Disrupsi AI Bikin Arah Bisnis 2026 Bukan Lagi soal Cepat, tapi Relevan
Ilustrasi kecerdasan buatan di era digital.(Shutterstock)
07:08
30 Januari 2026

Disrupsi AI Bikin Arah Bisnis 2026 Bukan Lagi soal Cepat, tapi Relevan

– Strategi bisnis di era digital 2026 dinilai tidak lagi ditentukan oleh siapa yang paling cepat mengadopsi teknologi, melainkan oleh siapa yang paling relevan dalam menerapkannya sesuai konteks pasar lokal.


Hal itu disampaikan CEO Terralogiq, Thomas Hendy, yang menilai banyak perusahaan terjebak pada euforia adopsi teknologi tanpa hasil bisnis yang terukur.

“Tahun 2026 bukan lagi soal siapa yang paling cepat mengadopsi teknologi, tapi siapa yang paling relevan menerapkannya dalam konteks lokal,” ujar Thomas Hendy dalam keterangan pers, Kamis (29/1/2026).

Menjawab tantangan tersebut, Thomas menegaskan bahwa pihaknya mengintegrasikan Google Cloud AI dan Location Intelligence dalam Terralogiq.

Baca juga: Tekanan Persaingan AI, Amazon PHK 16.000 Karyawan

Terralogiq merupakan, pihak ketiga yang menghadirkan kemudahan bagi perusahaan dan berfokus pada geomarketing, manajemen aset, optimasi armada, dan cloud computing.

Thomas mengatakan bahwa pendekatan ini memungkinkan perusahaan lintas sektor mulai dari logistik, ritel, hingga energiuntuk tidak hanya memahami apa yang terjadi dalam operasional mereka, tetapi juga di mana dan bagaimana optimalisasi bisa dilakukan secara real time.

“Fokus kami adalah mengubah data lokasi yang masif menjadi efisiensi operasional yang berdampak langsung pada bottom line perusahaan,” jelasnya.

Memasuki 2026, peta transformasi digital Indonesia dinilai telah bergeser dari sekadar adopsi cloud dasar menuju pemanfaatan Actionable AI dan kecerdasan geospasial. Di tengah tuntutan efisiensi yang semakin presisi, Terralogiq menawarkan solusi strategis bagi lebih dari 250 korporasi besar di Indonesia.

Thomas menilai, Indonesia bukan hanya sebagai pasar, tetapi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital baru di Asia. Dengan penguatan kapabilitas lokal berstandar global, perusahaan ini berkomitmen membantu pelaku usaha nasional tampil kompetitif di tingkat regional.

“Perusahaan bisa mengoptimalkan investasi teknologi secara terukur, sekaligus merancang peta jalan transformasi yang berkelanjutan,” kata Thomas.

Melalui integrasi AI dan kecerdasan geospasial, Terralogiq mendorong perusahaan mengubah data titik koordinat menjadi wawasan bisnis untuk ekspansi pasar, analisis perilaku konsumen, hingga peningkatan efisiensi rantai pasok. Pendekatan ini dinilai krusial di tengah tren adopsi AI yang kerap tidak diiringi dampak nyata.

Thomas menegaskan bahwa integrasi teknologi geospasial telah membantu menekan biaya operasional logistik hingga dua digit serta meningkatkan akurasi penargetan pasar di sektor ritel dan perbankan.

“Di era ketika data menjadi komoditas strategis, Terralogiq memposisikan diri sebagai penjaga standar tata kelola data dan keamanan cloud bagi perusahaan yang membutuhkan stabilitas jangka panjang,” tutup Thomas.

Tag:  #disrupsi #bikin #arah #bisnis #2026 #bukan #lagi #soal #cepat #tapi #relevan

KOMENTAR