Dari Atlet ke Yoga, Cara Amir Madison Turun BB 18 Kilogram Tanpa Diet
Amir Madison tidak pernah membayangkan bahwa yoga justru menjadi kunci perubahan besar dalam hidupnya setelah pensiun dari sepak bola profesional.
Saat masih aktif bermain sepak bola Amerika, Madison terbiasa mengisi tubuhnya dengan makanan berat berkalori tinggi demi mengejar performa maksimal di lapangan.
Meski secara fisik terlihat prima, Madison mengaku tubuhnya terasa tidak nyaman dan terbebani dengan berat badan yang kala itu mencapai sekitar 100 kilogram.
“Saya fit untuk sepak bola, tapi jujur saja, saya tidak merasa nyaman di tubuh sendiri,” kata Madison seperti dikutip dari Men’s Health.
Cedera dan awal pencarian jalan baru
Sejumlah cedera yang ia alami membuat Madison mulai mempertanyakan pola latihan dan gaya hidup yang selama ini dijalaninya.
Ia ingin tubuhnya lebih fleksibel, seimbang, dan sehat secara menyeluruh, bukan sekadar kuat untuk bertanding.
Pencarian tersebut membawanya pada yoga, sebuah praktik yang sama sekali berbeda dari dunia olahraga keras yang biasa ia jalani.
Setelah resmi pensiun pada 2014, Madison mulai menekuni yoga secara serius dan menjadikannya bagian dari rutinitas harian.
Ia tidak hanya berlatih gerakan fisik, tetapi juga mendalami pernapasan dan meditasi sebagai cara mendengarkan kebutuhan tubuh dan pikirannya.
“Yoga mengajarkan saya untuk berhenti memaksa tubuh dan mulai merawatnya,” ujarnya.
Pola makan ikut berubah secara alami
Pensiun dari sepak bola justru membuka jalan baru bagi Amir Madison untuk menemukan tubuh yang lebih sehat lewat yoga dan perubahan gaya hidup.
Perubahan gaya hidup tersebut perlahan memengaruhi pola makan Madison yang sebelumnya sangat bergantung pada daging dan makanan berat.
Seiring mendalami yoga, tubuhnya justru menginginkan makanan yang lebih ringan dan berbasis nabati.
Ia kemudian beralih ke pola makan dominan plant-based dengan fokus pada makanan utuh dan kaya nutrisi.
Turun sekitar 18 kilogram tanpa terobsesi timbangan
Menariknya, penurunan berat badan bukanlah target utama dalam perjalanan Madison. Ia hanya ingin merasa lebih baik, lebih ringan, dan lebih seimbang di tubuhnya sendiri.
Kini, berat badannya berada di kisaran 84 kilogram, atau turun sekitar 18 kilogram dibanding masa aktif sebagai atlet.
Menurut Cori Ritchey, Certified Strength and Conditioning Specialist, kontributor kebugaran Men’s Health, pendekatan yang tidak terpaku pada angka timbangan cenderung lebih bertahan lama.
“Ketika seseorang fokus pada kesehatan menyeluruh, mulai dari aktivitas fisik, pola makan, hingga kesehatan mental, perubahan berat badan biasanya mengikuti dengan sendirinya,” jelas Ritchey.
Aktif bergerak tanpa bosan
Saat ini, Madison mengombinasikan yoga dengan latihan kekuatan, bersepeda, dan hiking agar tubuh tetap aktif tanpa terasa monoton.
Variasi aktivitas tersebut membantunya menjaga motivasi sekaligus mencegah cedera akibat gerakan berulang.
Bagi Madison, perubahan terbesar bukan soal berat badan, melainkan cara pandang terhadap kesehatan.
Ia ingin orang lain memahami bahwa diet dan penurunan berat badan bisa terjadi secara alami ketika tubuh, pikiran, dan gaya hidup dirawat dengan seimbang.
Tag: #dari #atlet #yoga #cara #amir #madison #turun #kilogram #tanpa #diet