Jangan Berlebihan, Pakai Terlalu Banyak Pelembap Bisa Sebabkan Jerawat Menurut Dokter
Ilustrasi pelembap(Unsplash/Mire)
14:10
2 Januari 2026

Jangan Berlebihan, Pakai Terlalu Banyak Pelembap Bisa Sebabkan Jerawat Menurut Dokter

- Sebagian orang tanpa sadar memakai pelembap wajah terlalu banyak. Alih-alih membuat kulit lebih sehat, kebiasaan ini bisa memicu pori-pori tersumbat dan jerawat.

Tren skincare berlapis yang populer di media sosial membuat banyak orang merasa perlu mengaplikasikan produk dalam jumlah besar. 

Padahal, rutinitas perawatan kulit yang terlalu rumit tidak selalu cocok dengan kebutuhan kulit masing-masing.

“Belakangan ini karena pengaruh media sosial, banyak orang berlebihan dalam menjalani rutinitas skincare yang kompleks,” ujar dokter kulit dr. Bahar Firoz, seperti mengutip dari Women’s Health, Jumat (2/1/2026).

“Saya sering melihat pasien dengan kista kecil dan berbagai jenis jerawat sebagai akibatnya,” lanjutnya.

Berapa banyak pelembap yang dibutuhkan?

Tidak banyak penelitian yang secara spesifik membahas takaran pelembap. Namun, sebuah studi dalam Journal of Cosmetic Dermatology menemukan bahwa kadar air kulit lebih tinggi ketika pelembap diaplikasikan segera setelah mandi.

Penelitian tersebut juga menyebutkan, penggunaan pelembap sekitar 1-2 miligram per sentimeter persegi kulit, yang diaplikasikan pagi dan malam hari, sudah cukup untuk menjaga kelembapan lapisan terluar kulit.

Dalam praktik sehari-hari, takaran ini tentu sulit ditentukan secara presisi. Maka dari itu, dokter kulit menyarankan jumlah yang lebih sederhana dan realistis.

“Untuk kebanyakan orang, jumlah pelembap seukuran koin kecil sudah cukup untuk seluruh wajah,” ujar dr. Ife J. Rodney.

Ia menambahkan, kebutuhan pelembap bisa berbeda pada setiap orang. Kulit kering mungkin memerlukan sedikit lebih banyak pelembap, sementara kulit berminyak atau rentan jerawat justru sebaiknya menggunakan pelembap dalam jumlah lebih sedikit.

Cara pengaplikasian juga berperan penting. Menurut Bahar Firoz, pelembap sebaiknya diaplikasikan di dahi, pipi, hidung, dan dagu, lalu diratakan secara merata.

“Kulit seharusnya terasa terhidrasi, sedikit lembap atau halus, tetapi tidak berminyak atau licin,” kata Firoz.

Tanda-tanda kulit kebanyakan pelembap, bisa muncul jerawat

Menurut para dokter kulit, penggunaan pelembap berlebihan dapat dikenali dari beberapa tanda.

Di antaranya, kulit masih terasa lengket atau berminyak 15 menit setelah pemakaian, produk menggumpal di permukaan kulit, atau terasa seperti “mengunci” lapisan kulit mati.

Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menyebabkan pori-pori tersumbat, jerawat berulang, hingga kulit tampak kusam karena sel kulit mati terperangkap di permukaan.

“Daripada terus menambah produk, cobalah menyesuaikan formulanya ke pelembap yang lebih ringan, seperti lotion atau gel,” saran Firoz.

Sesuaikan dengan kebutuhan kulit

Menariknya, ada anggapan bahwa tidak semua jenis kulit membutuhkan pelembap secara rutin.

“Ini adalah mitos bahwa setiap orang membutuhkan pelembap,” kata dr. Joshua Zeichner, direktur riset kosmetik dan klinis di Mount Sinai Hospital. 

“Jika kulit Anda tidak kering, gatal, atau mengelupas, pelembap belum tentu diperlukan,” jelas Zeichner menambahkan.

Di samping itu, Firoz mengingatkan bahwa kulit berminyak tetap membutuhkan dehidrasi.

Firoz menyarankan untuk selalu memastikan pemilihan pelembap yang sesuai dengan jenis kulit.

Menurutnya, lotion atau gel bisa menjadi pilihan yang lebih baik bagi pemilik kulit berminyak atau rentan jerawat, sementara krim lebih sesuai untuk kulit kering karena kandungan minyaknya lebih tinggi.

“Jangan melewatkan pelembap hanya karena Anda memiliki kulit berminyak. Dehidrasi justru dapat memicu produksi minyak yang lebih banyak,” tutup Firoz.

Tag:  #jangan #berlebihan #pakai #terlalu #banyak #pelembap #bisa #sebabkan #jerawat #menurut #dokter

KOMENTAR