6 Cara Lebih Banyak Membaca Buku di 2026 Tanpa Terbebani
Di tengah resolusi Tahun Baru untuk makan lebih sehat dan lebih rajin bergerak, pernah terpikir untuk memberi “latihan” ekstra pada otak? Membaca bisa jadi salah satu resolusi paling sederhana, tapi dampaknya besar untuk kualitas hidup.
Membaca secara rutin bukan cuma menambah wawasan. Kebiasaan ini terbukti membantu menjaga kesehatan mental dan emosional: memperlambat penurunan fungsi kognitif, menumbuhkan empati dan rasa ingin tahu, memperkaya kosakata, hingga menurunkan tingkat stres. Bahkan, membaca sebelum tidur bisa membantu kamu tidur lebih nyenyak.
Seperti halnya membangun kebiasaan sehat lain, manfaat membaca datang dari konsistensi. Tidak ada jalan pintas atau trik instan, yang ada adalah soal memberi waktu bagi membaca dalam keseharian.
Kabar baiknya, ada beberapa cara sederhana untuk membuat target membaca terasa lebih realistis dan menyenangkan di 2026.
Untuk itu, kamu bisa belajar dari mereka yang sudah menjadikan membaca sebagai bagian hidup. Al Woodworth, editor senior di Amazon Books, mampu menuntaskan ratusan buku setiap tahun. Sementara Ryan Carr, seorang influencer buku, berhasil membaca hampir 70 buku sepanjang 2024, nyaris dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Lalu, bagaimana cara menjaga ritme membaca tanpa merasa terbebani? Berikut tipsnya.
1. Tetapkan tujuan dan niat
Renungkan sejenak mengapa kamu ingin lebih banyak membaca di tahun 2026. Apakah karena ingin bergabung dengan keseruan BookTok? Perlu mengurangi penggunaan ponsel? Ataukah ada subjek yang ingin dipelajari?
Woodworth menyarankan untuk menggali lebih dalam untuk memahami motivasi pribadi. Jika yang kamu inginkan adalah kuantitas, tetapkan tujuan tahunan atau bulanan di aplikasi pelacak buku seperti Goodreads atau Storygraph.
Setelah menemukan niat dari diri sendiri, gunakan itu sebagai pedoman.
“Bagi saya, itu adalah kesengajaan,” kata Woodworth. “Sadari bahwa ada begitu banyak momen sepanjang hari di mana kamu bisa membaca, hanya saja kamu mungkin belum memilih untuk melakukannya.”
Murid-murid MI Hidayatul Mubtadi-ien di Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, Banten antusias membaca buku sumbangan pembaca Kompas.com, Rabu (19/11/2025).
2. Kesan pertama yang baik dari 50 halaman pertama
Carr telah menemukan cara yang lebih efisien, bacalah setidaknya 50 halaman buku baru untuk mendapatkan gambaran tentang karakter, gaya, dan alur ceritanya.
“Tidak setiap buku akan langsung menarik perhatian kita di halaman pertama atau bahkan bab pertama,” kata Carr.
“Kesan pertama itu penting dan saya pikir hal yang sama berlaku untuk buku.”
3. Ciptakan rutinitas membaca
Seperti kebiasaan baru lainnya, rutinitas sangat penting. Woodworth suka membaca di tempat tidur selama 30 menit pertama setelah bangun tidur. Waktu perjalanannya, 30 menit di kereta bawah tanah Kota New York, adalah saat ia banyak membaca.
Sebaliknya, Carr hanya membaca puisi yang menenangkan sebelum tidur. Ia lebih memilih memprioritaskan waktu membaca di siang hari pada akhir pekan dan saat istirahat makan siang pada hari kerja.
“Membaca sebelum tidur, terkadang kita langsung tertidur sebelum melanjutkannya. Itu sangat umum… tetapi jika hal itu sering terjadi, maka jangan membaca di rumah. Pergilah ke kedai kopi, pesan kopi, dan bacalah di luar ruangan,” sarannya.
4. Jangan pernah meninggalkan rumah tanpa bawa buku
Momen-momen kecil waktu luang adalah saat kita paling sering terjebak dalam "doomscroll" media sosial. Simpan buku di tas atau di e-reader untuk mendapatkan pengalaman yang lebih kaya untuk mengisi waktu.
Bukan berarti kita harus membawa buku-buku tebal yang berat ke mana-mana. Bereksperimenlah dengan format untuk melihat apakah membaca buku elektronik atau buku audio cocok.
Woodworth mengatakan "rahasianya" adalah membaca dari aplikasi Kindle di ponselnya. Bisa juga "membaca" buku audio sambil melipat pakaian atau mencuci piring.
5. Ciptakan suasana membaca
Saat kita memiliki beberapa jam untuk duduk dan membaca, Carr menyarankan untuk mempersiapkan diri, misalnya dengan menjauhkan ponsel dari jangkauan. Aplikasi seperti Bookly memiliki fungsi sesi membaca di mana kita dapat mengatur pengatur waktu dan memutar musik yang menenangkan.
Ilustrasi membacakan buku untuk anak.
5. Tidak suka? Jangan selesaikan!
Jangan takut untuk DNF – istilah slang buku untuk "tidak menyelesaikan".
Kadang kita terjebak dalam siklus keras kepala menyelesaikan buku yang tidak dinikmati, tetapi baik Carr maupun Woodworth setuju bahwa ada penggunaan waktu yang lebih baik.
“Jika Anda membaca buku dan tidak terhubung dengannya, jika itu tidak menyenangkan, itu tidak menarik perhatian, letakkan saja dan Anda dapat kembali membacanya nanti,” kata Woodworth.
“Cobalah untuk menemukan buku yang sesuai dengan Anda saat ini. Satu buku mungkin sesuai dengan Anda hari ini, tetapi mungkin tidak sesuai dengan Anda besok, dan itu tidak apa-apa," ujarnya.
Carr berusaha membaca setidaknya setengah dari buku sebelum benar-benar berhenti membacanya, tetapi menurutnya cara terbaik untuk memutuskan adalah dengan mendengarkan diri sendiri berbicara tentang buku tersebut.
Jika ia mendapati dirinya lebih banyak mengomel secara negatif daripada positif tentang sebuah buku, itu pertanda untuk mencoba sesuatu yang baru.
6. Bergabunglah dengan komunitas membaca
Membaca adalah aktivitas yang dilakukan sendirian, tetapi menjadi pembaca tidak harus demikian.
Mintalah rekomendasi judul yang menarik dari keluarga dan teman, ini bisa menjadi pembuka percakapan dengan orang-orang terdekat, ditambah mereka mungkin cukup mengenal selera kita untuk merekomendasikan buku yang cocok.
Woodworth menyarankan untuk lebih spesifik dalam permintaan kepada pembaca lain agar kita menemukan cerita yang akan disukai.
Tag: #cara #lebih #banyak #membaca #buku #2026 #tanpa #terbebani