9 Ciri Orang Pemalas Menurut Psikolog, Minim Inisiatif
Istilah “malas” sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang dinilai kurang produktif atau enggan berusaha.
Dalam keseharian, label ini kerap muncul begitu seseorang menunda pekerjaan, menghindari tanggung jawab, atau terlihat tidak bersemangat menjalani aktivitas.
Namun, dari sudut pandang psikologi, perilaku malas tidak selalu sesederhana itu.
Dikutip dari Your Tango, Psikolog Fuschia Sirois dari University of Durham menilai kemalasan sebagai pola sikap dan kebiasaan yang berlangsung konsisten, bukan kondisi sesaat akibat kelelahan atau kebutuhan untuk beristirahat.
Ia juga menyebutkan bahwa orang yang cenderung memiliki perilaku malas umumnya menunjukkan ciri-ciri tertentu, mulai dari minimnya inisiatif hingga lemahnya motivasi jangka panjang.
Berikut 9 ciri orang pemalas menurut psikolog Fuschia Sirois yang kerap muncul dalam kehidupan sehari-hari.
ilustrasi malas.
1. Sering menunda tanpa alasan jelas
Orang dengan kecenderungan malas kerap menunda tugas meski tidak ada hambatan nyata.
Bukan karena tidak mampu, tetapi karena enggan memulai atau merasa tidak terdorong untuk berusaha.
“Semakin Anda bersikap kritis terhadap diri sendiri karena menunda-nunda, hal itu justru dapat meningkatkan kemungkinan Anda akan terus menunda-nunda,” kata Psikolog Fuschia Sirois, dikutip dari Your Tango, Senin (5/1/2025).
Ia menjelaskan bahwa terlalu sering menunda merupakan bentuk penangguhan yang dilakukan secara sengaja.
Dalam banyak kasus, akar dari perilaku menunda bukanlah tugas itu sendiri, melainkan emosi negatif yang muncul saat seseorang harus mengerjakannya.
2. Minim inisiatif
Mereka jarang mengambil langkah pertama, baik dalam pekerjaan maupun kehidupan sosial.
Umumnya baru bergerak jika didesak atau diperintah, bukan karena kesadaran pribadi.
Journal of Vocational Behavior mendefinisikan ambisi sebagai upaya yang dilakukan secara konsisten untuk meraih keberhasilan.
Ambisi tidak hanya berkaitan dengan karier, tetapi juga bisa muncul dalam kehidupan sosial, keluarga, maupun hobi.
Sementara itu, orang yang benar-benar malas cenderung tidak terlalu peduli pada pencapaian karena enggan mengerahkan usaha untuk mencapainya.
3. Mudah menyerah saat menghadapi kesulitan
Tantangan kecil bisa terasa sangat berat.
Ketika tugas mulai menuntut usaha lebih, orang yang malas cenderung mundur atau mencari jalan pintas.
4. Tidak memiliki tujuan jangka panjang
Kurangnya target hidup atau rencana yang jelas sering menjadi ciri.
Tanpa tujuan yang ingin dicapai, motivasi untuk berusaha pun menjadi lemah.
5. Sulit menjaga rutinitas
Konsistensi menjadi tantangan besar.
Rutinitas sederhana seperti bangun pagi, berolahraga, atau menyelesaikan pekerjaan tepat waktu kerap tidak dijalankan secara berkelanjutan.
Dikutip dari jurnal The Importance of Creating Habits and Routine, seseorang rata-rata membutuhkan sekitar 66 hari untuk membentuk kebiasaan baru hingga menjadi otomatis.
6. Hanya melakukan hal seminimal mungkin
Dalam bekerja atau beraktivitas, mereka cenderung melakukan tugas sebatas memenuhi kewajiban.
Tidak ada dorongan untuk memberikan hasil terbaik atau melampaui standar.
7. Kurang dorongan untuk belajar dan berkembang
Rasa ingin tahu relatif rendah. Orang dengan perilaku malas umumnya enggan mempelajari hal baru karena dianggap merepotkan atau membutuhkan usaha ekstra.
8. Menolak perubahan
Perubahan sering dipandang sebagai sesuatu yang melelahkan.
Meski kondisi saat ini tidak ideal, mereka tetap memilih bertahan daripada harus beradaptasi.
9. Enggan terlibat membantu orang lain
Di luar kewajiban utama, mereka cenderung menghindari tanggung jawab tambahan, termasuk membantu orang lain, karena dianggap menyita waktu dan energi.
Mulai berubah dengan mengatur waktu
Penata organisasi profesional Diana Quintana membagikan strategi manajemen waktu agar seseorang tetap fokus dan produktif.
Ia menyarankan untuk mengenali waktu paling optimal dalam sehari untuk bekerja, lalu membagi aktivitas harian ke dalam beberapa sesi.
Menurutnya, tugas yang paling sulit sebaiknya dikerjakan saat energi berada di titik terbaik, tanpa melupakan pentingnya waktu istirahat untuk memulihkan tenaga dan menjaga fokus.
Di sisi lain, tidak semua perilaku yang tampak malas benar-benar disebabkan oleh kemalasan.
Dalam beberapa kasus, hal ini bisa berkaitan dengan kelelahan mental, stres berkepanjangan, burnout, atau bahkan gangguan psikologis tertentu.
Karena itu, penting untuk melihat konteks dan pola perilaku secara menyeluruh sebelum memberi label.
Memahami akar masalah menjadi langkah awal untuk membangun motivasi dan kebiasaan yang lebih sehat.
Tag: #ciri #orang #pemalas #menurut #psikolog #minim #inisiatif