Psikolog Menyebutkan, 13 Ciri Orang Dewasa yang Terlalu Sering Dipuji Berlebihan Saat Kecil, Salah Satunya Imposter Syndrome
Seseorang yang percaya diri. (pexels/Francisco Rivera)
14:18
14 September 2024

Psikolog Menyebutkan, 13 Ciri Orang Dewasa yang Terlalu Sering Dipuji Berlebihan Saat Kecil, Salah Satunya Imposter Syndrome

 

 Kamu mungkin pernah mendengar bahwa pujian berlebihan bisa memengaruhi perkembangan anak. Tapi, apakah kamu tahu bahwa cara orang tua memuji anak dapat membentuk sifat tertentu di masa dewasa?

Pujian yang sering dan tidak terkontrol bisa meninggalkan jejak yang mendalam pada kepribadian seseorang. Dari rasa percaya diri yang berlebihan hingga ketergantungan pada pengakuan, dampaknya bisa sangat besar.

Dilansir dari orang dewasa yang dipuji berlebihan ketika kanak-kanak.

1. Ketergantungan pada Validasi Eksternal

Salah satu dampak terbesar dari pujian berlebihan adalah ketergantungan pada pengakuan orang lain. Kamu mungkin merasa perlu terus-menerus mencari persetujuan dan pengakuan untuk merasa berharga.

Dr. Frank menjelaskan bahwa orang yang sering dipuji mungkin telah terbiasa bergantung pada afirmasi eksternal untuk harga diri mereka. Ini berarti mereka mengandalkan validasi dari luar untuk merasakan nilai diri mereka.

2. Kecenderungan Menjadi Workaholic

Bagi mereka yang sering mendapatkan pujian di masa kecil, hidup sering kali terasa seperti pencarian tanpa akhir untuk validasi eksternal. Dr. Vanessa S. Kennedy mengungkapkan bahwa individu ini sering kali merasa "Apa yang saya miliki tanpa pengakuan eksternal?"

Pujian mereka biasanya terkait hanya dengan pencapaian, bukan dengan perilaku seperti kerja keras, kesabaran, atau perhatian. Akibatnya, mereka mungkin kesulitan menemukan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Sebagai orang dewasa, pencapaian dan penghargaan sering menjadi motivasi utama mereka, sering kali mengabaikan aspek penting lainnya dalam hidup seperti mengembangkan minat di luar pencapaian kerja atau menjadi orang tua dan pasangan yang dapat diandalkan.

3. Motivasi Diri yang Rendah

Terlalu banyak validasi eksternal dapat membuat kamu merasa tidak perlu untuk memotivasi diri sendiri. Jika semua perilaku mendapat pujian, kamu mungkin kehilangan rasa otonomi dan tidak merasa perlu bekerja keras.

Dr. Connally Barry menyebutkan bahwa orang yang mendapat pujian berlebihan saat kecil sering kali kehilangan persepsi tentang otonomi mereka. Mereka dianggap "berhasil" meskipun performa mereka biasa-biasa saja, sehingga sulit untuk memotivasi diri sendiri.

Ini adalah ciri yang sangat umum pada orang yang kecerdasannya dipuji secara berlebihan selama masa kecil.

4. Perfeksionis

Pujian berlebihan bisa menjadi tekanan, baik dari luar maupun dari dalam diri sendiri. Kamu mungkin merasa bahwa pujian yang diterima harus selalu diikuti dengan performa yang sempurna, sehingga mengembangkan sifat perfeksionis.

Dr. Roeske menjelaskan bahwa anak-anak yang dipuji secara berlebihan dapat mengembangkan sifat perfeksionis di kehidupan dewasa mereka. Mereka mengasosiasikan pujian dengan performa yang sempurna dan takut akan kegagalan.

5. Merasa Lebih Istimewa

Pujian berlebihan bisa membuat kamu merasa berhak mendapatkan pengakuan terus-menerus. Dr. Frank menjelaskan bahwa individu yang sering dipuji mungkin mengembangkan rasa hak istimewa, mengharapkan penghargaan tanpa memperhatikan kinerja atau usaha mereka.

Misalnya, kamu mungkin merasa pantas mendapat pujian meski mengumpulkan laporan yang penuh kesalahan ketik, terlambat satu jam, setelah pulang lebih awal untuk bersenang-senang.

6. Tidak Bisa Menerima Kritik

Jika kamu sering dipuji, mungkin kamu merasa terlalu sempurna untuk menerima umpan balik konstruktif. Dr. Roeske mengungkapkan bahwa orang yang dipuji berlebihan cenderung menanggapi kritik dengan negatif karena mereka belum mengembangkan ketahanan terhadap hal-hal negatif.

Kemampuan untuk menerima kritik adalah penting untuk memperbaiki hubungan dan kinerja, namun ini bisa menjadi tantangan bagi mereka yang terbiasa mendapat pujian tanpa batas.

7. Harga Diri yang Rendah

Ironisnya, pujian berlebihan bisa menyebabkan harga diri yang rendah. Dr. Barry menjelaskan bahwa anak-anak yang dipuji secara berlebihan sering kali merasa tidak pernah bisa memenuhi harapan yang tinggi dari orang tua mereka.

Pujian yang tidak realistis bisa menempatkan anak pada posisi yang sulit, di mana mereka merasa tidak pernah cukup baik.

8. Risiko Depresi yang Lebih Rendah

Ada sisi positif yang jarang ditemukan—pujian berlebihan untuk perilaku prososial dapat berdampak baik. Dr. Barry mencatat bahwa pujian untuk membantu orang lain dapat membuat kamu terus berperilaku baik di usia dewasa.

Misalnya, jika kamu sering dipuji karena berbagi dengan saudara, kamu mungkin merasa lebih percaya diri dalam memecahkan masalah dan bekerja sama. Ini bisa berhubungan dengan risiko depresi yang lebih rendah, karena kamu lebih fokus pada kebutuhan dan keinginan orang lain.

9. Kecenderungan Narsistik

Terlalu banyak pujian dapat mendorong sifat narsistik, yang merugikan baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Dr. Kennedy menjelaskan bahwa anak yang sering dipuji sebagai istimewa tanpa usaha yang sepadan atau empati dapat mengabaikan bagian diri mereka yang perlu berkembang.

Misalnya, jika kamu sering dipuji karena kecerdasan dan karisma, ini bisa tampak positif. Namun, jika tidak diimbangi dengan disiplin dan perhatian terhadap perilaku, kamu mungkin merasa kebal terhadap batasan dan aturan. Ini dapat mengarah pada rasa hak istimewa dan kurangnya empati di kemudian hari.

10. Kesadaran Diri yang Buruk

Kamu mungkin mengalami kesulitan saat ditanya tentang kelemahan terbesar dalam wawancara kerja. Dr. Frank menyebutkan bahwa individu yang terlalu dipuji sering kali memiliki pandangan yang membesar tentang kemampuannya, membuat sulit untuk menilai kekuatan dan kelemahan secara akurat.

Kelemahan ini bisa membuat kamu kesulitan mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.

11. Ekspektasi Tidak Realistis

Pujian berlebihan pada masa kanak-kanak dapat menimbulkan ekspektasi yang tidak realistis di masa dewasa. Dr. Kennedy mengungkapkan bahwa orang dewasa yang sering dipuji sebagai anak mungkin menghadapi kekecewaan ketika mereka mengharapkan pujian atau imbalan untuk kerja yang tidak sesuai standar.

Misalnya, kamu mungkin berharap mendapatkan promosi atau pengakuan meskipun belum memenuhi kriteria yang diperlukan.

12. Toleransi yang Rendah

Jika kamu sering mendapatkan pujian dengan cepat, kamu mungkin mengalami kesulitan menghadapi tantangan di masa dewasa. Dr. Roeske menjelaskan bahwa anak-anak yang dipuji berlebihan mungkin memiliki toleransi yang rendah terhadap kesulitan, karena mereka terbiasa mendapatkan imbalan secara cepat.

Ini bisa membuat kamu kurang sabar ketika menghadapi rintangan atau tantangan.

13. Kecenderungan Imposter Syndrome

Imposter syndrome atau sindrom penipu bisa muncul dari terlalu banyak pujian di masa kecil. Dr. Roeske mengatakan bahwa anak yang sering dipuji mungkin meragukan kemampuannya saat menghadapi tantangan atau ekspektasi tinggi sebagai orang dewasa, karena mereka tidak terbiasa merasa tidak layak atas pujian atau kesuksesan.

***

Editor: Novia Tri Astuti

Tag:  #psikolog #menyebutkan #ciri #orang #dewasa #yang #terlalu #sering #dipuji #berlebihan #saat #kecil #salah #satunya #imposter #syndrome

KOMENTAR