



Apa Itu Thrifting? Gaya Hidup yang Masih Digemari Generasi Muda
- Kata thrifting sempat marak dalam beberapa tahun terakhir. Tapi, sudah tahu apa itu thrifting dan maknanya?
Thrifting alias berburu barang bekas termasuk gaya hidup yang masih populer di kalangan masyarakat, khususnya anak muda.
Aktivitas yang satu ini lebih dari sekadar belanja barang bekas layak pakai dan menghemat uang, tetapi ada makna tersembunyi dan tujuan tertentu.
Mulai dari menemukan hidden gem di balik barang-barang bekas yang diburu, menciptakan gaya pribadi yang unik, mengurangi dampak lingkungan, hingga mendukung siklus ekonomi yang berkelanjutan.
Arti thrifting
Merujuk makna thrifting dari laman Cambridge Dictionary, istilah ini berasal dari kata thrift dalam bahasa Inggris yang bermakna menghemat atau menghindari pemborosan.
Sementara itu, thrifting adalah kegiatan berbelanja di toko barang bekas, garage sale, atau pasar loak yang masih layak pakai, tapi dengan harga miring.
Konteks barang yang dibelanjakan pun cukup beragam, mulai dari perabotan, barang antik, elektronik, hingga yang paling populer di Indonesia adalah pakaian.
Suasana belanja di Pasar Senen, saat pagi, sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (8/1/2024).
Tak sedikit pula yang memaknai, gaya hidup thrifting tak cuma sekadar berburu barang bekas dan berhemat, tapi juga berdampak positif bagi lingkungan karena turut berkontribusi pada pengurangan produksi barang baru dan memperpanjang masa pakai suatu barang.
Bahkan, ada kesenangan dan kepuasan tersendiri saat melakukan thrifting, misalnya, ketika menemukan barang unik atau koleksi langka yang mungkin ditemukan di toko-toko konvensional.
Ini pula yang menjadi daya tarik thrifting sehingga digemari banyak kalangan.
Tak heran, sebagian orang ada yang menyebut thrifting dengan istilah lain, seperti berburu hidden gem atau harta karun.
Thrifting dan dampaknya pada industri fesyen
Ilustrasi thrifting di Pasar Senen, Jakarta Pusat.
Pakaian termasuk salah satu kebutuhan pokok bagi manusia. Meski demikian, pemenuhan kebutuhan ini tidak harus mengorbankan Bumi.
Dilansir dari laman Waste4change, industri tekstil atau garmen khususnya fast fashion memberi dampak negatif bagi lingkungan.
Hal itu meliputi pencemaran air, penggunaan bahan kimia berbahaya, dan peningkatan limbah tekstil yang sulit didaur ulang.
Di titik inilah peran gaya hidup thrifting yang jadi salah satu solusi dalam berbelanja pakaian, sekaligus mengurangi dampak negatif dari industri fesyen terhadap lingkungan.
View this post on Instagram
Alasan thrifting digemari banyak orang
Suasana belanja di Pasar Senen, saat pagi, sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (8/1/2024).
Banyak orang memilih thrifting sebagai gaya hidup karena harganya yang super murah.
Di Pasar Senen, Jakarta Pusat, misalnya, baju yang dijual biasanya seharga mulai Rp 10.000 hingga dari Rp 100.000, tergantung kualitas atau merek pakaiannya.
Kemudian thrifting juga menawarkan gaya yang cukup beragam. Kamu dapat bereksperimen dengan berbagai padu-padan busana vintage dan menciptakan gaya baru yang sesuai.
Lain hal jika membeli pakaian di toko konvensional, mungkin saja akan bertemu dengan orang lain yang mengenakan pakaian sama persis.
Thrifting juga memungkinkanmu untuk menemukan koleksi pakaian edisi terbatas atau koleksi unik yang tentunya dijual dengan harga murah.
Koleksi fesyen thrifting di Pasar Senen, Jakarta, Senin (8/1/2024).
Seperti Alex, 19, seorang mahasiswa dari Jakarta yang ditemui Kompas.com saat thrifting di Pasar Senen, pada Senin (8/1/2024).
Dia sengaja datang ke Pasar Senen bersama teman untuk mencari jaket dengan harga terjangkau.
Meski belum menemukan jaket yang cocok, tetapi paling tidak rasa penasarannya mencari koleksi jaket incaran bisa terpuaskan saat belanja di Pasar Senen.
"Enggak sering tapi pernah beberapa kali ke Pasar Senen. Kali ini lagi cari jaket yang harganya murah kayak windbreaker juga sih," katanya kepada Kompas.com.
View this post on Instagram
Rekomendasi tempat thrifting di Jakarta
Belanja baju impor branded alias thrifting di Pasar Senen, Jakarta, Senin (8/1/2024).
Di Jakarta, ada beberapa tempat yang dikenal sebagai surganya thrifting. Beberapa rekomendasinya sebagai berikut, dilaporkan oleh Kompas.com, Senin (20/3/2023).
Pasar Senen, Jakata Pusat
Tempat belanja barang-barang bekas, bermerek, dan impor berada di lantai 2 gedung atau blok III, Pasar Senen.
Pasar baru, Jakarta Pusat
Di dekat Gedung Kesenian Jakarta, toko barang bekas ada di lantai 3 dan 4.
Vintage Vibes, Tangerang Selatan
Terletak di Flavour Bliss, Alam Sutera, toko ini banyak tersedia buku, elektronik, pernak-pernik, dan furnitur yang masih layak pakai dan dijual dengan harga miring.
Pasar Taman Puring, Jakarta Selatan
Taman Puring, Jakarta Selatan
Tempat thrifting yang satu ini banyak menjual barang-barang bermerek dan impor.
Jenis barang yang dijual cukup beragam, mulai dari sepatu, pakaian, hingga baju formal.
Blok M Square, Jakarta Selatan
Blok M Square juga dikenal sebagai tempat thrifting populer.
Meski harga yang ditawarkan agak tinggi, tapi koleksi pakaian yang dijual rata-rata sudah dalam keadaan bersih dan siap pakai.
Tag: #thrifting #gaya #hidup #yang #masih #digemari #generasi #muda