Orangtua Modern Makin Hati-hati Memilih Produk Bayi
Ilustrasi bayi yang sedang bermain(canva.com)
16:05
28 Januari 2026

Orangtua Modern Makin Hati-hati Memilih Produk Bayi

– Cara orangtua memilih produk bayi kini tidak lagi sama seperti beberapa tahun lalu. Kini keamanan, kualitas bahan, dan kesesuaian dengan tahapan tumbuh kembang anak menjadi perhatian utama.

Perubahan ini terlihat pada berbagai kategori produk, mulai dari mainan, alat makan, hingga perlengkapan menyusui. Kesadaran bahwa bayi, khususnya usia 0–2 tahun, masih sering memasukkan benda ke mulut membuat orangtua makin berhati-hati dalam menentukan pilihan.

CEO Lilla, Chrisanti Indiana, mengatakan kebutuhan produk bayi saat ini sangat beragam dan mengikuti tahapan usia anak.

Baca juga: Jangan Asal Pilih Skincare untuk Bayi, Jangan Tergiur Klaim Alami

Baby care tetap jadi salah satu kategori yang paling besar karena itu kebutuhan yang sifatnya pembelian ulang. Breastfeeding juga dicari, terutama breast pump dan botol,” ujarnya saat ditemui usai acara Lilla Media Luncheon di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (27/1/2026).

Mainan anak berfokus ke stimulasi dan keamanan

Pada kategori mainan, terjadi pergeseran tren yang cukup signifikan. Jika sebelumnya mainan yang berbunyi dan menyala dianggap menarik, kini orangtua justru mencari mainan yang mendukung stimulasi perkembangan anak.

Mainan untuk pendidikan dini menjadi pilihan, dengan pertimbangan warna, kontras, serta bahan yang aman bagi anak.

Menurut Chrisanti, keamanan menjadi aspek penting karena bayi usia dini masih sering mengeksplorasi lingkungan dengan memasukkan mainan ke mulut.

“Mainannya spesifik untuk early learning, untuk stimulasi. Buat sekarang moms maunya primary colors, warnanya yang benar-benar aman di mata bayi, bahannya aman,” kata Chrisanti.

Selain desain, orangtua juga mulai memperhatikan proses produksi dan sertifikasi produk. Bahan mainan, baik kayu maupun plastik, tidak lagi dipilih sembarangan, melainkan disesuaikan dengan standar keamanan untuk anak.

Baca juga: Tanda Menyusui Efektif, Berat Badan Bayi Bertambah

Alat makan tak lagi asal pilih

Kesadaran serupa juga terlihat pada pemilihan alat makan. Bahan yang tampak sama belum tentu memiliki kualitas dan tingkat keamanan yang setara. 

Chrisanti mengatakan, sebagian orangtua kerap mempertanyakan perbedaan harga meski bahan yang digunakan terlihat sama.

Silikon dan stainless steel, misalnya, memiliki berbagai grade yang menentukan apakah bahan tersebut aman digunakan untuk anak.

“Kadang orang bilang kayak, sama-sama silikon, tapi harganya beda jauh. Memang benar. Karena secara grade beda, sertifikasinya beda, kualitasnya beda,” jelas Chrisanti.

Perbedaan grade dan sertifikasi inilah yang kerap membuat harga produk feeding tools berbeda jauh meski secara tampilan terlihat serupa. Bagi orangtua, perbedaan harga kini lebih dipahami sebagai cerminan kualitas dan keamanan bahan.

Baca juga: 7 Cara Menumbuhkan Empati pada Anak, Bisa Dimulai Sejak Bayi

Alat menyusui makin efisien dan fleksibel

Selain itu, Chrisanti juga menyadari terjadinya perubahan tren pada perlengkapan menyusui. Jika dulu menyusui kerap dianggap membatasi aktivitas ibu, kini pandangan tersebut mulai bergeser. Ibu menyusui makin terbiasa beraktivitas di luar rumah, termasuk bepergian dan bekerja.

Kondisi ini mendorong kebutuhan akan alat menyusui yang lebih praktis dan efisien. Breast pump berkembang menjadi perangkat yang lebih ringkas dan mudah digunakan, mendukung gaya hidup ibu yang semakin aktif.

“Sekarang udah beda banget trennya, kayak breastfeeding sambil traveling atau sambil perjalanan. Biasa banget, dan malah sudah umum,” ucap Chrisanti.

Perubahan cara orangtua memilih produk bayi ini menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya keamanan dan fungsi produk. Dari mainan hingga breast pump, pilihan kini tidak lagi didasarkan pada tren semata, melainkan pada kebutuhan anak dan ibu secara menyeluruh.

Baca juga: Cukupi Kebutuhan Gizi Ibu Menyusui agar ASI Berkualitas

Tag:  #orangtua #modern #makin #hati #hati #memilih #produk #bayi

KOMENTAR