6 Tips agar Tidak Stress Bekerja Setelah Liburan, Mulai secara Perlahan
Ilustrasi stres di kantor.(FREEPIK)
19:05
5 Januari 2026

6 Tips agar Tidak Stress Bekerja Setelah Liburan, Mulai secara Perlahan

- Liburan sering kali menjadi jeda yang sangat dibutuhkan dari tekanan pekerjaan sehari-hari. Beberapa hari menikmati waktu luang, bepergian, atau sekadar beristirahat di rumah mampu mengembalikan energi mental dan emosional. 

Akan tetapi, perasaan rileks itu tak jarang langsung sirna ketika kembali membuka email kantor dan melihat tumpukan tugas yang menanti.

Fenomena ini kerap disebut sebagai post-vacation blues, kondisi ketika seseorang merasa cemas, kewalahan, bahkan stres setelah kembali bekerja. 

Tips agar Tidak Stres Kembali Kerja Setelah Libura

Berikut enam saran dari para ahli agar kamu tidak stres saat kembali masuk kerja setelah liburan, seperti disadur dari HuffPost, Senin (5/1/2026).

1. Tidak masalah jika kamu tak membalas semua pesan sekaligus

Salah satu sumber stres terbesar setelah liburan adalah tekanan untuk segera membalas semua pesan dan email yang masuk. 

Padahal, menurut time management coach Anna Dearmon Kornick, hal itu justru memperbesar rasa kewalahan.

“Salah satu hal terpenting yang saya lakukan sebelum liburan adalah memasang out-of-office message yang sangat jelas, bukan sekadar memberi tahu tanggal ketidakhadiran,” ujar Kornick.

Ia menjelaskan, pesan otomatis yang detail membantu mengatur ekspektasi orang lain mengenai kapan mereka akan menerima balasan. 

Dengan begitu, saat kembali bekerja, kamu tidak diburu oleh pesan berulang dari orang yang sama dan bisa memprioritaskan tugas berdasarkan urgensi dan kepentingannya.

2. Ambil satu hari ekstra untuk menyesuaikan diri

Bagi sebagian orang, kembali bekerja tepat sehari setelah liburan berakhir terasa terlalu mendadak. Time management coach Pamela A. Reed menyarankan untuk mengambil satu hari tambahan sebelum kembali ke kantor.

“Biasanya saya mengambil satu hari libur ekstra hanya untuk menyesuaikan diri dengan kenyataan bahwa saya akan kembali bekerja,” kata Reed.

Pada hari transisi ini, Reed menyarankan membuat daftar tugas secara perlahan tanpa tekanan. Setelah itu, barulah tugas-tugas tersebut dipilah berdasarkan prioritas, apakah harus diselesaikan hari itu juga atau masih bisa ditunda.

3. Kerjakan daftar tugas yang sudah dibuat

Masuk kerja tanpa rencana sering kali memicu kepanikan. Maka dari itu, business coach Katie Wussow menyarankan untuk membuat to-do list bahkan sebelum liburan dimulai.

“Saya selalu membuat daftar tugas untuk minggu pertama setelah kembali dari liburan. Ini membantu pikiran benar-benar beristirahat karena saya tahu sudah punya rencana,” ujar Wussow.

Ia juga menyarankan agar daftar tersebut dikomunikasikan dengan atasan atau rekan kerja, sehingga semua pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai prioritas pekerjaan setelah liburan.

4. Mulai dari tugas kecil

Menumpuknya pekerjaan sering kali membuat seseorang merasa kehilangan kendali. Productivity coach Samphy Y menyarankan untuk mengembalikan rasa kontrol dengan memulai dari tugas-tugas kecil.

“Saya biasanya mengerjakan tugas yang bisa diselesaikan kurang dari lima menit terlebih dahulu,” kata Samphy.

Ia menggunakan metode Eisenhower Matrix untuk memilah tugas berdasarkan tingkat urgensi dan kepentingan. Caranya dengan menjadwalkan tugas besar secara khusus di kalender, sementara tugas yang bisa didelegasikan diserahkan kepada orang lain. 

Mengerjakan pekerjaan yang besar di har pertama kerja bisa membuat kamu kewalahan dan rentan stres.

5. Memulai secara perlahan itu wajar

Ekspektasi untuk langsung produktif seperti sebelum liburan sering kali tidak realistis. Productivity consultant Rashelle Isip mengingatkan, proses kembali ke ritme kerja juga membutuhkan waktu.

“Saya selalu mengingatkan diri sendiri bahwa butuh beberapa hari untuk benar-benar rileks saat liburan, jadi wajar jika butuh beberapa hari juga untuk kembali ke rutinitas kerja,” terang dia.

Isip juga menyarankan untuk menuliskan pikiran di atas kertas dan membaca email secara sekilas terlebih dahulu tanpa langsung bertindak, agar mendapatkan gambaran besar tanpa merasa terintimidasi.

6. Tandai semua email sebagai ‘read’ untuk meredakan kecemasan

Bagi sebagian orang, melihat puluhan email yang belum dibaca bisa langsung memicu stres. Penulis dan editor senior Vox, Rachel Wilkerson Miller memilih cara yang cukup ekstrem namun efektif.

“Saya langsung menandai semua email sebagai ‘read’ untuk menghilangkan rasa panik bahwa semuanya harus dikerjakan sekarang juga,” pungkas Miller.

Setelah itu, ia membaca kembali email-email tersebut dengan tempo yang lebih tenang dan fokus pada hal-hal yang benar-benar mendesak. Menurutnya, liburan tidak seharusnya ditebus dengan kepanikan di hari pertama kerja.

Melalui strategi yang tepat, kembali bekerja setelah liburan tidak harus menjadi sumber stres. 

Memberi waktu untuk beradaptasi, mengelola ekspektasi, dan menyusun prioritas secara realistis justru bisa membuat energi positif dari liburan bertahan lebih lama.

Tag:  #tips #agar #tidak #stress #bekerja #setelah #liburan #mulai #secara #perlahan

KOMENTAR