



Menurut Penelitian Psikologi, Inilah 5 Sifat atau Ciri Kepribadian Inti yang Dimiliki oleh Orang-orang Kaya
- Sebuah studi psikologi baru menunjukkan bahwa ciri-ciri kepribadian mungkin lebih memengaruhi kekayaan daripada yang Anda duga sebelumnya.
Studi yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas Terbuka dan Sekolah Manajemen Norwegia ini menilai atribut sekitar 3.200 orang.
Ciri-ciri tersebut kemudian dibandingkan dengan kekayaan para peserta, termasuk properti, tabungan dan investasi, serta barang-barang fisik yang berharga.
Temuan ini menunjukkan bahwa kepribadian memengaruhi hubungan Anda dengan uang lebih besar dari yang Anda duga.
Bahkan, kepribadian bisa jadi lebih penting dalam mengumpulkan kekayaan daripada faktor-faktor seperti pendidikan.
Para peneliti memperingatkan bahwa penelitian ini hanya sekadar "gambaran sekilas" dan menyatakan bahwa ada campuran kepribadian di semua golongan pendapatan.
Namun, penelitian ini memberikan wawasan menarik tentang pola pikir umum orang-orang superkaya.
Jadi, apa saja ciri kepribadian utama yang dinilai oleh para peneliti, dan bagaimana ciri-ciri tersebut dikaitkan dengan kekayaan?
Dilansir dari bdhsterling.com, Selasa (24/9), berikut lima sifat atau ciri kepribadian inti yang dimiliki oleh orang kaya, menurut sebuah studi menarik.
1. Kehati-hatian
Penelitian menemukan bahwa orang yang lebih kaya cenderung lebih teliti dengan rasa tanggung jawab dan organisasi yang kuat. Temuan ini mungkin tidak terlalu mengejutkan.
Meskipun segelintir orang dapat memperoleh kekayaan dengan cepat, bagi sebagian besar orang, hal itu merupakan proses jangka panjang berupa perencanaan yang cermat dan pengambilan keputusan yang cerdas selama bertahun-tahun, bukan dalam hitungan minggu atau bulan.
Orang yang teliti dapat menunjukkan pengendalian diri dan berpikir secara lebih luas saat mengambil keputusan. Mengetahui tujuan dan apa yang perlu Anda lakukan untuk mencapainya dapat berarti Anda lebih mungkin mengumpulkan kekayaan.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa ketelitian adalah sifat yang terkait positif dengan pembangunan kekayaan.
2. Neurotisme
Orang kaya cenderung tidak impulsif, demikian temuan penelitian. Mudah untuk melihat mengapa sifat ini terkait dengan kekayaan. Mereka yang neurotik cenderung membuat keputusan tergesa-gesa tentang pengeluaran.
Faktanya, para peneliti menemukan orang yang neurotik cenderung memiliki tabungan lebih sedikit tetapi menghabiskan lebih banyak untuk barang-barang mahal.
Sifat impulsif juga dapat memengaruhi bidang keuangan lainnya. Misalnya, saat berinvestasi, seseorang yang cenderung membuat keputusan tergesa-gesa mungkin lebih tergoda untuk mencoba dan menentukan waktu pasar daripada berpegang pada rencana jangka panjang. Itu bisa berarti mereka kehilangan peluang pertumbuhan jangka panjang.
3. Keramahan
Studi tersebut menunjukkan bahwa bersikap menyenangkan dikaitkan dengan kekayaan yang lebih sedikit.
Para peneliti menduga hal ini terjadi karena orang yang menyenangkan cenderung menghabiskan banyak uang dan membeli hadiah yang mahal untuk orang yang mereka cintai.
Meskipun mendukung keluarga dan teman mungkin merupakan tujuan penting bagi Anda, temuan ini dapat menjadi pengingat yang berguna untuk menyeimbangkannya dengan aspirasi jangka panjang lainnya yang Anda miliki.
4. Keterbukaan
Keterbukaan ditemukan memiliki hubungan positif dan negatif terhadap kesuksesan finansial. Di satu sisi, orang yang terbuka lebih berhati-hati saat memilih produk keuangan.
Namun, mereka juga cenderung tidak membuat perencanaan sebelumnya. Secara keseluruhan, penelitian menemukan bahwa orang yang kurang terbuka terhadap pengalaman baru cenderung lebih kaya.
Meskipun pengalaman baru dapat memberikan peluang untuk menciptakan kekayaan, penelitian menunjukkan bahwa orang yang terbuka cenderung tidak terikat.
Misalnya, lebih sedikit orang yang terbuka yang memiliki properti. Kecenderungan ini dapat berarti beberapa orang kehilangan potensi pertumbuhan jangka panjang.
5. Ekstroversi
Tingkat sosialisasi dan ketegasan yang lebih tinggi juga ditemukan berpotensi memengaruhi kekayaan secara positif dan negatif. Namun, individu kaya cenderung kurang ekstrovert.
Ada bukti bahwa sifat ekstrovert dikaitkan dengan kesuksesan karier, terutama dalam industri yang menganggap penting membangun hubungan. Jadi, menjadi lebih mudah bergaul dan tegas dapat meningkatkan potensi pendapatan.
Namun, penelitian tersebut juga mengaitkan sifat ekstrovert dengan sifat impulsif yang berujung pada hasil keuangan yang lebih buruk, seperti pengeluaran yang lebih boros. Jadi, secara keseluruhan, sifat ekstrovert dapat merusak pembangunan kekayaan.
Tag: #menurut #penelitian #psikologi #inilah #sifat #atau #ciri #kepribadian #inti #yang #dimiliki #oleh #orang #orang #kaya