CEO Nvidia Jensen Huang Menilai Claude AI Anthropic sebagai Terobosan Strategis dan Kunci Masa Depan Industri Perangkat Lunak Dunia
Jensen Huang, CEO Nvidia yang menyoroti peran strategis AI Claude dalam masa depan industri perangkat lunak global (Benzinga)
16:04
28 Januari 2026

CEO Nvidia Jensen Huang Menilai Claude AI Anthropic sebagai Terobosan Strategis dan Kunci Masa Depan Industri Perangkat Lunak Dunia

- Pergeseran kekuatan di industri perangkat lunak global kian mengerucut pada kecerdasan buatan. Di tengah forum elite World Economic Forum (WEF) 2026, CEO Nvidia Jensen Huang secara terbuka menempatkan Claude, platform AI besutan Anthropic, sebagai teknologi kunci yang berpotensi menentukan arah masa depan industri perangkat lunak dunia.

Dalam diskusi tingkat tinggi tersebut, Huang menegaskan bahwa AI tidak lagi sekadar alat bantu, melainkan telah menjadi fondasi strategis baru bagi perusahaan teknologi.

Dia menilai kemampuan AI generasi terbaru telah melampaui fase eksperimental dan kini masuk ke tahap adopsi industri yang masif, terutama dalam pengembangan perangkat lunak dan sistem komputasi canggih.

Dilansir dari Benzinga, Rabu (28/1/2026), Huang menyampaikan pandangannya dalam percakapan dengan CEO BlackRock Larry Fink.

"Claude benar-benar luar biasa. Anthropic telah membuat lompatan besar dalam kemampuan pengodean dan penalaran," ujar Huang.

Dia menegaskan bahwa Nvidia telah mengadopsi teknologi tersebut secara luas di internal perusahaan, terutama untuk memperkuat proses pengembangan perangkat lunak.

Menurut Huang, keunggulan Claude terletak pada kombinasi kemampuan pengodean dan penalaran yang matang.

"Kami menggunakannya di seluruh perusahaan. Kemampuan pengodean Claude dan kemampuan penalarannya benar-benar luar biasa. Siapa pun yang memiliki perusahaan perangkat lunak seharusnya terlibat dan menggunakannya," katanya, menegaskan urgensi adopsi AI di level korporasi.

Lebih jauh, Huang menempatkan Claude sejajar dengan platform AI besar lain seperti ChatGPT dan Gemini milik Google. Dia menggambarkan AI sebagai pergeseran platform fundamental yang bekerja melalui lima lapisan infrastruktur, mulai dari energi, chip, infrastruktur komputasi awan, model AI, hingga aplikasi yang digunakan langsung oleh pengguna akhir.

Penilaian strategis tersebut sejalan dengan derasnya arus investasi global di sektor kecerdasan buatan. Nvidia bersama Microsoft dikabarkan berkomitmen menanamkan dana hingga USD 15 miliar, setara sekitar Rp 250,2 triliun dengan kurs Rp 16.680 per dolar AS, ke Anthropic.

Komitmen tersebut merupakan bagian dari putaran pendanaan yang secara keseluruhan menargetkan penghimpunan dana lebih dari USD 25 miliar, atau sekitar Rp 417 triliun.

Putaran pendanaan itu sekaligus mencerminkan lonjakan valuasi Anthropic di mata investor global. Perusahaan riset dan keselamatan AI yang berbasis di San Francisco tersebut dilaporkan tengah mengincar valuasi hingga USD 350 miliar, atau sekitar Rp 5.838 triliun, seiring meningkatnya permintaan terhadap model AI yang dinilai mampu menjawab kebutuhan industri akan sistem yang aman, adaptif, dan andal.

Dari sisi teknologi, Anthropic memperkuat posisinya melalui peluncuran Claude Sonnet 4.5 pada September 2025. Model AI ini dirancang untuk pengodean tingkat lanjut dan sistem agen otonom.

Dalam pengujian internal pada Oktober, model tersebut menunjukkan kesadaran situasional dengan mampu mengenali skenario evaluasi dalam 13 persen transkrip uji coba.

Bagi Nvidia, adopsi Claude menegaskan strategi perusahaan yang tidak hanya berfokus pada produksi chip, tetapi juga pada penguatan ekosistem AI secara menyeluruh. Sebagai pemasok utama prosesor grafis untuk komputasi AI global, Nvidia berkepentingan memastikan model-model AI terdepan berjalan optimal di atas infrastrukturnya.

Dengan demikian, pernyataan Jensen Huang di Davos bukan sekadar pujian teknologi, melainkan sinyal strategis tentang arah industri perangkat lunak global.

Ketika AI diposisikan sebagai kunci masa depan, persaingan tidak lagi hanya soal perangkat keras atau aplikasi, melainkan siapa yang mampu mengintegrasikan kecerdasan buatan ke jantung sistem bisnis dunia.

Editor: Candra Mega Sari

Tag:  #nvidia #jensen #huang #menilai #claude #anthropic #sebagai #terobosan #strategis #kunci #masa #depan #industri #perangkat #lunak #dunia

KOMENTAR