

Kelompok bersenjata anti-rezim Bashar Al-Assad dilaporkan mulai memasuki Damaskus dari sisi selatan ibu kota Suriah pada Sabtu (7/12/2024). (ANTARA)


Lima negara Arab Bersama Iran, Turki, dan Rusia Serukan Solusi Politik di Suriah
- Satu lagi perang di Timur Tengah berkecamuk sementara ketegangan antara Palestina dan Israel belum juga terselesaikan. Yang sekarang jadi masalah adalah perang sipil di Suriah setelah oposisi mengambil alih kepemimpinan Bashar al-Assad. Berkenaan dengan situasi yang memanas di Suriah, terutama di Damaskus, lima negara Arab bersama dengan Iran, Turki, dan Rusia mengatakan dalam pernyataan bersama bahwa solusi politik diperlukan untuk menghentikan operasi militer dan melindungi warga sipil di Suriah setelah Forum Doha ke-22. Dilansir dari Duvar, Senin (9/12), setelah Forum Doha ke-22 pada akhir pekan lalu, Turki, Rusia, Iran, Irak, Mesir, Yordania, Arab Saudi, dan Qatar mengeluarkan pernyataan bersama yang menyerukan “solusi politik.” Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh menteri luar negeri kedua negara setelah mereka bertemu di Doha, mereka mengatakan krisis di Suriah menimbulkan ancaman bagi keamanan regional dan internasional. Dalam pertemuan selama Forum Doha, menteri luar negeri Turki, Iran, dan Rusia menggarisbawahi pentingnya memulai kembali proses politik di Suriah, menurut sumber Kementerian Luar Negeri Turki yang berbicara kepada Anadolu Agency (AA). Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menghadiri pertemuan tersebut, begitu pula dengan mitranya dari Iran dan Rusia, Abbas Araghchi dan Sergey Lavrov. Pembahasan difokuskan pada situasi di Suriah, dengan sumber yang menggambarkan pertemuan tersebut sebagai "konstruktif." Sumber tersebut juga melaporkan bahwa pertemuan tersebut menekankan pentingnya memulai kembali proses politik sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2254, sementara juga menegaskan kembali komitmen terhadap integritas teritorial dan kesatuan politik Suriah. "Tidak dapat diterima jika kelompok teroris diizinkan menguasai wilayah tersebut dengan melanggar perjanjian," kata Lavrov setelah pertemuan tersebut. Rusia, sekutu lama Suriah, melakukan intervensi pada tahun 2015 untuk mendukung Damaskus selama perang saudara Suriah, yang dimulai pada tahun 2011. "...kami membantu tentara Suriah untuk melawan serangan teroris," tambah Lavrov. Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan juga mengadakan serangkaian pertemuan tingkat tinggi di sela-sela forum tersebut. Ia bertemu dengan Geir O. Pedersen, Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Suriah, dan Bedir Camus, kepala Komisi Negosiasi Suriah. Fidan juga mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, Menteri Luar Negeri Mali Abdoulaye Diop, dan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein. Sumber dari Kementerian Luar Negeri Turki melaporkan bahwa selama pertemuan dengan Hussein, kedua pihak sepakat untuk bekerja sama erat dalam masalah yang berkaitan dengan Suriah. Selain itu, Fidan terlibat dalam diskusi dengan Menteri Luar Negeri Saudi Faisal bin Farhan Al-Saud. Kementerian Luar Negeri Turki kemudian menyampaikan di X bahwa Fidan membahas perkembangan terbaru di Suriah dengan mitranya dari Qatar, Mesir, Iran, Irak, Yordania, dan Arab Saudi, serta dengan perwakilan Rusia, selama forum tersebut.
Editor: Estu Suryowati
Tag: #lima #negara #arab #bersama #iran #turki #rusia #serukan #solusi #politik #suriah