Thomas Djiwandono Bantah Prabowo Terlibat dalam Penunjukan Deputi Gubernur BI
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono di Kementerian Keuangan pada Rabu (28/1/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)
16:04
28 Januari 2026

Thomas Djiwandono Bantah Prabowo Terlibat dalam Penunjukan Deputi Gubernur BI

Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono membantah isu keterlibatan Presiden Prabowo Subianto dalam penunjukannya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Thomas, yang akrab disapa Tommy, menegaskan tidak pernah ada pembahasan dengan Presiden terkait pencalonan tersebut.

“Tidak ada, saya jelaskan, tidak ada pembahasan saya dan Presiden mengenai ini (Calon Deputi BI), tidak ada,” kata Thomas saat ditemui di Kementerian Keuangan, Rabu (28/1/2026).

Baca juga: Thomas Djiwandono Bantah Dicalonkan jadi Gubernur BI Usai Jadi Deputi

Tommy juga menjelaskan langkahnya keluar dari Partai Gerindra. Ia mengaku sudah lama mengundurkan diri dari jabatan Bendahara Umum partai tersebut.

Ia menilai beragam penafsiran muncul sebagai hak masing-masing orang. Ia meminta isu yang berkembang tidak ditarik terlalu jauh dan saling dikaitkan secara berlebihan.

Tommy mengaku belum bertemu Prabowo setelah terpilih sebagai Deputi Gubernur BI. Pertemuan terakhir terjadi saat mendampingi Presiden dalam agenda di London dan Davos.

Ia telah mengajukan permohonan waktu untuk bertemu Prabowo. Pertemuan itu diperlukan untuk pamit dari Kabinet Merah Putih sekaligus melepas jabatannya sebagai Wakil Menteri Keuangan.

“Belum, saya belum bertemu sama beliau apa sejak saya bersama beliau di London dan Davos. Tapi saya sudah tentunya saya ya harus mohon waktu, karena saya mau pamit tentu dari Kabinet dan sebagainya. Jadi, saya belum ketemu beliau, tapi saya sudah minta waktu untuk bertemu dengan beliau,” tutur Tommy.

Baca juga: Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Presdir BCA: Harapannya Beliau Bisa Bawa Ide-ide Baru...

Sebelumnya, Komisi XI DPR RI menyetujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI. Keputusan tersebut diambil dalam rapat internal pada Senin (26/1/2026).

Persetujuan muncul setelah Komisi XI menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap tiga kandidat. Proses tersebut berlangsung pada Sabtu (23/1/2026) dan Senin (26/1/2026).

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyebut keputusan diambil melalui musyawarah mufakat. Proses dimulai dari rapat pimpinan Komisi XI bersama para pimpinan kelompok fraksi.

“Telah dilakukan kesepakatan melalui proses musyawarah mufakat dan kemudian dimasukkan dalam rapat internal di Komisi XI bahwa yang diputuskan untuk menjadi Deputi Gubernur BI pengganti Juda Agung yang mengundurkan diri adalah Thomas Djiwandono,” kata Misbakhun.

Misbakhun menyampaikan Komisi XI menilai Thomas dapat diterima lintas partai politik. Faktor lain berasal dari pemaparan Thomas saat uji kelayakan.

Penjelasan tersebut dinilai relevan dengan kondisi ekonomi terkini. Sinergi kebijakan moneter dan fiskal dinilai semakin penting.

Tag:  #thomas #djiwandono #bantah #prabowo #terlibat #dalam #penunjukan #deputi #gubernur

KOMENTAR