Ini Dia 6 Penyebab Berat Badan Naik Saat Puasa Ramadan, Ketahui Apa Saja!
JawaPos.com - Banyak orang berharap berat badan turun selama Ramadan karena waktu makan menjadi terbatas. Namun kenyataannya, tidak sedikit yang justru mengalami kenaikan berat badan. Hal ini biasanya terjadi karena pola makan yang kurang terkontrol, pilihan menu yang tidak sehat, serta minimnya aktivitas fisik selama berpuasa.
Dilansir dari laman GWS Medika, Jumat (20/2), kebiasaan makan yang tidak tepat selama Ramadan dapat memicu peningkatan berat badan meskipun frekuensi makan berkurang. Oleh sebab itu, penting memahami penyebab tersembunyi agar puasa tetap menyehatkan sekaligus menjaga berat badan ideal.
1. Terlalu Banyak Mengonsumsi Minuman Manis
Berbuka puasa identik dengan minuman manis seperti es buah, cendol, atau minuman bersirup. Meskipun dianjurkan berbuka dengan yang manis, konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan berat badan, memicu lonjakan gula darah, dan membuat tubuh cepat lemas kembali.
Sebagai alternatif, pilih jus buah tanpa tambahan gula, infused water, atau air kelapa alami yang lebih menyegarkan sekaligus menyehatkan.
2. Makan Berlebihan Saat Berbuka
Setelah seharian menahan lapar, keinginan makan dalam porsi besar sering kali sulit dikendalikan. Padahal makan berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan, perut kembung, dan penumpukan kalori.
Disarankan berbuka dengan porsi wajar dan langsung mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung serat, protein sehat, serta karbohidrat kompleks agar rasa kenyang lebih tahan lama.
3. Melewatkan Sahur
Sahur memiliki peran penting sebagai sumber energi selama berpuasa. Melewatkan sahur justru membuat tubuh lebih lapar di siang hari sehingga berisiko makan berlebihan saat berbuka.
Menu sahur ideal sebaiknya mengandung:
-
Karbohidrat kompleks seperti oatmeal atau nasi merah
-
Protein seperti telur atau kacang-kacangan
-
Lemak sehat seperti alpukat atau biji-bijian
Kombinasi ini membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sepanjang hari.
4. Kurang Asupan Cairan (Dehidrasi)
Minum terlalu banyak sekaligus saat sahur tidak efektif mencegah dehidrasi. Sebaliknya, tubuh membutuhkan cairan secara bertahap agar dapat diserap dengan optimal.
Kebutuhan cairan dapat dipenuhi dengan pola:
-
2 gelas saat berbuka
-
4 gelas di antara berbuka dan sahur
-
2 gelas saat sahur
Hindari minuman berkafein karena dapat meningkatkan risiko kehilangan cairan.
5. Minim Aktivitas Fisik
Banyak orang menjadikan puasa sebagai alasan untuk mengurangi aktivitas. Padahal kurang bergerak dapat memperlambat metabolisme tubuh dan memicu kenaikan berat badan.
Olahraga ringan seperti berjalan kaki atau yoga tetap dianjurkan, terutama 15–45 menit setelah berbuka agar tubuh tetap aktif tanpa mengganggu pencernaan.
6. Terlalu Sering Mengonsumsi Gorengan
Gorengan menjadi menu favorit saat berbuka, tetapi makanan ini tinggi lemak dan kalori serta sulit dicerna setelah perut kosong seharian. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan meningkatkan berat badan.
Sebagai pengganti, pilih makanan tinggi serat seperti sayur, buah, dan kacang-kacangan yang membantu menjaga kesehatan pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama.
Kenaikan berat badan saat Ramadan bukan disebabkan oleh puasanya, melainkan oleh kebiasaan makan yang kurang tepat dan gaya hidup yang tidak seimbang. Dengan mengontrol asupan gula, menjaga porsi makan, tidak melewatkan sahur, mencukupi cairan, serta tetap aktif bergerak, puasa justru dapat menjadi momen terbaik untuk memperbaiki kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Tag: #penyebab #berat #badan #naik #saat #puasa #ramadan #ketahui #saja