



Pemerintahan Assad Runtuh, Israel Klaim Rebut Zona Penyangga Dataran Tinggi Golan
Klaim Netanyahu ini tepat setelah pengambilalihan Suriah oleh pemberontak dan melengserkan presiden Suriah Bashar Al-Assad.
Dengan ini, Netanyahu mengatakan bahwa perjanjian gencatan senjata tahun 1974 dengan Suriah telah runtuh.
Terutama ketika pemantau perang yang berbasis di Inggris mengatakan pasukan Suriah telah meninggalkan posisi mereka di provinsi Quneitra, yang sebagian terletak di dalam zona penyangga, pada hari Sabtu (7/12/2024).
Netanyahu kemudian mengatakan pihaknya berhasil merebut Dataran Tinggi Golan dan akan terus berpatroli di wilayah tersebut.
"Kami tidak akan membiarkan kekuatan musuh mana pun muncul di perbatasan kami," katanya, dikutip dari BBC.
Setelah mengklaim telah berhasil merebut Dataran Tinggi Golan, IDF meminta penduduk lima desa Suriah yang berada di zona penyangga untuk tetap berada di situ hingga adanya pemberitahuan lanjutan dari mereka.
Sebagai informasi, Dataran Tinggi Golan merupakan dataran tinggi berbatu yang terletak sekitar 60 km (40 mil) barat daya Damaskus.
Pada tahun 1967, tepatnya dalam perang Timur Tengah, Israel merebut Dataran Tinggi Golan, dikutip dari Asharq Al-Aawsat.
Kemudian pada tahun 1981, Israel mencaplok Dataran Tinggi Golan secara sepihak.
Namun tindakan tersebut tidak diakui oleh Amerika Serikat.
Amerika Serikat menganggap bahwa Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah yang diduduki.
Menurut citra satelit yang dianilisis oleh Associated Press menunjukkan bahwa Israel mulai melakukan pembangunan jalan baru di sepanjang Garis Alpha yang memisahkan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel dari Suriah pada bulan September 2024.
Hal tersebut dikonfirmasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
PBB mengatakan bahwa pasukan Israel telah memasuki zona demiliterisasi selama melakukan pembangunan jalan tersebut.
Sementara itu, pemerintahan Bashar Al-Assad runtuh setelah digulingkan oleh kelompok pemberontak pada hari Minggu (8/12/2024).
Assad diketahui telah berkuasa dengan ayahnya di Suriah sejak tahun 1971.
Setelah digulingkan, Assad dilaporkan kabur dari Suriah dan berada di Moskow setelah mendapat tawaran suaka dari Rusia.
Hal tersebut dilaporkan oleh kantor berita Rusia, Interfax pada hari Minggu (8/12/2024).
Tak sendiri, Assad dikabarkan kabur dari Suriah bersama keluarganya.
"Presiden al-Assad dari Suriah telah tiba di Moskow. Rusia telah memberi mereka (dia dan keluarganya) suaka atas dasar kemanusiaan," tulis Interfax, dikutip dari Al-Arabiya.
(Tribunnews.com/Farrah)
Artikel Lain Terkait Konflik Suriah
Tag: #pemerintahan #assad #runtuh #israel #klaim #rebut #zona #penyangga #dataran #tinggi #golan