Raja Charles Serukan Rekonsiliasi di Tengah Jarak Keluarga
Raja Charles III.(SHUTTERSTOCK/FREDERIC LEGRAND - COMEO)
16:10
27 Desember 2025

Raja Charles Serukan Rekonsiliasi di Tengah Jarak Keluarga

- Pesan Natal yang disampaikan Raja Charles III tahun 2025 ini menarik perhatian publik.

Dalam pidatonya, sang raja menekankan nilai rekonsiliasi, kasih sayang, dan perdamaian di tengah dunia yang kerap diwarnai perpecahan.

Pesan tersebut hadir dalam konteks keluarga Kerajaan Inggris yang masih menjadi sorotan. Hubungan Raja Charles dengan putranya, Pangeran Harry, diketahui belum sepenuhnya pulih dan masih menjadi pertanyaan publik.

Seruan tentang rekonsiliasi

Dalam pidato Natalnya, King Charles III secara khusus menyinggung pentingnya perdamaian dan sikap saling memahami dalam kehidupan.

“Doa untuk perdamaian dan rekonsiliasi, untuk memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan masih bergema di seluruh dunia hingga hari ini,” ujar Raja Charles dalam siaran Natalnya, mengutip dari People, Sabtu (27/12/2025).

Di samping itu, Raja Charles juga menggambarkan pesan Natal sebagai refleksi tentang perjalanan hidup yang terus bergerak, tetapi tetap berpijak pada ingatan akan masa lalu.

“Ini tentang melangkah ke masa depan, sembari menoleh ke belakang untuk mengingat masa lalu dan belajar dari pelajarannya,” kata Raja Charles.

Meski tidak menyinggung persoalan keluarga secara eksplisit, pesan tersebut dinilai memiliki makna yang lebih luas jika dilihat dari situasi yang melatarbelakanginya.

Latar hubungan keluarga kerajaan

Pidato tersebut disampaikan di tengah perhatian publik terhadap dinamika internal keluarga kerajaan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah hubungan Raja Charles dengan Prince Harry.

Keduanya sempat bertemu singkat awal tahun ini setelah Raja Charles mengumumkan diagnosis kanker yang ia alami. Namun, hubungan tersebut dinilai masih belum sepenuhnya mencair.

Pada perayaan Natal tahun ini, Pangeran Harry dan Meghan Markle tidak terlihat bergabung bersama keluarga kerajaan di Inggris. Keduanya memilih merayakan Natal bersama anak-anak mereka di Montecito, Amerika Serikat.

Kate Middleton menggunakan mantel tartan coklat dari Blaze Milano saat menghadiri kebaktian Natal di St. Mary Magdalene, sebuah gereja kuno dari abad ke-16, Kamis (25/12/2025).Getty Images via Marie Claire Kate Middleton menggunakan mantel tartan coklat dari Blaze Milano saat menghadiri kebaktian Natal di St. Mary Magdalene, sebuah gereja kuno dari abad ke-16, Kamis (25/12/2025).

Keluarga sebagai “titik tenang”

Selain membahas rekonsiliasi, Raja Charles juga menyinggung peran keluarga dan sahabat. Ia menggambarkan mereka sebagai “titik tenang” di tengah dunia yang terus bergerak makin cepat.

Menurut Raja Charles, perkembangan teknologi dan ritme hidup modern kerap membuat manusia kehilangan ruang jeda. Natal, menurutnya, dapat menjadi momen untuk kembali memperlambat langkah.

Seorang juru bicara Buckingham Palace menjelaskan bahwa pesan Raja Charles juga mengandung ajakan untuk melakukan jeda dari hiruk-pikuk digital, terutama di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

“Ketika Yang Mulia menyebut frasa ‘titik diam di dunia yang terus berputar’, di saat dunia terasa ‘berputar semakin cepat’, yang beliau maksud adalah dampak teknologi baru terhadap masyarakat, serta pengaruhnya terhadap kohesi sosial dan kesejahteraan secara umum, khususnya bagi generasi muda,” ujar juru bicara tersebut, seperti dikutip dari People.

Menurutnya, Raja Charles berharap momen Natal dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk sejenak menjauh dari layar gawai.

“Setidaknya di masa Natal, beliau berharap orang-orang bisa mencoba semacam ‘detoks digital’ agar lebih fokus pada persahabatan, keluarga, dan iman bagi yang menjalankannya,” lanjutnya.

Raja Charles berharap masyarakat dapat memanfaatkan momen Natal untuk lebih fokus pada keluarga, persahabatan, serta iman bagi mereka yang menjalankannya.

Lokasi simbolik pidato Natal

Pidato Natal tahun ini direkam di Lady Chapel, Westminster Abbey. Ini menjadi tahun kedua berturut-turut Raja Charles memilih lokasi di luar kediaman kerajaan resmi.

Pilihan lokasi tersebut dinilai sejalan dengan tema spiritual dan reflektif yang diangkat. Westminster Abbey dikenal sebagai tempat ziarah penting sekaligus simbol sejarah dan kebersamaan.

Pada tahun 2024 lalu, Raja Charles merekam pidatonya di Fitzrovia Chapel, Pearson Square, pilihan yang erat dengan pengumuman bahwa ia tengah menjalani perawatan kanker.

Adapun pidato Natal kerajaan telah menjadi tradisi sejak 1932 dan sering mencerminkan situasi global, nasional, maupun personal yang dihadapi monarki Inggris.

Dalam perjalanannya, pidato tersebut tidak hanya menjadi pesan perayaan, tetapi juga ruang refleksi bagi raja atau ratu Inggris dalam menyikapi perubahan zaman dan tantangan sosial.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi terkait kemungkinan rekonsiliasi antara Raja Charles dan Pangeran Harry.

Namun, pesan Natal tahun ini dipandang mencerminkan sikap reflektif sang raja. Seruan tentang perdamaian dan rekonsiliasi dinilai sebagai ajakan untuk mencari titik temu, baik dalam lingkup keluarga maupun masyarakat luas.

Tag:  #raja #charles #serukan #rekonsiliasi #tengah #jarak #keluarga

KOMENTAR