Kondisi Kulit Bisa Jadi Alarm Stres Tubuh, Ini 8 Tandanya Menurut Dokter
– Stres tidak hanya berdampak pada pikiran dan emosi, tetapi juga bisa terlihat pada kulit.
Mulai dari jerawat yang tiba-tiba muncul, mata sembap, hingga kulit yang mendadak sensitif, perubahan ini menjadi alarm stres bagi tubuh.
“Saat kita berada dalam kondisi stres kronis, tubuh mengaktifkan sistem respons stres internal yang memicu pelepasan hormon seperti kortisol dan neurotransmiter,” ujar dokter kulit dr. Hallie McDonald, seperti mengutip dari HuffPost, Rabu (31/12/2025).
Menurut McDonald, pelepasan hormon stres ini dapat meningkatkan peradangan, mengganggu skin barrier, hingga menurunkan imunitas kulit.
Berikut delapan tanda pada kulit yang sering dikaitkan dengan stres, menurut para dokter kulit.
8 tanda kulit yang menunjukkan tubuh sedang stres
1. Jerawat muncul atau memburuk
Jerawat menjadi salah satu tanda stres yang paling sering ditemui. Stres dapat meningkatkan produksi minyak dan memicu peradangan, sehingga jerawat lebih mudah muncul atau sulit mereda.
“Hormon stres seperti kortisol meningkatkan produksi sebum dan inflamasi, yang membuat jerawat dan iritasi menjadi lebih parah,” kata McDonald.
2. Kambuhnya eksim, psoriasis, atau rosacea
Bagi sebagian orang, stres bisa membuat penyakit kulit yang sudah ada jadi kambuh atau memburuk.
“Banyak kondisi seperti eksim dan psoriasis memburuk saat seseorang mengalami stres,” ujar dokter kulit dr. Aleta Simmons.
Kondisi ini membuat kulit terasa lebih gatal, kemerahan, atau meradang dari biasanya.
3. Kantung mata dan lingkaran hitam makin terlihat
Area bawah mata sering menjadi salah satu bagian wajah yang paling cepat mencerminkan stres.
Peningkatan kortisol dapat memicu retensi cairan, sementara kualitas tidur yang menurun membuat mata tampak sembap dan gelap.
“Lingkaran hitam dan kantung mata sering berkaitan dengan kurang tidur, yang sangat dipengaruhi oleh stres,” kata Simmons.
4. Tekstur kulit terasa lebih kasar
Kulit yang mengalami stres cenderung menjadi lebih reaktif terhadap produk perawatan maupun perubahan lingkungan.
“Tekstur kulit bisa terasa lebih kasar karena kulit yang stres lebih sensitif dan mudah bereaksi,” ujar dokter kulit dr. Lauren Moy.
Hal ini berkaitan dengan skin barrier yang melemah akibat stres.
5. Rambut rontok atau menipis
Stres juga dapat memengaruhi kesehatan rambut. Salah satu kondisi yang sering muncul adalah telogen effluvium, yaitu kerontokan rambut yang biasanya terjadi beberapa minggu hingga bulan setelah stres berat.
“Pasien sering mengatakan rambutnya rontok dari akar,” kata McDonald.
Menurutnya, kondisi ini bisa dipicu stres, tetapi juga berkaitan dengan penyakit, operasi, persalinan, atau perubahan hormon.
6. Biduran atau gatal mendadak
Biduran atau gatal yang muncul tiba-tiba juga kerap dikaitkan dengan respons stres tubuh.
“Flare-up pada berbagai kondisi kulit sangat umum terjadi, dan saya cukup sering melihat biduran yang berkaitan dengan stres,” ujar dokter kulit dr. Aamna Adel.
7. Kebiasaan skin picking atau menggigit kuku
Perilaku seperti menggaruk kulit, menggigit kuku, atau mengelupas kutikula (lapisan kulit bening yang melindungi pangkal kuku) sering kali menjadi tanda stres yang tidak disadari.
“Kebiasaan ini dapat menyebabkan luka kecil, bekas kehitaman, hingga gangguan penyembuhan karena skin barrier terus terganggu,” kata McDonald.
8. Kulit jadi lebih sensitif dari biasanya
Tanda ini dapat dikenali saat produk perawatan yang sebelumnya terasa aman bisa tiba-tiba menimbulkan rasa perih atau menyengat.
“Bukan produknya yang berubah, tetapi ambang toleransi kulitnya yang menurun akibat stres,” ujar McDonald.
Apa yang sebaiknya dilakukan?
Saat kulit mulai bereaksi akibat stres, dokter menyarankan untuk tidak terburu-buru mencoba berbagai produk atau perawatan baru.
“Ketika skin barrier terganggu, terlalu banyak bahan aktif atau perawatan keras bisa memperburuk peradangan,” kata McDonald.
McDonald menyarankan untuk konsisten dengan rutinitas dasar seperti menggunakan pembersih lembut, pelembap tanpa pewangi, dan tabir surya sebagai langkah awal.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memperhatikan pola tidur, beban kerja, serta kondisi emosional.
“Stres related skin changes sangat umum dan bersifat sementara. Kulit adalah bagian dari respons stres tubuh. Ketika kita memberi ruang untuk melambat dan merawat diri secara menyeluruh, kulit pun ikut pulih,” tutup McDonald.
Tag: #kondisi #kulit #bisa #jadi #alarm #stres #tubuh #tandanya #menurut #dokter