CVR Pesawat ATR Jatuh di Pangkep Berisi 2 Jam Percakapan, KNKT Masih Analisis
– Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih mendalami rekaman percakapan pilot pesawat ATR 42-500. Pesawat tersebut jatuh menabrak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Pelaksana Tugas Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Henry Poerborianto menyebut rekaman percakapan tersimpan di cockpit voice recorder atau CVR. Perangkat itu berhasil diunduh tim investigator.
“Cockpit voice recorder atau alat perekam penerbangan yang merekam suara di dalam kokpit berisi selama dua jam audio, dua jam percakapan,” kata Henry dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Baca juga: KNKT Berhasil Unduh Data FDR Pesawat ATR yang Tabrak Gunung di Sulsel
CVR merekam percakapan pilot, termasuk komunikasi dengan awak penerbangan lain. Perangkat ini terpasang di bagian ekor pesawat.
Henry menjelaskan, CVR merekam percakapan pilot ATR 42-500 selama penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Pesawat tersebut kemudian mengalami kecelakaan di Gunung Bulusaraung.
“Penerbangan tersebut terekam di dalam alat alat perekam penerbangan yang dipasang di pesawat udara,” ujar Henry.
KNKT juga masih menganalisis flight data recorder atau FDR pesawat ATR 42-500. Perangkat ini merekam data teknis penerbangan pesawat milik PT Indonesia Air Transport.
“Glight data recorder atau alat yang merekam data penerbangan pesawat sudah berhasil kami unduh dan berisi 171 jam pengoperasian pesawat udara dengan data yang terdiri dari lebih dari 180 parameter,” tutur Henry.
Hasil pemeriksaan CVR dan FDR belum dapat dipublikasikan. Proses investigasi masih berlangsung.
Baca juga: Kelelahan di Tengah Duka, Menteri KP Pingsan Saat Lepas Korban ATR 42-500
Seluruh data hasil unduhan masih melalui tahap verifikasi. Tim KNKT juga melakukan analisis lanjutan sebelum menarik kesimpulan.
“Jadi terkait hal tersebut belum banyak, belum bisa kami sampaikan apa hasil dari isi yang ada di dalam alat perekam penerbangan tersebut,” ucap Henry.
Kecelakaan pesawat ATR 42-500 terjadi pada Sabtu (17/1/2026). Insiden tersebut menewaskan 10 orang, termasuk pilot dan awak kabin.
Operasi pencarian melibatkan tim SAR, TNI, Polri, serta unsur terkait. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap di medan pegunungan.
Seluruh korban akhirnya ditemukan. Evakuasi korban terakhir berlangsung pada Jumat (23/1/2026).
“Tadi dipastikan baru bisa berkomunikasi detail dengan koordinatnya pukul 09.16 Wita, korban 10 telah ditemukan,” kata Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin Kolonel Inf Dody Priyo Hadi kepada wartawan di Posko Tompo Bulu, Pangkep, Jumat (23/1/2026).
Tag: #pesawat #jatuh #pangkep #berisi #percakapan #knkt #masih #analisis