Purbaya Bantah Utang Swasta Susut Imbas Pelaku Usaha Tahan Ekspansi
Menteri Keuangan Purbaya kepada awak media di Kompleks Parlemen pada Rabu (18/2/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)
05:32
20 Februari 2026

Purbaya Bantah Utang Swasta Susut Imbas Pelaku Usaha Tahan Ekspansi

- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyangkal bahwa anggapan penurunan utang luar negeri (ULN) swasta pada kuartal IV-2025 disebabkan oleh pengusaha yang menahan ekspansi.

Menurut pandangan Purbaya, fluktuasi utang merupakan hal biasa dan justru menunjukkan pengusaha mulai memanfaatkan sumber pendanaan dalam negeri.

"Anda lihat enggak dari bulan ke bulan seperti apa? Saya yakin kuartal 1, 2, 3, 4 (2026) mulai naik lagi. Sesuai dengan aktivitas ekonomi. Tapi kan belum ke depan akan lebih bagus lagi," katanya di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Sehingga ia meminta publik tidak reaktif terhadap naik atau turunnya utang swasta karena yang terpenting adalah tren jangka panjang yang sejalan dengan aktivitas ekonomi.

Baca juga: Rasio Utang RI Tembus 40,46 Persen dari PDB, Purbaya Pastikan Aman

Bendahara negara ini menjelaskan, penurunan utang pada kuartal IV perlu dilihat secara berkelanjutan. Menurutnya, utang swasta akan kembali meningkat seiring bergeraknya roda ekonomi.

Maka dari itu menurut Purbaya, juga ada faktor lain yang memengaruhi penurunan ULN, yakni meningkatnya sumber pendanaan dari perbankan nasional.

"Dan mungkin mereka juga melihat dalam negeri sudah lebih banyak funding dari perbankan juga. Karena kita dorong likuiditas ke sistem perekonomian. Jadi, nggak satu arah seperti itu," tutupnya.

Berdasarkan data, Bank Indonesia posisi utang luar negeri pada akhir Kuartal IV 2025 mencapai 431,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 7.252,56 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.800 per dollar AS. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Kuartal III 2025 yang sebesar 427,6 miliar dollar AS.

Secara tahunan, posisi tersebut juga meningkat dari Kuartal IV 2024 yang sebesar 424,8 miliar dollar AS.

Baca juga: Dikritik Purbaya, OJK Akui Biaya Perbankan Syariah di RI Masih Tinggi

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan kenaikan utang luar negeri pada Kuartal IV 2025 terutama bersumber dari sektor publik. Posisi utang luar negeri swasta tercatat menurun.

Utang luar negeri pemerintah pada tiga bulan terakhir 2025 tercatat sebesar 214,3 miliar dollar AS. Posisi ini naik dari kuartal sebelumnya yang sebesar 210,1 miliar dollar AS.

"Perkembangan posisi ULN triwulan IV 2025 terutama dipengaruhi oleh ULN sektor publik," ujar Ramdan dalam keterangannya, Selasa (18/2/2026).

Baca juga: Utang Luar Negeri RI Turun Jadi Rp 7.119 Triliun Per November 2025

Tag:  #purbaya #bantah #utang #swasta #susut #imbas #pelaku #usaha #tahan #ekspansi

KOMENTAR