Purbaya Bersih-bersih Kemenkeu: Pejabat Diganti,  Kebocoran Diburu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Kantor Kemenkeu pada Rabu (28/1/2026)(Dokumentasi Kementerian Keuangan )
06:12
29 Januari 2026

Purbaya Bersih-bersih Kemenkeu: Pejabat Diganti, Kebocoran Diburu

- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mulai mengencangkan ikat pinggang di tubuh Kementerian Keuangan.

Di tengah tekanan global dan target penerimaan negara yang berat, Purbaya memilih jalur keras dengan merombak pejabat, memburu kebocoran di lapangan.

Langkah itu ditandai dengan pelantikan 27 pejabat pimpinan tinggi pratama atau eselon II, Rabu (28/1/2026). Namun, Purbaya menegaskan, pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari pengetatan disiplin fiskal dan penataan ulang aparat penerimaan negara.

Dalam arahannya, Purbaya menyoroti peran krusial Bea dan Cukai sebagai garda terdepan pertahanan ekonomi domestik.

Baca juga: Pelantikan Pejabat Kemenkeu, Purbaya Soroti Persaingan Tidak Sehat di Pasar Domestik

Ia menilai, derasnya barang ilegal dan praktik perdagangan tidak sehat telah menggerus ruang usaha pelaku industri nasional.

“Di dalam negeri kita punya domestic demand yang besar. Ini harus didorong lewat kebijakan fiskal yang tepat. Domestic demand kalau kita dorong pertumbuhannya tepat, tapi kalau banyak barang selundupan, domestic demand-nya yang menguasai perusahaan-perusahaan dari luar negeri yang bersaing secara tidak fair, karena masuknya ilegal. Sehingga perusahaan-perusahaan dalam negeri tidak mempunyai ruang untuk bersaing secara fair,” ujarnya dalam pelantikan Pejabat Tinggi di Kemenkeu Rabu.

Menkeu meminta seluruh pejabat yang dilantik untuk bekerja lebih disiplin, menjaga integritas, serta memastikan pengelolaan fiskal dan pasar domestik berjalan secara bersih dan profesional demi kepentingan negara.

Adapun para pejabat yang dilantik terdiri atas 22 orang pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), 3 orang pejabat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB), 1 orang pejabat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), dan 1 orang pejabat Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (DJSPSK).

Tak berhenti di sana, Purbaya secara terbuka menyatakan akan mengobrak-abrik Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bila kinerja penerimaan tidak membaik.

Bahkan, seluruh pejabat Bea Cukai di lima pelabuhan besar dipastikan akan diganti sebagai sinyal bahwa pemerintah serius menutup kebocoran.

Purbaya menyebutkan akan melakukan perombakan ke lima pejabat Bea Cukai di lima pelabuhan besar, di antaranya Tanjung Priuk Jakarta Utara, Tanjung Mas Semarang, Tanjung Perak Surabaya, Batam, dan Sumatera.

"Tanjung Priuk, Tanjung Mas, Tanjung Perak, Batam, dan Sumatera," katanya usai memimpin Konpers Rapat Berkala KSSK tahun 2026 di Kementerian Keuangan pada Selasa (27/1/2026).

Rotasi, tukar guling jabatan, hingga penonaktifan sementara pejabat disebut sebagai opsi nyata, bukan ancaman kosong.

Purbaya menegaskan, langkah tersebut diperlukan agar aparat fiskal bergerak cepat dan paham lapangan.

Baca juga: Bantah Purbaya, Menhub Dudy: Pajak Kapal Asing Bukan Ranah Kemenhub, tapi Kemenkeu

Tag:  #purbaya #bersih #bersih #kemenkeu #pejabat #diganti #kebocoran #diburu

KOMENTAR