidur, agar mereka bisa "jalan-jalan", seperti yang dilakukan oleh karakter bernama Dalton Lambert, diperankan oleh Ty Simpkins, dalam film tersebut. Benarkah?

Mengenal lucid dream

Apa itu lucid dream?

Spesialis gangguan tidur Alicia Roth, PhD, menerangkan, lucid dream adalah ketika kamu secara sadar menyadari bahwa kamu berada di dalam mimpi.

"Jenis mimpi ini paling umum terjadi selama tidur REM (rapid eye movement), yaitu ketika otak mengalami peningkatan aktivitas selama tidur nyenyak," terang Roth, dilansir dari Cleveland Clinic, Sabtu (10/1/2026).

Keadaan ketika kesadaran meningkat ini terkadang memungkinkanmu untuk mengendalikan alur cerita mimpi, sehingga kamu bisa mengalami kreativitas dan eksplorasi yang tidak tertandingi.

Sekitar 50 persen populasi dunia mengalami lucid dream. Namun, masih sedikit yang diketahui tentang orang-orang yang mengklaim memiliki kemampuan untuk mengendalikan atau memanipulasi mimpi.

"Baik itu lucid dream, mimpi biasa, atau mimpi uruk, bermimpi adalah hal yang sangat sulit untuk diukur secara obyektif," terang Roth.

Namun, ada beberapa cara untuk mengetahui kapan seseorang berada dalam fase tidur REM. Jika mereka diamati dalam studi tidur atau dengan pemindai RMI, perubahan otak akan terlihat.

Meski demikian, para peneliti tetap tidak bisa secara tepat mengetahui kapan seseorang benar-benar bermimpi.

Penyebab lucid dream

Gangguan atau kelainan tidur yang memengaruhi tidur REM dapat meningkatkan frekuensi lucid dream. Orang-orang dengan narkolepsi, misalnya, lebih sering mengalami lucid dream.

Beberapa penelitian menunjukkan, sering terjadinya lucid dream bahkan mungkin disebabkan oleh peningkatan aktivitas antara area otak yang biasanya idnonaktifkan selama tidur.

Area-area tersebut bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan dan persepsi sensorik.

Ini tertera dalam penelitian bertajuk "Frequent Lucid Dreaming Associated with Increased Functional Connectivity Between Frontopolar Cortex and Temporoparietal Association Areas" karya Benjamin Baird, Anna Castelnovo, Olivia Gosseries, dan Guilio Tononi pada 2018.

"Tidur REM adalah saat mimpi paling jelasmu terjadi, dan ini adalah waktu yang sangat aktif bagi otakmu. Jika kamu melakukan studi tidur, aktivitas otak selama tidur REM sangat mirip dengan aktivitas otak saat terjaga," jelas Roth.

Penelitian lebih lanjut memang diperlukan untuk menentukan penyebab pasti lucid dream.

Namun, ada penelitian bertajuk "Dream Recall Frequency, Lucid Dream Frequency, and Personality Durint the Covid-19 Pandemic" dari Michael Schredl, Anellka Remedios, Silvia Marin-Dragu, Sana Sheikh, Alyssa Forbes, Ravishankar Subramani Jyer, Matt Orr, dan Sandra Meier pada 2022.

Penelitian tersebut mengungkapkan, seseorang lebih mungkin mengalami lucid dream jika:

  • Terbuka terhadap pengalaman baru dan gagasan tentang lucid dream.
  • Selaras dengan emosi.
  • Mampu mengingat mimpi dengan lebih efektif.
  • Lebih mungkin memiliki suasana hati positif di siang hari.
  • Kreatif dan intuitif.

Apakah lucid dream berbahaya?

Sejauh ini, belum ada cukup bukti ilmiah untuk mengatakan bahwa lucid dream bisa membahayakan kesehatan.

Akan tetapi, mengganggu tidurmu untuk memicu lucid dream dapat menyebabkan kekurangan tidur, serta masalah terkait kewaspadaan, ingatan, stres, tekanan darah tinggi, dan diabetes.

Lebih lanjut, orang-orang dengan kondisi kesehatan mental terkait dengan delirium dan halusinasi, seperti psikosis, mungkin juga mengalami kesulitan yang lebih besar dalam memahami perbedaan antara lucid dream dan realita.

Manfaat lucid dream

Terlepas dari dampak melakukan lucid dream, beberapa penelitian mengungkapkan manfaatnya dalam membantu beberapa hal.

Di antaranya adalah mengurangi tingkat keparahan kecemasan dan depresi, mengurangi frekuensi mimpi buruk, dan meningkatkan ketermapilan motorik dan kinerja.

Dalam konteks klinis, lucid dream terkadang merupakan hasil dari teknik untuk membantu orang yang mengalaim mimpi buruk, yang disebut terapi latihan imajinasi atau imagery rehearsal therapy (IRT).

Roth menerangkan, praktik ini melibatkan penggunaan imajinasi terpandu dan penulisan ulang narasi mimpi buruk.

"Kami menggunakan imajinasi terpandu yang menyenangkan, untuk mengajarimu cara menggabungkan kelima indera, bakhan brefokus pada menciptakan adegan dari sesuatu yang kamu sukai saat kamu terjaga," tutur dia.

Begitu kamu mulai mempraktikkannya di siang hari dan sebelum tidur, terkadang ini dapat memengaruhi mimpimu atau mencegahmu mengalami mimpi buruk.

Saat kamu terjaga, seorang terapis akan membantumu mengidentifikasi titik di mana mimpimu cenderung menjadi kacau, dan membantumu menyusun ulang narasi mimpi tersebut.

"Ketika kamu melatih mimpi yang telah disusun ulang di dalam pikiranmu sepanjang hari, kamu dapat membuat otak mengaturnya dengan cara yang bermanfaat ketika kamu kembali tidur," kata Roth.

Tag:  #mengenal #lucid #dream #bagaimana #mendapatkannya

KOMENTAR