Mengapa Tubuh Mudah Lelah Saat Menstruasi? Dokter Ungkap Penyebabnya
– Merasa mudah lelah saat menstruasi merupakan keluhan yang umum dialami perempuan. Penelitian dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology menyebutkan bahwa lebih dari 70 persen perempuan mengalami kelelahan saat haid.
Kondisi ini terjadi karena selama menstruasi tubuh tidak berada dalam keadaan “normal” seperti hari-hari lainnya.
Sejumlah proses biologis berlangsung bersamaan, mulai dari perubahan hormon hingga rahim yang bekerja lebih aktif sehingga tubuh membutuhkan energi ekstra untuk beradaptasi.
“Kebutuhan energi selama menstruasi karena tubuh mengalami kontraksi rahim dan proses peluruhan lapisan rahim, dapat menyebabkan kelelahan,” ujar dokter kandungan dr. Kelly Culwell, mengutip dari Women’s Health, Jumat (2/1/2026).
Berikut ini 5 penyebab mengapa tubuh mudah terasa lelah saat menstruasi.
5 penyebab tubuh mudah lelah saat menstruasi
1. Gejala menstruasi itu sendiri
Nyeri haid, sakit kepala, hingga perdarahan dapat membuat tubuh terasa lebih cepat kehabisan energi.
Rasa tidak nyaman yang berlangsung berjam-jam juga mengganggu aktivitas dan kualitas istirahat.
“Jangan meremehkan betapa melelahkannya menstruasi itu sendiri. Semua gejala yang harus dihadapi, seperti kram, sakit kepala, atau perdarahan, berkontribusi pada kelelahan secara keseluruhan,” kata dr. Culwell.
2. Perubahan hormon
Menjelang dan selama menstruasi, kadar hormon estrogen dan progesteron menurun secara signifikan.
Menurut dr. Culwell, penurunan hormon ini dapat memicu turunnya energi, perubahan suasana hati, hingga rasa lesu yang lebih intens.
“Penurunan hormon estrogen dan progesteron tepat sebelum menstruasi dapat menyebabkan penurunan energi dan suasana hati yang terpuruk,” tutur dr. Culwell.
Pada sebagian perempuan, kelelahan menjadi salah satu gejala utama menjelang dan selama haid.
3. Perdarahan menstruasi yang berat
Perdarahan menstruasi yang lebih banyak dari biasanya dapat menyebabkan tubuh kehilangan zat besi.
Dokter kandungan dr. Kristin Markell menjelaskan, bahwa perempuan dengan perdarahan berat lebih rentan mengalami kelelahan akibat kadar zat besi yang menurun.
Jika disertai gejala seperti lemas, nyeri dada, detak jantung tidak teratur, atau perubahan warna kulit, kondisi ini bisa mengarah pada anemia dan perlu diperiksakan ke dokter.
4. Gangguan tidur
Haid juga dapat memengaruhi kualitas tidur. Perubahan hormon, nyeri perut, hingga perubahan suhu tubuh dapat membuat tidur menjadi kurang nyenyak.
“Kurang tidur, baik karena gejala menstruasi atau perubahan hormonal juga dapat menyebabkan kelelahan,” ucap dr. Culwell.
Menstruasi juga bisa menjadi penyebab berubahnya ritme sirkadian, siklus tidur, bahkan menyebabkan mimpi buruk, menurut sebuah studi dalam Sleep Medicine Research.
5. Kondisi medis tertentu
Menurut dr. Culwell, pada beberapa kasus, kelelahan saat haid dapat berkaitan dengan kondisi medis tertentu.
Endometriosis, fibroid rahim, dan gangguan tiroid dapat menjadi penyebab kelelahan karena mengakibatkan nyeri dan perdarahan hebat.
Kelelahan saat haid umumnya tidak berbahaya. Namun, jika rasa lelah muncul setiap bulan secara berlebihan, disertai perdarahan sangat banyak, pusing, atau menurunkan kemampuan beraktivitas, pemeriksaan medis sangat dianjurkan.
Dampak kelelahan juga tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi bisa memengaruhi kondisi mental.
Rasa lelah yang berat dan konsisten, disertai perubahan suasana hati, kecemasan berlebih, atau gangguan tidur, dapat menjadi tanda kondisi tertentu seperti PMDD (premenstrual dysphoric disorder) dan perlu evaluasi lebih lanjut.
“Jika kelelahan terus memengaruhi kualitas hidup dan mengubah aktivitas sehari-hari secara signifikan, berkonsultasi dengan tenaga medis adalah langkah yang tepat,” ujar dr. Markell.
Memahami penyebabnya dapat membantu perempuan lebih peka terhadap kondisi tubuh dan tidak mengabaikan sinyal yang mungkin menandakan masalah kesehatan.
Tag: #mengapa #tubuh #mudah #lelah #saat #menstruasi #dokter #ungkap #penyebabnya