9 Item Fesyen Lawas yang Kembali Tren Sepanjang 2025, Ada Skinny Jeans 
Ilustrasi jeans. Tahun 2025 menandai era baru tren jeans, saat potongan baggy, straight, hingga skinny hidup berdampingan dan gaya personal menjadi penentu utama.(Freepik)
15:50
30 Desember 2025

9 Item Fesyen Lawas yang Kembali Tren Sepanjang 2025, Ada Skinny Jeans 

-  Sepanjang 2025, berbagai item fesyen yang sempat ditinggalkan bahkan dianggap kontroversial justru kembali naik daun. 

Mulai dari skinny jeans, peplum, hingga aksesori berbulu ala era Y2K, kebangkitan ini menandai pergeseran selera menuju ekspresi diri yang lebih berani dan personal.

Sejumlah penata gaya selebritas dan pengamat mode menilai kembalinya tren lama ini bukan sekadar nostalgia, melainkan respons terhadap kejenuhan akan gaya minimalis dan quiet luxury yang mendominasi beberapa tahun terakhir.

Berikut deretan item fesyen yang kembali digandrungi sepanjang 2025.

1. Skinny jeans

Skinny jeans resmi kembali ke radar fesyen global. Celana yang sempat dianggap usang setelah era pandemi ini kini hadir dengan pendekatan yang lebih fleksibel.

Penata gaya bersertifikat sekaligus pendiri Dianne In Style, Dianne Boyer menjelaskan, perubahan gaya hidup memengaruhi penerimaan tren ini. 

“Skinny jeans dulu terasa sangat ketat dan tidak nyaman, terutama setelah pandemi ketika orang lebih memilih potongan longgar. Sekarang, kita berada di titik di mana kedua gaya bisa dinikmati sesuai kebutuhan,” ujarnya, seperti dilansir dari Real Simple, Selasa (30/12/2025).

Untuk tampilan yang lebih modern, Boyer menyarankan memadukan skinny jeans dengan sepatu bot setinggi lutut atau flat shoes, alih-alih ankle boots seperti era 2010-an.

Ilustrasi blazer putih.Dok. Freepik/bristekjegor Ilustrasi blazer putih.

2. Sabuk lebar (wide belts)

Sabuk lebar kembali menjadi pernyataan gaya. Aksesori ini hadir sebagai penegas siluet, bukan sekadar pelengkap busana.

Jenni Lee, penata gaya selebritas ini menyarankan agar pemakai memilih desain yang elegan. 

“Hindari tampilan berat dengan banyak logam. Pilih sabuk dengan detail minimal atau model waist-cincher yang romantis agar terlihat lebih modern,” saran dia.

Sabuk lebar kini kerap dipadukan dengan gaun chiffon atau maxi dress untuk menciptakan kesan dramatis namun tetap anggun.

3. Micro shorts

Micro shorts menjadi simbol perlawanan terhadap tren oversized. Potongan super pendek ini kembali populer dengan interpretasi yang lebih dewasa.

Penata gaya pribadi dan pendiri The Closet Compass, Sabrina Morin menyebut tren ini terbagi dalam dua pendekatan. 

“Micro shorts hadir dalam versi tailored yang rapi serta gaya boxer sebagai busana harian. Keduanya terinspirasi era awal 2000-an, tetapi dibingkai dengan estetika mewah,” ujarnya.

Agar tidak terkesan kostum, Morin menyarankan memadukannya dengan blazer terstruktur dan aksesori minimal.

4. Gaya mix and match yang sengaja berantakan

Estetika Y2K kembali lewat gaya berpakaian yang tampak tidak serasi namun disengaja. Padu padan motif, tekstur, dan siluet menjadi ciri khas tren ini.

Lee menilai gaya ini muncul sebagai reaksi terhadap dominasi kemewahan yang terlalu rapi. 

“Ini adalah bentuk pemberontakan terhadap quiet luxury. Namun kuncinya adalah memilih satu elemen statement saja agar tidak terlihat seperti kostum,” katanya.

Gen Z makin jatuh hati pada tas Asia. Selera Gen Z justru kini dengan quiet luxury yang tak menonjolkan logo besar pada tas. Apa alasannya?Instagram @rounnofficial Gen Z makin jatuh hati pada tas Asia. Selera Gen Z justru kini dengan quiet luxury yang tak menonjolkan logo besar pada tas. Apa alasannya?

5. Shoulder pads

Bantalan bahu kembali hadir, meski dengan versi yang lebih halus. Elemen ini menghidupkan kembali konsep power dressing.

“Di era 1980-an, shoulder pads melambangkan kekuatan perempuan di tempat kerja. Kini, konsep itu kembali dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan disengaja,” ujar Boyer.

Ia menambahkan, bantalan bahu modern tidak lagi berlebihan, melainkan mempertegas siluet tanpa terasa kaku.

6. Kacamata shield

Kacamata besar dengan bingkai wraparound kembali mencuri perhatian. Model ini memadukan nuansa sport-tech dan glamor awal 2000-an. Menurut Morin, kacamata shield memang kontroversial. 

“Skalanya besar dan mudah mendominasi wajah, tetapi jika ditata dengan rambut rapi dan busana simpel, justru terlihat sangat kuat,” ungkap dia.

7. Tekstur berbulu dan shaggy

Aksesori berbulu menjadi salah satu simbol utama fesyen 2025. Topi faux fur, sepatu shaggy, hingga tas dengan tekstur ekstrem tampil mencolok. Lee menyebut tren ini merujuk langsung ke ikon pop akhir 1990-an. 

“Aksesori ini menempatkan fokus pada dramatisasi, meski bagi sebagian orang terlihat terlalu kostum,” katanya.

8. Labubu atau bag charm berbulu

Disadur dari AOL, fenomena Labubu menandai puncak tren aksesori nostalgia. Karakter berbulu dari Pop Mart ini menjelma menjadi simbol status setelah dikenakan selebritas global seperti Lisa BLACKPINK dan Rihanna.

Nostalgia masa kecil menjadi inspirasi banyak desainer, dan tren ini belum menunjukkan tanda akan melambat.

9. Kaos berslogan

Kaos grafis kembali menjadi medium ekspresi. Pesan politik, sosial, hingga humor tampil terang-terangan.

Valerie Steele, direktur sekaligus kurator utama Museum at FIT, menjelaskan fenomena ini berakar dari tradisi protes. 

“Kaos berslogan adalah cara paling jelas untuk menyampaikan pesan. Ia menjadi papan reklame yang dikenakan di tubuh,” katanya.

Kembalinya berbagai item fesyen lawas sepanjang 2025 menunjukkan bahwa mode tidak hanya soal tren baru, tetapi juga tentang bagaimana generasi berbeda menafsirkan ulang masa lalu. 

Dengan pendekatan yang lebih sadar dan personal, item-item ini kembali relevan, bukan sebagai tiruan, melainkan sebagai bentuk ekspresi zaman.

Tag:  #item #fesyen #lawas #yang #kembali #tren #sepanjang #2025 #skinny #jeans

KOMENTAR