Direktur FBI Pilih Mengundurkan Diri saat Donald Trump Ingin Memecatnya
Direktur Biro Investigasi Federal (FBI), Christopher Wray. 
18:30
12 Desember 2024

Direktur FBI Pilih Mengundurkan Diri saat Donald Trump Ingin Memecatnya

Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) Christopher Wray mengumumkan ia akan mengundurkan diri dari jabatannya, setelah Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan ia ingin menggantikannya dengan Kash Patel.

"Keputusan untuk mengundurkan diri tidak mudah," kata Christopher Wray kepada seluruh staf FBI di balai kota pada Rabu (11/12/2024).

Ia memilih untuk melakukannya demi menghindari menyeret FBI lebih dalam ke dalam "keributan" dan menjaga fokus pada misi mereka.

Sebelumnya Donald Trump menominasikan Christopher Wray pada tahun 2017 setelah memecat direktur saat itu James Comey karena skandal 'Russiagate'.

Pengunduran diri Christopher Wray terjadi dua hari setelah Senator Chuck Grassley, anggota Partai Republik dari Iowa, menulis surat setebal 11 halaman yang menuduhnya melakukan salah urus dan gagal mengendalikan FBI.

Awal bulan ini, Donald Trump mencalonkan Kash Patel untuk mengepalai FBI dalam pemerintahan berikutnya.

Partai Demokrat menentang langkah tersebut, dengan alasan Christopher Wray masih memiliki beberapa tahun lagi dalam masa jabatannya sebagai Direktur FBI

Direktur FBI dapat menjabat hingga sepuluh tahun berdasarkan undang-undang yang disahkan oleh Kongres setelah kepala pendiri biro tersebut, J. Edgar Hoover, meninggal dunia. 

J. Edgar Hoover bertanggung jawab atas FBI dan pendahulunya selama total 48 tahun.

Meskipun Christopher Wray terdaftar sebagai anggota Partai Republik dan ditunjuk oleh Donald Trump, presiden terpilih itu mengkritik ketundukannya terhadap pemerintahan Presiden Joe Biden dari Partai Demokrat selama empat tahun terakhir.

"Dia menyerbu rumah saya," kata Donald Trump dalam wawancara dengan Meet the Press di NBC, merujuk pada penggerebekan FBI tahun 2022 di perkebunannya di Mar-a-Lago di Florida.

"Saya tidak bisa mengatakan saya gembira tentang FBI," katanya.

Donald Trump lalu mengutip kesaksian Christopher Wray di Kongres AS bahwa telinganya terkena pecahan peluru, bukan peluru pembunuh, pada bulan Juli lalu.

"Pengunduran diri Christopher Wray adalah hari yang luar biasa bagi Amerika karena akan mengakhiri Persenjataan atas apa yang dikenal sebagai Departemen Ketidakadilan Amerika Serikat," kata Donald Trump di Truth Social, platform online miliknya, pada Rabu.

“Di bawah kepemimpinan Christopher Wray, FBI secara ilegal menggerebek rumah saya, tanpa alasan, bekerja keras untuk memakzulkan dan mendakwa saya secara ilegal, dan telah melakukan segala hal lain untuk mengganggu keberhasilan dan masa depan Amerika," lanjutnya.

"Mereka telah menggunakan kekuasaan mereka yang besar untuk mengancam dan menghancurkan banyak orang Amerika yang tidak bersalah, beberapa di antaranya tidak akan pernah bisa pulih dari apa yang telah dilakukan kepada mereka, ” tambah presiden terpilih tersebut.

Selama masa jabatannya, Christopher Wray mengatakan ia berusaha untuk melaksanakan tugas FBI secara tidak memihak. 

Selama sidang tahun 2023 di hadapan panel DPR, ia menepis anggapan ia sedang menjalankan agenda partisan Demokrat, dengan menyatakan ia telah menjadi anggota Partai Republik seumur hidupnya.

"Gagasan bahwa saya bias terhadap kaum konservatif tampaknya agak gila bagi saya, mengingat latar belakang pribadi saya sendiri," kata Christopher Wray.

FBI telah menghadapi kritik yang meningkat dari para pendukung Donald Trump atas berbagai perannya dalam menyelidiki Donald Trump selama bertahun-tahun, seperti diberitakan US News.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Editor: Siti Nurjannah Wulandari

Tag:  #direktur #pilih #mengundurkan #diri #saat #donald #trump #ingin #memecatnya

KOMENTAR